Sinopsis Mohabbatein Episode 173 Tayang di ANTV

debroo.com. Sinopsis Mohabbatein Episode 173 Tayang di ANTV. Raman pergi. Ishita dan Mihika menggoda Vandu.

sinopsis-mohabbatein-episode-173-tayang-di-antv

sinopsis-mohabbatein-episode-173-tayang-di-antv

Amm : kau jg tidak memberitahuku.
Ishita : aku akan pergi ke klinik, kk selamat ya.

Ishita pergi dan datang ke klinik.
Sarika : seseorang sedang menunggu, dia tidak sabar bertemu dgnmu, namanya Ashok Khanna, dia mengatakan ia ingin berbicara sesuatu yang pribadi dgnmu.
Ishita : mengapa dia datang ke sini. Apa dia ingin berbicara tentang Raman dan Shagun.

Raman berbicara kepada Pathak dan Shagun.
Pathak : ada kamera CCTV yang terekam, dan kasus ini akan kritis. Mereka dapat memeriksa ulang rekaman.
Shagun : kita tidak bisa mengambil kesempatan, ini tidak dapat terjadi, Raman berpikirlah.
Pathak : rekaman akan diserahkan ke kantor polisi.
Ashok : Ishita aku tahu kau tidak tertarik padaku, tapi aku tidak suka apa yang terjadi di antara Shagun dan suamimu, aku memperingatkan dia, tapi dia tidak mengerti, bahkan Raman tidak mundur, katakan padanya Shagun bukan istrinya lg, Ini sdh 6 tahun, tinggalkan dia.
Ishita : aku tidak bisa mendengar apapun terhadap suamiku darimu, kau bs pergi.
Ashok : aku harus katakan, kau mmg sangat percaya pd Raman.
Ishita : itu bkn hal yg buruk jika raman bertemu shagun, mereka memiliki seorang putra, dan mereka akan selalu menjaga hubungan ini, aku percaya padanya dan aku tidak perlu menunjukkannya kepada kau, tinggalkan tmpt ini atau aku akan menelepon seseorang.
Ashok : kepercayaan adalah hal yg baik, tetapi buta kepercayaan adalah hal yg buruk.

Ashok pergi.
Pathak : jika polisi mendapatkan rekaman itu, itu bisa menjadi masalah, tapi aku akan melakukan sesuatu.
Raman : apa kita bs menyiap inspektur itu dan mengambil rekamannya? Shagun aku sedang berbohong kepada semua orang, aku melakukan pekerjaan ilegal, apa yang kau lakukan ini salah.
Shagun : maaf.

Pathak menemui inspektur Balram dan meminta dia untuk mengambil rekaman 10 Juni ketika kecelakaan terjadi.
Pathak memberinya uang.
Ishita pulang dan berpikir tentang Raman dan Shagun.

Ishita : cukup Ishita, Raman mengatakan ini ttg Adi. Aku harus menunggu Raman, dia akan memberitahuku ketika waktu yang tepat datang, apa yang dia pinta sampai sekarang, hanya percaya dan aku bisa memberinya.

Ruhi datang dan berbicara kepada Ishit
Ruhi : Ibu Ishi bagaimana melakukan bayi supaya datang di rumah sakit, oleh Tuhan.
Ishita : Tuhan memberikan bayi dan mengirim mereka ke rumah sakit, maka orangtua membawa mereka dari rumah sakit. Mereka menangis dan kemudian berhenti menjadi kebiasaan.
Ruhi : apa aku menangis juga.

Ishita menatapnya.
Ruhi memegang telinganya

Rihi : maaf, waktu itu Ibu Ishi tidak ada di sana, tapi Ibu Shagun. aku harus mendapatkan saudara kecil, aku akn berdoa kepada Tuhan
untuk memberikanku saudara, tolong, kau dan Ayah pergi ke rumah sakit untuk membawanya.

Ishita menangis.
Ishita : Tuhan sudah memberi saudara yang baik untuk Ruhi, yaitu itu Adi.
Ruhi : dia tidak mau bermain denganku, dia hanya menegurku di sekolah.
Ishita : mari kita pergi untuk makan malam.
Raman : Shagun kau tidak perlu khawatir, karena Pathak telah membersihkan semua footages (rekaman).
Shagun : terima kasih Tuhan, Adi pasti takut.
Raman : katakan kepadanya untuk tidak takut, aku bersama dia.

Shagun terkejut melihat Adi pulang tidak enak badan.
Opas kantor mengatakan berbicara dengan guru kelasnya, ia muntah.

Shagun : aku akan memanggil dokter.
Adi : ibu ….
Shagun : dokter memberimu suntikan, kau akan merasa lebih baik.
Adi : pergilah. Aku sedang tidak merasa baik. Aku takut.
Shagun : Raman tidak pernah melanggar janjinya, jangan takut, tidak ada yang akan memisahkan kita, kita bisa pergi pada perjalanan kecil, kau akan merasakan perubahan, Kau, Ibu, Ruhi dan Raman.
Adi : mengapa mereka.
Shagun : ya aku rindu Ruhi, Ibu ingin bersama-sama sebagai sebuah keluarga, aku tidak tahu jika aku tidak mendapatkan kesempatan ini lagi.
Adi : aku akan berbicara dengannya jika ibu ingin itu.
Shagun : aku tidak tahu dia akan setuju atau tidak.
Adi : aku akan menelponnya.
Shagun : setelah semua keluargaku, anak-anakku, mengapa aku harus tidak pergi berlibur, waktu Ishita harus tahu tidak ada yang bisa mengambil tempatku, mari kita lihat apa yang dia lakukan sekarang.

Adi menelpon Raman
Adi : apa kau bs membawaku keluar dari Delhi untuk satu hari, apa kau akn datang.

Raman tersenyum.
Adi : aku rindu Ruhi, apa kau akn membawanya.
Raman : tentu saja.
Adi : aku, Ruhi dan ibu.

Raman tertegun
Raman : baiklah, kita akn pergi.

Ramam berpikir : bagaimana mungkin aku dengan Ruhi dan tanpa Ishita.
Mlam nya,
Raman : Adi meminta padaku setelah bertahun-tahun, aku sering bermimpi tentang hal ini untuk menghabiskan waktu dengan Adi, untuk bermain dengannya, untuk balapan dengan dia, tapi Adi bertanya ini, bagaimana cara memberitahu Ishita.
Ishita datang dalam ruangan dan menjahit pakaiannya.
Raman berpikir : aku harus memberitahu Ishita, aku yakin dia akan mengerti.
Ramam : Ishita aku sedang berpikir untuk merencanakan piknik.
Ishita : ide bagus, Ruhi akan senang, kita akan mengajak semua orang, itu akan menjadi perubahan yang baik untuk Simmi juga, kita akan pergi dengan bus.

Ishita bersemangat.
Raman : Adi, Ruhi dan Shagun, aku akan pergi dengan mereka.

Ishita terkejut dan tangannya terluka oleh jarum.
Raman : Ishita ……
Ishita : aku baik” saja.
Raman : Adi meminta padaku ini setelah enam tahun, aku minta maaf aku tidak bisa mengatakan tidak kepadanya.

Ishita menangis.
Raman : apa kau bisa memenuhi permintaanku ini, dan jika tdk keberatan bisakah kau meyakinkan Ruhi untuk ikut piknik ini.

Ishita pergi.
Raman : apa yg terjadi, aku tidak dapat menjelaskan pd siapa pun, disatu sisi Adi dan sisi lain Ruhi dan Ishita.

Raman menangis
Raman : Ishita cobalah mengert aku, aku ingin memberitahumu soal ini beberapa hari. kau juga tepat di tempatmu. Ishita mencuci wajahnya menangis di kamar kecil
Ishit : Ishita kau tidak perlu menangis untuk dia, dia tidak peduli, tidak ada gunanya untuk ini.

Ishita datang kembali dan berteriak.
Ishita : mengapa Adi ingin mengambil Ruhi sekarang, dia tidak memperlakukannya dengan cinta bahkan di sekolah.
Raman : dia kakaknya, dia merindukannya.
Ishita : baiklah, ambil Ruhi, jangan tanya padaku.

Ishita meninggalkannya dan pergi ke rumah Amma sambil menangis.
Ibu Bhalla melihat dirinya dan terkejut.
Ishita melihat rumah Amma dikunci.

Ishit : kemana mereka pergi, mereka tidak berpikir aku bisa membutuhkan mereka.

Ibu Bhalla melihatnya.

Pencarian Populer:

Saat ini, Anda Sedang Membaca Sinopsis Mohabbatein Episode 173 Tayang di ANTV

No Response

Leave a reply "Sinopsis Mohabbatein Episode 173 Tayang di ANTV"