Sinopsis Mohabbatein Episode 152 Tayang di ANTV

debroo.com. Sinopsis Mohabbatein Episode 152 Tayang di ANTV.

Sinopsis Mohabbatein Episode 152 Tayang di ANTV

Sinopsis Mohabbatein Episode 152 Tayang di ANTV

Parmeet : Romi, Raman akan menghancurkanmu.
Raman membuka pintu dan meminta Parmeet untuk berpikir tentang dirinya untuk tidak ada yang bisa mengashut Romi. Raman memegang tangan Romi
Raman : Parmeet, apa yang kau pikirkan, apa kau berpikir bahwa kau akan membuat saudaraku melawan kakaknya sendiri? Waktu itu aku telah memukulimu seperti anjing ketika kau menyebut nama Ishita, jadi jgn coba beraninya lagi kau menyebut nama Ishita lagi. Pergilah sebelum aku mematahkan tulangmu.

Parmeet pergi mendengar omongan dari Raman. Raman menampar Romi
Raman : apa kau ini sejenis hewan? Kenapa kau melakukan suatu hal yang murahan seperti ini, kenapa kau tidak mati saja, Amma sdh seperti ibu kita, jika ini terjadi dengan ibu kita, apa kau tdk berpikir, aku jg malu menyebutmu adalah saudaraku, kau seperi pria murah.

Romi dan Bunty mengatakan bahwa Romi tidak melakukan kecelakaan. Raman bertanya tentang MMS Mihika.
Romi : itu mmg kesalahanku, tapi itu karena Mihir, aku marah pada dirinya jadi aku melakukan ini, dan teman-temanku lah yg menyebarkannya ke internet.
Raman menegur Bunty dan mengatakan bahwa Romi telah melakukan kesalahan besar.
Raman : berpikirlah, jika ada yg bermain dengan rasa hormat beberapa gadis yang tidak bersalah, jika hal ini terjadi dengan Simmi atau Rinki, maka apa yang akan kita lakukan. Mihika juga keluarga kita, bagaimana kau bisa melakukan hal ini dengannya.
Romi : aku melakukan ini hanya untuk balas dendam pd Mihir, pukul aku, bunuh saja aku.
Raman : jika kau tidak melakukan apa-apa, kenapa kau tidak menjawab tuduhan Ishita.
Raman meminta Romi untuk berbicara.
Ibu Bhalla : Ishita bagaimana Ibumu.
Amma : kami tidak dapat memberikan makanan padat nya, apakah Raman datang.
Ibu Bhalla : tidak.
inspektur datang ke Bhalla rumah.
Ishita : kau di sini.
Inspektur : tuan Raman yg meminta kami datang, tuan Raman meneleponku untuk memberi Romi kepada kami untuk kasus yg diperbuatnya dan kami akan menjalankan tugas kami.
Simmi : bagaimana kau bisa menyalahkan Romi, mungkin bkn dia yg melakukan kecelakaan pada Ny Iyer.

Raman membawa Romi kerumah.
Tuan Bhalla berbicara kepadanya.
Raman : Aku yg menelepon inspektur.
Romi : mengapa kau melakukan ini kak?
Ibu Bhalla : kita bisa berbicara dengannya baik”.
Raman : aku sdh mendengar semuanya.
inspektur meminta Romi untuk ikut dengan mereka dengan kasus keceakaan yg menimpa Amma.
Raman : berhenti inspektur, aku minta maaf, tapi aku tidak tahu segala sesuatu sebelumnya, tapi sekarang aku yakin bahwa Romi tidak terlibat dalam kecelakaan trsebut, aku sangat menyesal, tetapi kau tidak bisa membawanya.
inspektur : kau tidak bisa bercanda dengan hukum, datanglah ke kantor polisi dan berbicara dengan kami di sana.

Pathak datang dan membawa surat-surat jaminan.
Romi lega karena berkat Raman.
Raman : aku tidak ingin mengolok-olok hukum, saudaraku tidak bersalah, aku yakin itu.

Polisi pergi.
Ishita menangis melihat ini.
Romi memeluk Ibu Bhalla.

Ishita : Raman bagaimana kau bisa melakukan ini, kau mengetahui kebenarannya, bagaimana kau dapat memanipulasi kebenaran hanya karena hubunganmu.
Ibu Bhalla : aku yg akan menghukum Romi, tp aku mohon supaya kau bisa memaafkannya sekarang, apa yang sdh ia lakukan pd Mihika, kau bisa menghukumnya, tapi tidak dengan dipenjara, demi kehormatan rumah ini, dan dia jg tidak melakukan kecelakaan itu, ia tidak bisa menyakiti ibumu.
Ishita : dia sdh sgt bersalah, pertama Mihika, lalu kk ipar Bala, dan sekarang Amma, ia telah menyakiti semua orang. Pekerjaan kak Vandu dan kak Bala jd dipertaruhkan, lalu rasa hormat Mihika dan sekarang hidup Amma, aku tidak bisa memaafkannya, Ibu mertua bisa jadi sangat memanjakannya.

Raman meminta Romi utk mengatakan segalanya pd Ishita apa yang sdh romi katakan kepadanya.
Romi datang ke Ishita

Romi : aku takut kemarin ketika kau memintaku utk mengatakan semuanya, aku tidak ada pada saat kecelakaan, tp aku berada di rumah sakit. Aku juga tidak berbohong, aku melanjutkan perjalanan perguruan tinggi dan bertemu dengan seorang gadis, ketika aku bersama Bunty, saya mendapat telepon, dia bilang kalau dia hamil karena aku.
Ishita : wow. Romi menceritakan segalanya.
Romi : aku pergi menemui gadis itu, aku berpikir jika kak Raman tahu ini, dia akan membunuhku, aku sdh mengatakan kebenarannya, tp sungguh aku tidak melakukan kecelakaan itu, aku tahu aku membuat banyak kesalahan, aku menerimanya, tapi Amma jg seperti ibuku.
Romi : bagaimana bisa aku melakukan ini, aku tidak pernah bisa melakukan ini. Aku takut orang tuaku bisa tahu, aku mengatakan kepada kak Raman ketika aku mendapat telepon kontroversial bahwa dia hamil, dia adalah putri Menteri jadi aku takut, aku sangat menyesal.
Ishita : aku tidak mengerti, baik jika kau tidak melakukan kecelakaan pada Amma, tapi apa kau pikir apa yang kau lakukan itu adalah kesalahan-kesalahan kecil, apakah kau berpikir tentang keluarga dan penghormatannya, kehidupan semua orang semakin hancur, Vandu dan Bala mendapat penghormatan dan semua kehidupan itu sdh kau hancurkan. Lalu Mihika, apa yang kau lakukan padanya, kau menghancurkan rasa hormat nya, apakah kau berpikir apa yang akan terjadi dengan dia, bagaimana dengan gadis itu jika dia hamil, kau tidak bs menghormati rasa hormat siapapun, kau tidak seperti adikku, apalagi yang lain kau akan berpikir tentang rasa hormat gadis, apa yang kau lakukan apa bisa diperbaiki, jgn meminta maaf kepadaku, maafkan aku krna aku hrs berbicara seperri ini.

Ishita pergi ke rumahnya utk bertem Amma.
Romi meminta maaf kepada orang tuanya.
Tuan Bhalla : aku tidak punya tempat untuk anak sepertimu.
Ibu Bhalla menghentikan kemarahannya. Raman menegur Romi
Raman : kau punya segalanya dengan gratis, Bala kehilangan pekerjaan karena kau, ia memiliki istri dan anak, apakah kau tahu bagaimana kau akan bertahan hidup tanpa uang, kau bilang kau akan melakukan apapun untuk tidak masuk penjara, pergi dan minta maaf kepada semua orang di rumah Iyer, Mihika hrs memaafkanmu dan yg lain jg, sebelum mereka memaafkanmu, kau tidak bisa datang kerumah ini.
Mihir yg mengetahui ini bereaksi sangat marah pada Romi
Mihir : jika saja kau bkn saudara Raman, maka aku tdk akan mengampunimu.
Romi : tlg maafkan aku.

Appa mengirimkan Romi.
Mihika menangis
Mihika : aku ingin Romi untuk dihukum.
Ishita : dia sdh mendapat hukuman, lupakan semua ini dan mulailah hidup baru.
Mihika : Mihir terkait dengan keluarga itu dan aku harus melihat wajah Romi setiap hari. Aku tidak bisa melupakan ini.
Ishita : bahkan aku jg tinggal di rumah itu, kita tidak bisa menghukum dia sehari-hari, dia menyesalinya, ampunilah dia.
Mihika : maaf aku tdk bs.

Mihika pergi ke kamarnya.
Mihir pergi setelah dia.
Appa : kemarahan Mihika itu masih dibenarkan.
Ishita : aku juga marah pada Romi, tapi dia sdh menerima kesalahan dan ingin mengubahnya, jadi kita harus memberinya kesempatan.
Appa : tapi bagaimana dgn kecelakaan Madhu.

Ishita berpikir.
Seorang pria mencuci mobil dan mengatakan yang sama untuk sama, sempurna.
Dia menyebut seseorang dan mengatakan mobil siap, seperti yang Anda katakan, Anda tidak dapat mengidentifikasi itu mobil yang sama yang memukul pohon, kesampingkan kecelakaan.
Pammi datang dengan membawa manisan dan menceritakan tentang upacara penamaan putri Pooja.

Pammi : bayi Simmi juga harus diberi nama, bagaimana kau bisa mengatakan padanya selalu memanggil bayi.
Ibu Bhalla : Parmeet berada di Dubai ketika ia dilahirkan.
Ishita : kami akan melakukannya segera.
Pammi pergi.
Ibu Bhalla meminta Simmi utk berpikir memberi nama pd bayinya.
Ishita : ya, pikirkan lah nama yg baik.
Simmi mengejek mereka
Simmi : Parmeet tidak ada di sini bahkan sekarang, bagaimana kita bisa memberi namanya dalam ketiadaan Parmeet bahkan berpikir ia masih hidup.

Pencarian Populer:

Saat ini, Anda Sedang Membaca Sinopsis Mohabbatein Episode 152 Tayang di ANTV

No Response

Leave a reply "Sinopsis Mohabbatein Episode 152 Tayang di ANTV"