Sinopsis Mohabbatein Episode 179 Tayang di ANTV

debroo.com. Sinopsis Mohabbatein Episode 179 Tayang di ANTV.

sinopsis-mohabbatein-episode-179-tayang-di-antv

sinopsis-mohabbatein-episode-179-tayang-di-antv

Raman : aku akan bertarung dengan dunia demi Adi selama aku masih hidup, tidak akan terjadi apapun pada Adi, tapi dengarkan aku, Ishita sangat cerdas dan dia adalah ibu yang baik, dia akan memahami kita, dia akan membuatku membantu Adi , tolong biarkan aku untuk mengatakannya pada Ishita.
Shagun : tidak Raman, kau sdh berjanji, aku tidak percaya padanya, dia bukan ibu Adi, tapi aku ibunya, bersumpahlah padaku bahwa kau tidak akan mengatakan padanya.
Raman : baiklah, sampai aku mati aku tdk akan memberitahu siapa pun ttg kebenaran ini sampai Adi keluar dari masalah ini, ingatlah tidak ada yang akan bisa terjadi padanya.

Raman pergi.
Mihir : Shagun aku ingin berbicara denganmu, datanglan ke ruanganku.

Romi melihat dirinya dan berpikir apa yang dia lakukan di sini.
Mihir : apa yang kau lakukan.
Shagun : aku tidak perlu menjelaskan apapun padamu.
Mihir : ini adalah kantor.
Shagun : ya aku tahu ini kantor Raman, kantor suamiku.
Mihir : kau bkn istrinya lagi, sebenarnya apa yang kau inginkan.
Shagun : kau tidak memiliki hak apapun terhadap diriku.
Mihir : aku punya hak, beritahu aku apa yang kau inginkan dari Raman.

Romi melihat mereka bertengkar.
Romi : dia tidak akan berubah.

Ibu Bhalla menelpom Romi
Ibu bhalla : aku telah mengirim makanan untukmu dengan sopir, kau harus makan.
Romi : apa dia sdh sampai.
Ibu Bhalla : tidak Ishita yg akan datang kesana, dia pergi kesana sekalian untuk mengambil tanda Raman.
Romi : oh tidak, Shagun juga ada disini.
Ibu Bhalla : apa Shagun dsn? hentikan mereka jgn sampai bertemu.

Romi melihat Ishita.
Romi : Ibu, Ishita sudah datang.
Shagun : Pergi dan tanyakan pada Raman apa masalahnya, bukan aku.

Ishia bertanya pada Romi tentang Raman dan seseorang mengatakan Raman berada di ruang konferensi.
Ishita pergi dengan lift dan tidak melihat Shagun lewat.
Ishita menemui Raman dan Raman menandatangani formulir.
Ishita ingin pergi dan raman menghentikannya.

Raman : maaf, aku tidak bisa datang ke sekolah karena aku sibuk dalam pekerjaan.
Ishita : baiklah

Ishita pergi.
Raman : Ishita maaf, maafkan aku jika itu mungkin.

Ishita menghentikan lift dan masuk.
Ishita bertemu Shagun di lift.
Shagun melihat Ishita dan bergantian dgn eksperi terkejut.
Romi menelpom Ibu Bhalla

Romi : Ibu keduanya tidak saling melihat.

Ibu Bhalla merasa lega.

Ibu Bhalla : terima kasih Tuhan.

Mesin lift tiba-tiba mati, Ishita dan Shagun terjebak di dalam.
Ishita menelpon Mihir

Ishita : Mihir lift nya berhenti.
Mihir : aku akan mengatakan ini pada Raman.

Raman bergegas untuk menolong Ishita.
Shagun merasa kepanasan akibat terjebak di lift dan mengipas-ngipaskan amplop yg ada ditangannya.
Shagun tersadar bahwa amplop itu surat dari pengadilan.
Shagun mengejek Ishita.

Shagun : kau tahu, Raman akan menyelamatkan aku, dia sdh berjanji, dia akan berjuang untuk memenangkam kasus ku ini.
Ishita : ini tidak diperlukan, jika kau ingin kau dapat mengakui kesalahanmu. Kau bisa meminta maaf kepada Ibuku, sebab tidak mudah untuk membunuh siapa pun.
Shagun : aku tidak mau bicara apapun, pengacaraku dan Raman memintaku untuk tidak khawatir.
Ishita : tentu saja, tapi terlihat jelas ada keringat dan ketegangan di dahimu.

Raman dan Mihir mencoba membuka lift dan mereka melihat Ishita dan Shagun sedang bersama-sama.
Raman memberikan tangannya untuk menolong Ishita, sementara Shagun memberi tangannya ke Raman.
Shagun marah.

Raman : Ishita berikan tanganmu.

Ishita menatap Raman.
Ishita malah meminta bantuan Mihir untuk memberikan tangannya dan keluar dr lift.
Ishita : Mihir terimakasih.
Raman kemudian membantu Shagun.

Shagun : Raman terimakasih.
Mihir : Ishita apa aku dapat membantumu yg lain.
Ishita : tidak

Ishita pergi.
Romi melihat Raman.
Mihir menghentikan Ishita.

Ishita : jangan tanya padaku ttg apapun, aku tidak tahu apa-apa, suatu hal telah berubah dalam wktu sesaat, mengapa hal ini terjadi.
Mihir : kami semua bersamamu, kau jangan khawatir, biasanya aku selalu ada di pihak Raman, tapi tidak kali ini, karena dia bersalah, aku akan mendukungmu, bukan dia, terima kasih Ishita, aku mengatakan ini suapaya kau tidak tegang dlm hal ini, semuanya akan baik-baik saja.

Ishita pergi dgn mobilnya.
Simmi berbicara kepada Parmeet.

Simmi : aku bingung dengan Raman, Ishita telah membuat semua orang mendukung dirinya.
Parmeet : kau mmg tidak bersalah, tp kadang-kadang kita harus memeluk musuh untuk orang-orang terkasih.
Simmi : aku berharap Raman akan melihat sisi baik ini darimu.

Simmi mengakhiri panggilan
Simmi : Raman harus tahu aku sedang melakukan ini untuknya, karena aku ingin dia melihat siapa pemberi selamatnya.

Ashok memarahi Shagun krn menemui Raman.
Shagun : skg lihatlah, kau pergi menemui Ishita untuk memberitahu tentang aku, lihat ini pemberitahuan dari pengadilan, apakah kau bahagia sekarang, dia mengajukam kasus terhadapku. Rencanamu ini adalah salah, apakah kau bahagia melihatku masuk penjara, kau menunjukkan bhwa kau mencintaiku, kalau begitu ikut dan temui aku di penjara sekarang.

Ashok membacanya
Ashok : aku minta maaf sayangku, smbil merayu Shagun.
Shagun : jangan sentuh aku, aku meninggalkan Raman dan datang kepada kau, dia yg membantuku, dan kau tdk melakukan apa-apa.
Ashok : aku cemburu, kau tahu kau adlah kelemahanku.
Shagun : cukup, permainanmu ini telah menghancurkan hidupku.
Ashok : aku akan mendapatkan pengacara terbaik untukmu.
Shagun : aku sdh tidak percaya lg padamu, aku lebih percaya Raman, hanya dia, ingat itu.

Shagun pergi.
Ashok menjadi marah.

Ashok : Ishita kau sdh sangat mengganggu.

Mrs Kaur berbicara kepada Ishita
Mrs kaur : kasus ini lemah, karena Raman mendukung dia, tapi kita harus mengambil kebenaran.
Ishita : sekarang kita tidak akan mundur.
Kaur : aku akan membuat Shagun dihukum.

Kaur bertanya tentang pria yang di bayar Ashok untuk pura-pura membeli mobilnya
Kaur : jika kita bs membuktikan bahwa org itu tidak bisa membeli mobil, mgkn ini akan jd bukti.
Ishita : di cacat, ia tidak bisa mengemudi.
Kaur : itu berarti kita harus menggunakan orang itu.
Shagun : Raman, Adi datang untuk mengetahui segala sesuatu tentang kasus pengadilan.

Adi datang dan menangis.
Adi : kau tidak menepati janji, kau akan mengirim ibuku ke penjara demi ibu Ishita, aku akan mengatakan kebenaran di pengadilan bahwa aku yg melakukan kecelakaan jika terjadi sesuatu pada Ibuku.
Raman : selama aku hidup, aku tidak akan membiarkan sesuatu terjadi pada kau dan Shagun.
Adi : itu semua hanya kebohongan.

Adi pergi.
Shagun pergi setelah Adi.
Amma sedang tegang.
Ishita meminta Amma utk tdk tegang.

Amma : apakah ini diperlukan untuk melawan hal ini, Ibu baik-baik saja sekarang, lupakan apa yang terjadi, tidak ada gunanya. Kasus ini telah menciptakan masalah dalam hidupmu, ini semua salah Ibu, Ibu minta maaf.

Amma menangis.
Ishita : mengapa ibu menyalahkan diri sendiri.
Amma : kau dan Raman sedang merasa senang dan memiliki persamaan yg baik, Raman ternyata begitu baik dan semuanya hancur karena aku, Ibu datang di antara kalian berdua. Aku meminta Tuhan untuk memberikan suami terbaik untukmu, suami yang mencintaimu dan lihat apa yang terjadi.
Ishita : aku telah melihat cinta di mata Raman, tapi tidak untukku, tapi utk Shagun, dia datang kepada Shagun ketika Shagun membutuhkan raman, shagun mengambil segala sesuatu dari raman, bahkan raman berdiri utk melawanku demi Shagun.

Ishita menangis
Ishita : setidaknya Raman tahu arti mencintai, dan semua nasib tidak untukku, Cinta didapat oleh nasib dan aku tidak mendapatkannya, aku akan menanggung ini dan tentang hal ini juga, bahkan jika orang lain melakukan kecelakaan, apa kita akan memaafkan orang itu.

Amma menangis juga.
Ishita : Ibu tolong dukung aku, kau lah yg menjadi kekuatanku, jgn membuatku lemah, Ibu yg mengatakan kepadaku hubungan itu diuji saat masalah datang.

Pencarian Populer:

Saat ini, Anda Sedang Membaca Sinopsis Mohabbatein Episode 179 Tayang di ANTV

No Response

Leave a reply "Sinopsis Mohabbatein Episode 179 Tayang di ANTV"