Sinopsis Mohabbatein Episode 153 Tayang di ANTV

debroo.com. Sinopsis Mohabbatein Episode 153 Tayang di ANTV. Romi menerima kesalahannya dan dewan kuliah mengatakan Bala tidak bersalah.

Sinopsis Mohabbatein Episode 153 Tayang di ANTV

Sinopsis Mohabbatein Episode 153 Tayang di ANTV

Romi : aku telah menjebaknya.
Vandu dan Bala senang.
Romi : aku jg siap untuk dihukum.
Ketua dewan menegur Romi
Dewan : kau harus masuk penjara, kau jg akan diusir dari kampus ini.
Mereka meminta maaf kepada Vandu dan membawanya kembali kekampus.
Vandu : lalu bagaimana tentang Bala, dia jg berusaha untuk membawa skandal itu keluar.
Dewan : itu salah, dia mengambil langkah ini tanpa memberitahu kami, kami mohon maaf, kami tidak bisa membawa Bala kembali.
Vandu : jika Bala tidak dapat bergabung maka aku berpikir aku juga akan ……
Bala menghentikan pembicaraannya.
Bala : tidak!
Romi : jgn menghukum Bala untuk kesalahanku, tolong bawa dia kembali.

Vandu pergi.
Bala jg pergi setelah dia.
Bala : apa yang terjadi.
Vandu : ini ada cara, ini salah, mengapa kau dihukum, bagaimana dengan karirmu.
Bala : aku sdh terbukti tidak bersalah, aku akan mendapatkan pekerjaan di mana saja.
Vandu menangis.
Bala : aku tahu mengapa kau menangis, karena aku akan beristirahat di rumah dan kau akan bekerja di sini.
Bala memeluk Vandu
Bala : kau harus bisa bersabar, fase ini akan kita lewati segera bersam-sama.
Simmi menangis dan berbicara kepada Parmeet.
Simmi : bahkan kami ingin melakukan upacara penamaan, jgn biarkan hal itu terjadi. Kau juga harus berada di sana, atau yang lain itu tidak akan terjadi. Kau harus datang, aku ingim lihat siapa yang berani menghentikanmu, berjanjilah kau akan datang.
Ashok datang dan Parmeet bilang aku akan berbicara denganmu nanti.
Simmi : bayi kami tidak mendapatkan berkat-Nya, ini salah.
Ishita melihat ini dan mendapat panggilan.
Ishita : semua akn baik-baik saja, aku akan datang jika darurat.
Ishita : aku minta maaf Simmi, tapi aku hes pergi sekarang.
Ashok bertanya pd Parmeet
Ashok : apa ada masalah tentang upacara penamaan anakmu, sehingga kau takut pd Raman, memungkinkan mengirim Raman dari kota, kau akan mendapatkan kesempatan yang baik untuk pergi ke sana.
Parmeet : kau benar, kau telah melakukan banyak hal untukku.
Ashok : jangan khawatir, aku akan mendukungmu sampai akhir.

Ishita sedang melakukak praktek seorang anak kecil dan mencabut giginya.
ibunya : aku tegang tentang dia, tapi kau melakukannya begitu mudah dan manis, terima kasih sdh datang dalam keadaan darurat.
Ishita : aku akan berikan kasus ini ke Dr. Batra, krn ibuku baru saja hbs kecelakaan.
Ibunya : bagaimana itu terjadi.
Ishita : seorang pria sdh ceroboh, dia mengemudikan mobil dgn kecepatan tinggi.
Ibunya : aku jg pernah mendengar kasus serupa, tetanggaku pernah mengatakan kepadaku, bhwa mobil itu menabrak pohon.
Ishita terkejut
Ishita : kasus itu sama dengan Amma, apa tetanggamu dapat membantu kami, apa kau bisa membuatku bertemu dengannya.
Ibunya : ia adalah saksi dan memiliki semua rinciannya, tapi dia akan berangkat ke Dehradun hari ini.
Ishita : biarkan aku bertemu dengannya ketika dia kembali, terima kasih.
Ishita pulang.
Ruhi : Ibu Ishi kami menunggumu.

Ishita meminta Raman untuk datang dengan dia karena dia harus berbicara dengannya.
Appa datang kepada mereka
Appa : Amma…..
Mereka buru-buru untuk melihat Amma.
Amma sedang kritis.
Raman : aku akan memanggil dokter.
Dokter : aku sedang berada di Bangalore.
Raman : tapi Amma sedang kritis.

Ishita berbicara kepada dokter dan meminta obat-obatan.
Ishita menulis semua obat”an nya dan meminta Raman untuk segera membawanya.
Amma tidur.

Ishita : Raman kita tidak bisa terus membiarkan Amma ada disini, kita harus membawanya ke rumah sakit untuk tetap berada di bawah pengawasan.
Perawat meminta semua orang untuk pergi keluar.
Ruhi : apa nenek aka baik-baik saja.
Ishita : ya

Ishita meminta Ruhi untuk pergi dan tidur.
Appa meminta Ishita untuk pergi.
Raman : aku pikir Ishita harus tinggal di sini.
Ruhi : aku jg ingin tinggal di sini.
Ibu Bhalla : tdk Ruhi kau harus pulang.
Raman meminta Ruhi untuk ikut dengan nya.
Ruhi : ayah pasti merasa kesepian tanpa Ibu Ishi, baiklah aku akan tidur dengan Ayah dan Ibu Ishi bisa datang besok.
Raman menonton kriket.
Ruhi : ayah kecilkan volume tv nya.
Raman : kau ini sudah seperti Ibu Ishi mu saja, sekarang tidurlah.
Ruhi bermain dengan rambut Raman.
Ruhi : aku suka bermain dengan rambut Ibu Ishi, tapi rambut Ayah pendek.

Raman mencoba untuk membuat Ruhi tidur.
Ruhi : ayah maukah kau menyanyikan sebuah lagu untukku.
Raman menyanyikan Sojaa untuk Ruhi. Ruhi tertawa.
Ruhi : ayah ceritakan kisah apapun.
Raman : aku tidak tahu.
Ruhi : ayah bisa membacanya dari bukuku.
Raman : mana bukunya.

Ruhi memberinya.
Raman membacakan buku cerita utk Ruhi.
Ruhi tertidur.
Raman melihat dirinya dan tersenyum.
Raman datang ke balkon.
Ishita juga dtg ke balkon rumah Amma.
Mereka melihat satu sama lain dan tersenyum.
Raman bertanya dengan kode bisa kita pergi untuk berjalan-jalan.
Ishita kemudian mengiyakan dan akan datang.
Raman tersenyum.
Mereka keluar rumah dan jalan.

Ishita : sekarang kau tahu kan betapa sulitnya untuk membuat anak tidur?
Raman : Ruhi terlalu manja denganmu.
Ishita : anak perempuan pasti pergi dengan Ayah mereka, dia sama sepertimu.
Raman : mengapa, apa dia kasar sepertiku?
Ishita : tidak, hanya keras kepala sepertimu.
Raman : aku tidak keras kepala, tapi agak.
Mereka duduk di bangku dan bicara.
Mereka mulai lagi seperti biasa.
Raman : kau bilanh kau ingin berbicara denganku sendiri, itu benar-benar atau kau sedang mencari alasan.
Ishita : aku ingin mengatakan tentang info yang terkait dengan kecelakaan Amma, aku akan memberitahumu rincian setelah aku mengetahuiny.
Raman : aku akan menghancurkan hidup orang itu setelah aku mendapatkannya.
Ishita : bagaimana seseorang bisa begitu ceroboh, aku tidak mampu menanggung melihat wajah Amma.
Raman : jangan sedih, kau harus mengurus Amma.
Ishita : oh ya upacara penamaan anak Simmi besok.
Raman : ya, kita harus melakukannya dengan baik, untuk membuat Simmi senang dan tidak merasa kesepian.

Raman menunjukkan Ishita beberapa foto mangkuk perak seperti punya Ibu Bhalla, Raman ingin hadiah itu untuk tamu.
Ishita : ini untuk perubahan, pilihan yang sangat baik.
Raman : terima kasih untuk tidak menghina pilihanku yg mencolok, kalung ini benar-benar mencolok.
Ishita : tidak, tindakan itu benar-benar sangat manis.
Raman : aku harus kembali, ini sudah terlambat.

Ishita tersenyum.
Raman pergi.
Paginya, ibu Bhalla melihat beberapa gaun untuk bayi.
Ishita membawa gaun pink untuk bayi simmi.
Ibu Bhalla menyukainya.

Ibu bhalla : kita akan memberikan nama pd bayi simmi hari ini.
Raman datang
Raman : aku sdh berbicara dengan Pandit, aku jg sdh membayarnya, dia akan membawa semua barang.
Ishita : aku berbicara dengan melayani dan memutuskan segala sesuatu.
Ibu Bhalla : Simmi apakah kau butuh sesuatu.
Simmi berpikir : mari kita lihat apa yang mereka lakukan ketika Parmeet datang.

Pencarian Populer:

Saat ini, Anda Sedang Membaca Sinopsis Mohabbatein Episode 153 Tayang di ANTV

No Response

Leave a reply "Sinopsis Mohabbatein Episode 153 Tayang di ANTV"