Sinopsis Mohabbatein Episode 116 Tayang di ANTV

Debroo.com. Sinopsis Mohabbatein Episode 116 Tayang di ANTV.

Sinopsis Mohabbatein Episode 116

Sinopsis Mohabbatein Episode 116

Raman : ishita apakah terjadi sesuatu di rumah.
Ishita teringat tentang Parmeet.
Ishita : tidak semua baik-baik saja.
Raman bertanya tentang Amma dan Appa.
Ishhita : aku tidak bertemu dengan mereka.
Raman : Ishita aku sangat merindukan rasam buatan Ibu mertua.
Ishita berbicara kepadan Raman dengan manis dan Raman tersenyum.
Shagun mendengarkan Raman berbicara dan merasa cemburu.
Raman : oh ya usaha apa yang sudah kau lakukan supaya kau jadi langsing.
Ishita : tidak ada yang bisa menjadi langsing dalam satu hari, dan ya wawancara Ruhi berjalan dengan baik.
Shagun berpikir : kapan Raman belajar untuk berbicara banyak seperti ini, ini tidak seperti dia yang dulu.
Raman : kau tampak cantik dengan gaun hijau itu dan sperti seorang Ibu (tidak behenji).
Ishita senang mendengarnya.
Raman : aku sedang mengatakan kebenaran, aku tidak bohong.
Mereka mulai bicara yang manis dan panjang.
Lagu Yeh hai Mohabbatein dimainkan… Raman : Ishita tadi aku bertemu dengan teman lamaku dan aku menceritakan tentang dirimu yang menjadi seorang wanita kuat dan mandiri, aku pikir banyak orang yanh harus belajar banyak hal dari mu.
Raman membuat Shagun cemburu.
Di telfon suara Ishita tidak terdengar lagi.
Raman : Ishita apa kau sudah tidur. Sepertinya kau tertidur, mungkin kau lelah karena kau memberikan perawatan yang baik untuk Ruhi.
Adi bangun
Adi : ibu.
Raman memberikan air kepada Adi.
Adi : kau masih di sini.
Raman : ya, dokter mengatakan kepada ku supaya menjagamu sepanjang malam jadi aku putuskan untuk tinggal disini.
Adi : sekarang kau bisa pergi, aku baik-baik saja.
Raman berdiri.
Shagun : Adi baik-baik saja, aku akan menjaganya.
Raman pergi.

Mihir mendapat telepon dari Raman.
Raman : Mihir tolong kau cari tahu tentang keadaan Ishita, karena sepertinya sekarang dia sedang khawatir, kami berbicara di telpon di malam hari dan dia berperilaku aneh, dan dia tidak mengatakan apa-apa.
Mihir : jangan khawatir, aku akan pergi dan mencari tahu, aku benar-benar senang bahwa kau khawatir tentang Ishita, kau mungkin merasakan kehilangan nya.
Ishita melihat Parmeet di meja makan.
Tuan Bhalla meminta Ishita untuk sarapan.
Ishita : tidak, aku akan minum kopi saja.

Tuan Bhalla meminta Ishita untuk duduk.
Ishita melihat Parmeet dan duduk.
Parmeet menatapnya.
Ruhi datang ke Ishita
Ruhi : Ibu Ishi bisakah Ibu antarkan aku ke sekolah.
Tuan Bhalla : aku yang akan mengantarnya.
Mereka pergi.

Simmi marah pada Ishita dan memberitahu ibu Bhalla untuk membawanya keluar.
Ibu Bhalla : baiklah.
Ibu Bhalla meminta Parmeet untuk makan dan akan melayani dia.
Parmeet : sekarang suasana hatiku sudah mati.
Simmi mengejek Ishita.
Mihir datang untuk mencari tahu masalah ini.
Mihir : aku membawa puri aloo panas untukmu.
Ishita : aku tidak lapar.
Mihir meminta Ishita untuk mencobanya sekali.
Ibu Bhalla dan Simmi terlihat marah pada Ishita dan mereka pergi.
Mihir memahami bahwa sesuatu telah terjadi di rumah.
Mihir : Ishita apa yang terjadi, apa semuanya baik-baik saja.
Ishita : ya.
Mihir : Raman berusaha untuk menelepon mu.
Ishita : aku minta maaf, aku harus pergi sekarang ke klinik.
Mihir melihat perilaku Ishita yang sedang marah.
Mihir menayakan kepada ibu Bhalla tentang hal itu
Mihir : Raman menelfonku dan dia merasa ada ketegangan.

Mihir : telfon aku jika ada masalah.
Mihir mengambil file dan pergi.
Ibu Bhalla marah
Ibu Bhalla : Ishita mengatakannya pada Raman, aku aku urus dia.
Ibu Bhalla datang ke Ishita dan menegur Ishita karena dikira sudah menceritakan kepada Raman tentang segalanya.
Ibu Bhalla memperingatkan Ishita untuk tidak merusak hubungan antara Raman dan Parmeet, atau dia tidak akan memaafkan Ishita.
Ibu Bhalla : Ishita seperti suhaag bagi Simmi ini, jadi hati-hati.
Ishita : aku tidak mengatakan apa-apa pada Raman.
Ibu Bhalla : jadi bagaimana mungkin Raman memiliki keraguan dan dia telah mengirimkan Mihir kesini.
Ishita : aku tidak mengatakan padanya, aku sudah katakan tetapi kau tidak akan percaya padaku.
Ibu Bhalla : kau berbohong, hentikan drama ini dan jangan membuat hidup Simmi seperti di neraka.
ibu Bhalla pergi.

Ishita berpikir : siapa yang akan aku beritahu sekarang.
Mihir mendapat telfon dari Trisha dan Muhir melihat Ishita sedang marah.
Trisha melihat Mihir di kompleks dan Mihir bilang kalau dia ada di kantor.

Trisha : pembohong, datanglah untuk bertemu dengan ku, aku telah membuat sambar untuk pertama kalinya, aku ingin kau merasakannya.
Trisha memaksa dan Mihir pergi.
Trisha : Mihika yang mengajari ku.
Mihika mendengar mereka.
Mihir menegur Trisha
Mihir : apakah kau menempatkan air dalam pressure cooker.
Trisha : tidak, Mihika tidak memberitahu ku.
Mihir berjalan ke mereka dan menempatkan air pada kompor.
Mihika bergerak jauh.
Mihir menegur Mihika.
Trisha : ini bukan kesalahannya, terima kasih karena telah menyelamatkan hidup Mihika ini.
Mihika : mengapa kau menyelamatkan ku Mihir?
Ishita meminta Ruhi untuk bermain dengan Muttu dan dia akan datang terlambat.
Ishita memberitahu ibu Bhalla untuk memeriksa teleponnya.
Ibu Bhalla bertindak kasar.

Sarika melihat Ishita yang tegang.
Ishita meminta Sarika untuk pulang.
Vandu datang untuk menemui Ishita.
Vandu : mengapa kau menelepon ku. Amma dan Appa akan datang untuk makan malam dirumah dan aku pergi untuk membeli vegs.
Ishita : sebenarnya aku perlu berbicara dengan mu kak, teman ku sedang dilecehkan oleh seorang pria di rumahnya, pria itu mencoba untuk menyentuhnya dan lebih dekat dengannya.
Vandu : aku jadi ingin bertemu dengan pria itu sendirian dan akan melihatnya dengan cara yang buruk.
Ishita : pelecehan ini terlalu berlebihan, gadis itu tidak tahu apa yang harus dilakukan, sebagai wanita tidak ada yang percaya padanya.
Vandu : wanita seharusnya tidak menanggung ini, katakan padanya bahwa dia harus berbicara dengan keluarganya.
Ishita : dia tidak memberitahu suaminya.
Vandu : seorang pria dapat melakukan ini dengan orang lain juga, dia tidak bisa mentolerir omong kosong ini.
Vandu : bisakah aku bertemu dengan teman mu.
Ishita : tidak, aku akan berbicara dengannya, terima kasih untuk saran kakak, aku berjanji tidak akan membiarkan orang itu melakukan hal ini.
Vandu mendapat telfon dari Shravan
Vandu : Ishita aku harus pergi, beritahu aku jika ada masalah.
Ishita : terima kasih karena kk sudah datang
Ishita memeluknya.
Vandu pergi.
Sarika datang ke Ishita dengan membawa kuncinya.
Sarika : aku minta maaf aku mendengar semua pembicaraan mu.
Ishita marah.
Sarika : aku tahu kau berbicara tentang dirimu sendiri, bukan teman mu, aku tahu kau sedang khawatir karena Parmeet.
Ishita terkejut.

Pencarian Populer:

Saat ini, Anda Sedang Membaca Sinopsis Mohabbatein Episode 116 Tayang di ANTV

author
No Response

Leave a reply "Sinopsis Mohabbatein Episode 116 Tayang di ANTV"