Sinopsis Uttaran Hari Ini 05 September 2016 Tayang di ANTV

Debroo.com. Sinopsis Uttaran Hari Ini 05 September 2016 Tayang di ANTV. Meethi membangunkan Akash untuk segera bersiap2 berangkat ke kantor sekaligus mengantar Rani sekolah. Rani sedang menggosok gigi di kamar mandi sementara Nandini masih tidur nyenyak. Meethi berteriak memanggil Rani.

Meethi: Rani ayo cepat, kau harus sarapan dulu sebelum berangkat!
Rani turun kebawah setelah memakai seragamnya,ia memeluk Ekadish dan mengucapkan selamat pagi.
Ekadish: Menantu,cara bicaranya semakin mirip denganmu.
Meethi: Cepat habiskan sarapanmu Rani,ibu sudah memasukkan bekal kedalam tas mu.

Nandini turun dari kamarnya setelah Akash dan Rani pergi.
Meethi: Mereka sudah pergi.
Meethi mengolok2 Nandini dan mengembalikan gelang kakinya yang tertinggal di kamar Meethi.

Akash menceritakan tentang Tuan Khana kepada Tuan Takhur.
Tuan Takhur: Kau harus mencari cara untuk terus mengawasinya.
Akash: Aku akan mengawasi Khana dengan mengirim seseorang untuk mendekatinya.
Tuan Takhur: Apa kau mengenal seseorang yang bisa melakukannya?

Malvika masuk ke kamar Nandini dan berusaha menghasutnya lagi.
Nandini: Aku sedang tidak ingin mendengar nasehat apapun. Pergilah dari sini.
Gomti: Malvika. Ternyata kau ada disini.
Gomti menyuruh Malvika meletakkan pakaian di kamar Akash. Malvika tidak sengaja meninggalkan kemeja Akash. Nandini melihatnya dan kembali berhalusinasi bermesraan dengan Akash. Ekadish yang sedang berjalan melewati kamar Nandini tidak sengaja melihatnya. Ekadish menampar Nandini setelah menyadari bahwa Nandini sedang memeluk kemeja Akash sambil senyum2 sendiri, ia pun memaksa Nandini turun kebawah.

Vishnu sudah diterima bekerja di kantor Tuan Khana.
Tuan Khana: Aku butuh pria sepertimu yang mau melakukan apa saja demi uang.
Vishnu: Apa kau ingin aku menghabisi nyawa seseorang?
Tuan Khana: Aku tidak sebodoh itu. Aku ingin kau menghancurkan seseorang dengan cara merebut segala yang dia miliki.

Tuan Khana membawa Vishnu untuk bertemu dengan orang yang ia maksud, dia adalah Akash. Tuan Khana memperkenalkan Vishnu kepada Akash. Akash dan Vishnu pura2 tidak saling kenal. Mereka berjabat tangan sambil memperkenalkan diri.

Ekadish mendorong Nandini hingga terduduk dilantai.
Meethi: Ada apa bu?
Ekadish: Menantu, jangan membelanya lagi!
Ekadish menceritakan bagaimana Nandini memeluk kemeja Akash.
Ekadish: Aku tidak akan minum dari gelas manapun sampai Nandini pergi! Aku akan kembali ke Aatishgarh kalau dia masih tinggal disini!!
Meethi: Tidak bu. Ibu tidak perlu kembali ke Aatishgarh. Keputusan ibu akan menjadi keputusan kita bersama.
Ekadish: Hah? Ini pertama kalinya kau mengatakan sesuatu yang cerdas.
Meethi: Tapi aku ingin memberi Nandini kesempatan bertemu dengan Rani untuk terakhir kalinya.
Ekadish: Baiklah. Aku beri dia waktu sampai jam 10 besok pagi. Kalau tidak aku sendiri yang akan mengusirnya dari sini!! Meethi berjalan mendekati Nandini setelah Ekadish dan Gomti pergi.
Meethi: Maafkan aku Nandini, aku tidak melakukan apapun. Kau yang melakukannya sendiri. Berhentilah bermimpi untuk mendapatkan Akash, dia hanyalah milikku.
Nandini: Tunggu Meethi! Permainannya belum berakhir. Ibu sendiri yang akan memintaku untuk tidak pergi, kehancuranmu akan segera dimulai.

Nandini duduk sendirian di ayunan taman depan rumah.
Nandini: Takdirku sama saja.
Malvika menghampiri Nandini.
Malvika: Aku merasa sedih melihatmu dimarahi kak Ekadish habis2an. Meethi juga sudah tidak berpihak padamu. Kurasa ini salahmu karena tidak meminta hak mu. Kau harus melakukan segalanya untuk mendapatkan hakmu, berjuang dan manfaatkan apapun jika perlu.
Nandini: Maafkan aku. Tadi aku sedang marah, kau telah menunjukkanku jalan yang benar.
Malvika: Aku hanya melakukan apa yang kuanggap benar. Akash adalah milikmu.
Malvika beranjak meninggalkan Nandini setelah Ekadish memanggilnya, ia bicara dalam hati,”Nandini harus melakukan sesuatu,kalau tidak kak Ekadish akan mengusirnya”. Nandini tersenyum dan bicara dalam hati,”Lihat saja siapa yang akan pergi besok”.

Rani langsung memeluk Meethi dan Ekadish setelah pulang sekolah, ia menceritakan tentang kuil yang besar di sekolahnya kepada Ekadish. Rani tidak sengaja bertabrakan dengan Nandini saat berlari didalam rumah. Nandini pun memarahi Rani karena barang2 yang ia bawa jatuh berserakan.
Rani: Maaf, tapi apa itu Chameli?
Nandini: Rani, tidak semuanya bisa kuberitahu padamu!
Rani: Kau orang yang tidak baik, kau bahkan tidak menanyakan bagaimana hari pertamaku di sekolah.
Rani meninggalkan Nandini dengan wajah cemberut.

Akash sedang bicara melalui telfon dengan Tuan Takhur. Akash lalu menerima telfon masuk dari Vishnu yang memberitahu tentang rencana Tuan Khana. Akash, Vishnu dan Tuan Takhur bicara bertiga lewat telfon.
Vishnu: Kanha ingin mempekerjakan seorang wartawan bernama Aslam Khan.
Tuan Takhur: Mungkin Aslam Khan tau sesuatu.
Akash: Aku sendiri yang akan menghubungi Aslam Khan.

Vishnu pura2 sedang menelfon rekan bisnis lain saat Tuan Khana datang.
Vishnu: Tuan Khana, semua wartawan sudah dihubungi.
Tuan Khana: Waktunya akan segera tiba saat Akash muncul dihadapan semua orang.

Akash melihat Meethi sedang tidur bersama Rani di kamarnya,ia mendekati mereka perlahan dan menyentuh tangan Meethi.
Meethi: Rani merasa sedih karena dimarahi Nandini.
Akash: Meethi, jangan menentang ibu lagi.
Meethi: Tidak, kali ini ibu benar.

Nandini berdiri didekat pintu kamar mereka dan bicara dalam hati,”Permainan terakhirku akan segera dimulai”.

Nandini diam2 masuk kedalam dapur saat Gomti pergi keluar, ia mencampur obat tidur kedalam masakan yang baru saja dibuat oleh Gomti.

Meethi menyuapi Rani dan Akash sambil menunggu yang lainnya bergabung di meja makan. Nandini bersembunyi dibalik tirai dan berkata, “Selain Ibu dan Akash, semua orang memakan makanan yang sudah kucampur dengan obat tidur. Setelah obatnya bekerja, aku akan melakukan sesuatu dan tidak ada yang akan menyadarinya”. Seluruh keluarga Chatterjee sedang menyantap makan malam sementara Nandini menunggu saatnya untuk beraksi.

Nandini bangun ditengah malam saat semua orang sudah tertidur pulas, ia membawa minyak tanah dan masuk kedalam kamar Ekadish. Nandini menyiram minyak tanah tersebut ke gorden dan seluruh ruangan. Nandini berdiri sesaat didekat pintu dan menyalakan korek api, ia langsung keluar dan menutup pintu setelah melemparkan korek api kelantai. Api dengan cepat merambat keseluruh ruangan.
Ekadish terbangun karena merasa sesak nafas, ia terkejut melihat kamarnya sudah dipenuhi kobaran api. Diluar, Nandini sudah bersiap2 dengan selimut dan menunggu teriakan Ekadish.
Ekadish: Akash! Putraku!!
Nandini: Ibu! Tunggu sebentar,aku datang!
Ekadish: Putraku!! Akash terbangun mendengar teriakan Ekadish.
Akash: Ibu??
Nandini masuk ke kamar Ekadish, sementara Akash sedang berlari dari kamarnya menuju kamar Ekadish. Nandini menyelimuti Ekadish dan membawanya keluar dari dalam kamar.
Akash: Ibu? Ibu tidak apa2? Kenapa ini bisa terjadi?
Akash melihat ujung saree Nandini terbakar.
Nandini: Akash!
Nandini berputar2 menghindari api diujung saree nya. Tidak berapa lama setelah Akash memadamkan api diujung saree nya, Nandini merasa pusing, Akash menggendongnya tepat sebelum Nandini jatuh pingsan.

Pencarian Populer:

Saat ini, Anda Sedang Membaca Sinopsis Uttaran Hari Ini 05 September 2016 Tayang di ANTV

author
No Response

Leave a reply "Sinopsis Uttaran Hari Ini 05 September 2016 Tayang di ANTV"