Sinopsis Mohabbatein Episode 122 Tayang di ANTV

debroo.com. Sinopsis Mohabbatein Episode 122 Tayang di ANTV.

Sinopsis Mohabbatein Episode 122 Tayang di ANTV

Sinopsis Mohabbatein Episode 122 Tayang di ANTV

Penjaga : Nyonha Sarika tadi ada orang kaya datang dan ingin menemuimu.
Sarika : katakan padanya aku tidak ada di rumah dan jangan biarkan dia masuk ke dalam.
Penjaga : maaf tuan nyonya Sarika tidak ingin bertemu denganmu.
Raman : aku punya beberapa pekerjaan penting.
Penjaga itu menghentikan raman dan mengatakan sarika bilang dia tidak akan bertemu dengan mu.
Raman : baiklah
Raman berpikir mengapa Sarika takut padanya.
raman berpikir tentang Parmeet yang membuat alasan pada hari itu.
raman : Parmeet sudah berbohong dia bilang dia tidak tahu Sarika, itu berarti Ishita benar, aku harus memberitahu semua ini kepada semua orang di rumah.

Ishita melihat Ibu Bhalla mengangkat barang berat dan mengatakan dia memiliki patah tulang.
ishita bilang kepada Amma untuk tunggu sebentar dan Ishita pergi untuk membantu, namun Ibu Bhalla bertindak kasar kepada ishita.
Amma : aku sudah bilang mereka tidak memiliki sopan santun, mereka itu sangat buruk sehingga mereka merasa semua orang itu buruk.
Ibu Bhalla : semua itu hanyalah drama Ishita.
Amma : kau berbicara begitu pahit, putri ku tidak melakukan drama, keluarga kami memiliki sopan santun, pertama lihat dulu keluarga mu seperti apa, aku tidak akan mengirim anak ku ke sana.
Ibu Bhalla : putri mu mencoba untuk menghancurkan hidup anak ku.
Mereka berdua berdebat.
Ibu Bhalla memanggil Ishita dengan menyebut pembohong.
Amma berkata putri ku tidak berbohong.

Semua orang melihat mereka.
Ishita menghentikan Amma dan membawanya.
Ibu Bhalla : aku akan membuat mu meningalkan masyarakat ini.
Ishita : Ibu aku tidak suka semua ini.
Amma bentengkar dengan ibu Bhalla dan mengatakan aku tidak akan memaafkanmu.
Simmi melihat mereka berkelahi.
Pammi meminta ibu Bhalla untuk tenang.
Parmeet senang
Parmeet : waw sampai-sampai ibu mertuaku mendukung ku, Ishita tidak bisa melakukan apa-apa.
Ibu Bhalla mengganggu Simmi marah dan dia pergi.
Shagun datang ke Hakim dan membahas hak asuh kasus Ruhi.
Hakim : apa yang kau lakukan di sini, kau tidak dapat menemui setiap hakim seperti ini.

Shagun : ini mendesak, dengarkan aku sekali saja, kau telah mengambil keputusan yang salah, kau memberi Ruhi untuk Raman dan Ishita karena kau merasa mereka lebih baik untuk Ruhi, bukan pernikahan mereka saja yang rusak dan sekarang semua orang dapat melihat kebenaran Ishita, mereka melakukan drama ini untuk mengambil Ruhi dari ku, lihat ini dengan mata mu bagaimana mereka ingin mengembalikan anak ku.
Hakim : baiklah, aku akan pergi ke sana dan melihat-nya, maka aku akan memutuskan.
Sarika berbicara kepada Parmeet
Sarika : tenang saja aku tidak akan bertemu dengan siapa pun.
Parmeet : jika kau mencoba untuk bertindak cerdas, maka aku tidak akan memaafkan mu dan ibu mu.
Raman mendengar ini
Raman : Ishita benar, kau merayap seperti itu, aku melakukan kesalahan kepada Ishita, setelah aku mendapatkan bukti, aku akan menendangnya keluar dari rumah ini.
Raman : aku harus melakukan sesuatu untuk membawa kebenaran Parmeet, aku harus bertindak pintar, Aku tidak akan mengampuni Parmeet.
Mihir menelfom Raman
Raman : ada apa?
Mihir : Hakim datang ke rumah mu untuk memeriksa apa yang dikatakan Shagun.
Raman : aku akan melihatnya.
Raman terkejut melihat hakim bersama Shagun.
Raman : kenapa kalian datang kesini.
Hakim : aku datang ke sini untuk bertemu dengan istri mu, di mana dia, aku hanya ingin tahu di mana dia, jangan katakan dia di klinik, aku pergi ke klinik dan dia tidak ada. Apakah benar bahwa kau dan Ishita dipisahkan dan melakukan semua ini hanya untuk mengambil hak asuh Ruhi.
Raman : ini semua omong kosong.
Ishita datang
Ishita : kalian di sini, aku minta maaf aku tidak melihat kalian.
Raman dan Ishita bertindak normal.
Shagun terkejut.
Ishita : aku minta maaf, kami lupa bahwa kami harus bertemu dengan mu hari ini. Kami pikir kami akan meninjau setelah enam bulan, kami akan datang jika kau menelepon kami.
Shagun : Ishita bertindak cerdas, dia pasti dari rumah ibunya itu, Raman pasti membuat rencana ini saat melihat mu datang.
Raman : mengapa kau menyusahkannya (hakim).
Hakim : tuan Raman apa yang terjadi di sini.
Shagun : mungkin sebaiknya kita menanyakan kepada tetangga mereka karena mereka akan menyadarinya.
Hakim : aku harus mencari tahu.

Ishita : kau hanya meragukan-nya.
Hakim : aku yang akan memutuskan.
Mihir melihat dirinya dan mengatakan hakim datang ke sini.
Ibu Bhalla meminta kepada tuan Bhalla untuk melakukan sesuatu karena dia berkelahi dengan Amma dihadapan semua orang dan semua tetangga melihat mereka berkelahi.
Raman : mengapa kalian ingin bertemu dengan tetangga ku, kalian tahu bagaimana Ashok dan Shagun memainkan permainannya untuk mengambil putri kami, nama kami akan dipertaruhkan jika kau melakukan hal ini.
tuan Bhalla mengatakan hal yang sama.
Ishita : ini akan mempengaruhi Ruhi juga.
Shagun : mereka telah berlatih baris sepert ini, mereka pasti takut.
Hakim : ulasan pengadilan biasa, aku akan bertanya kepada mereka beberapa pertanyaan, aku katakan sebelumnya Ruhi akan tinggal disini jika kau memberikan perawatan yang tepat kepadanya, kami akan meninjau dan memutuskan dengan siapa Ruhi akan tinggal, jika ditinjau buruk, maka Ruhi akan kembali untuk Shagun.
Hakim memanggil beberapa wanita.
Hakim menemui perempuan dan bertanya kepada mereka apakah mereka melihat pertarungan antara Raman dan Ishita.
Para wanita itu mendukung Raman dan Ishita.
Pammi : mereka saling mencintai antara satu sama lain, Raman belajar Tamil dan memuji Ishita dengan Tamil di atas panggung.
Semua orang tersenyum.
Shagun terkejut.
Pammi : mereka adalah pasangan romantis dan menceritakan tentang mereka pelukan saat hujan.
Pammi : dia berbicara seperti itu untuk menjatuhkan Ishita dan Ruhi, Ishita sangat mencintai Ruhi.
Shagun pergi dengan menangis.
Mereka memuji Ishita.
Raman : aku tidak akan pernah meninggalkan Ishita.
Ramam memegang Ishita dan mereka saling memandang.
Hakim : ini adalah pekerjaan rutin kami, aku minta maaf bahwa aku telah mengganggu kalian, aku sangat senang mengetahui gadis itu senang.
Para wanita itu pergi.
Ibu Bhalla senang dan berterima kasih pada Pammi.
Ruhi pulang dan tampak bahagia.
Ruhi memeluk Ishita.
Ishita : Ruhi ayo sapa Ibumu.
Ruhi menyapa Shagun dengan rasa takut.
Hakim : mengapa kau takut.
Ruhi : jangan membawa ku ke Ibu Shagun, kau sudah baik dan memilih ibu yang baik bagi ku, Ayah dan Ibu Ishi mencintaiku.

Pencarian Populer:

Saat ini, Anda Sedang Membaca Sinopsis Mohabbatein Episode 122 Tayang di ANTV

No Response

Leave a reply "Sinopsis Mohabbatein Episode 122 Tayang di ANTV"