Sinopsis Mohabbatein Episode 194 Tayang di ANTV

debroo.com. Sinopsis Mohabbatein Episode 194 Tayang di ANTV. Raman mengatakan pd Ishita kalau dia akan berbicara dengan Simmi.

sinopsis-mohabbatein-episode-194-tayang-di-antv

sinopsis-mohabbatein-episode-194-tayang-di-antv

Ishita : dia sedang pergi menemui Parmeet.

Raman terkejut.
Ishita : Raman, Simmi bukan anak kecil lagi, jadi cobalah bicara dengannya dengan tenang.
Raman : baiklah.

Raman tersenyum melihat hidangan pasta.
Raman : aku sangat menyukai ini.

Ishita berpikir untuk mencoba membuatkannya nanti untuk Raman.
Raman meninggalkan kantor.
Simmi datang untuk menemui Parmeet di kantornya.

Parmeet : simmi, apa yang kau lakukan di sini.
Simmi : aku minta maaf, tp aku sdh tidak tahan lg sekarang.
Parmeet : mmg nya apa yang terjadi.
Simmi : aku menelponmu begitu banyak tapi kau tidak menjawab panggilanku.

Simmi menangis dan Parmeet meminta simmi untuk duduk.
Parmeet mengambil bayi mereka dan bertanya apa yang terjadi.

Simmi : kau memintaku untuk menjadi kuat, tapi aku tidak bisa hidup tanpamu.
Parmeet : simmi berhentilah menangis, beritahu aku apa masalahnya.

Simmi mengatakan beberapa hal pada Parmeet.
Mihika melihat Simmi dengan Parmeet di ruangannya.
Simmi memeluk Parmeet.

Mihika berpikir : apa yg dilakukan Simmi di sini dan knp dia menangis.

Ashok masuk ke sana dan melihat Parmeet memeluk Simmi.
Ashok keluar kembali dr ruangan itu.

Ashok : apa yang adik Raman lakukan di sini.

Romi mengempeskan ban motornya dan berharap Sarika datang untuk memberinya tumpangan saat itu.
Romi menunggu Sarika

Romi : sepertinya aku sdh putus asa untuk bs duduk di belakangnya sarika.

Teman-teman romi datang ke sana dengan mobil mereka dan menawarkan bantuan.
Romi meminta mereka untuk pergi.
Sarika datang dan melihat Romi.
Romi tersenyum.

Teman : Romi siapa dia, dia seperti cahaya dan sangat cantik.
Romi : aku akan menghajarmu jika kau berani bicara seperti itu lagi, tinggalkan saja kami.
Teman : bagaimana kau akan pergi dan kami meninggalkanmu.
Sarika : siapa mereka.
Romi : mereka adlah teman-teman kuliahku, sekarang aku sedang sibuk.

Romi meminta mereka untuk pergi.
Sarika : aku tidak membawa motorku, krn sedang ada dengan mekanik, aku pikir sepertinya aku hrs membeli yang baru.
Romi : aku pikir aku akn duduk di belakangmu dan kita akn pergi.
Sarika : apa motormu ban nya kempes.
Romi : ya, tp kita msh byk pilihan, lihat bajai dtg.

Mereka pergi menaiki bajai.
Sarika : aku tidak punya uang.
Romi : jangan khawatir, aku akan mengantarkanmu.

Sarika merasa tdk enak pada Romi krn sdh merepotkannya.
Romi : tenang saja, Raman adalah kakakku dan dia tidak akan keberatan jika aku datang terlambat.

Raman menegur Subbu karena hasil neraca yang salah.
Raman marah pada semua staf.

Raman : aku mengerti, pasti Romi yg melakukan kesalahan ini.
Romi datang dan melihat Raman marah.

Raman meminta Subbu untuk tegas pada Romi sebagai juniornya.
Raman : ada di mana Romi.

Romi datang dan Raman melihatnya.
Raman mendekati Romi dan menunjukkan hasil neraca kepadanya.
Raman meminta Romi untuk menggunakan pikiran dan harus bekerja di kantor.
Raman : Subbu adalah atasanmu jd kau harus paruh apa katanya.
Raman memarahi Romi dan melemparkan neraca itu di wajahnya.
Sarika datang dan melihat Romi sedang dimarahi Raman.
Romi melihat Sarika dan merasa malu.

Raman : pekerjaan setiap orang akan tertunda karena kesalahanmu ini.

Raman habis”an menghina Romi di depan semua orang.
Raman : kau sdh dikeluarkan dari kampusmu, dan aku membawamu ke kantor supaya kau bs bekerja, jangan lupa dengan jabatanmu di kantor ini.

Ishita datang dan melihat Raman marah.
Raman : perusahaan ini bukan milik ayahmu, aku akan menendang kau keluar dalam dua menit, dan ini adalah peringatan terakhir.

Raman pergi.
Romi melihat Sarika.

Sarika berpikir : aku datang ke sini untuk memberikan kunci motornya yang terlupa, tapi aku akan memberinya nanti.
Ishita : sarika mengapa kau datang ke sini.
Sarika : aku datang untuk mengambil nomor mekanik dari Romi.
Ishita : oh baiklah.
Romi : kk ipar jika ingin menemui kak Raman di ruangannya.

Romi pergi setelah Sarika.
Sarika memberikan kunci pada petugas dan Romi menghentikannya.

Sarika : aku bebas setelah kau pulang dr kantor.
Romi : apa.
Sarika : kau pernah mengatakan kepadaku hari itu setelah memberikan tumpangan.

Romi tersenyum
Romi : ya aku ingat, telpon aku jika kau sdh pulang dr kantor, lalu aku akan mengatakan ke mana kita harus pergi dan di mana.
Sarika : baiklah.

Sarika pergi.
Romi : dia adalah gadis yang hebat setelah mendengar semua itu tadi.
Ishita : Raman bagaimana kau bisa memarahi Romi di depan semua orang, dia mungkin merasa buruk.
Raman : mengapa kau datang.
Ishita : aku membawakan tiffin untukmu.
Raman : aku mendapatkan makan siang setiap hari, kenapa harus hal baru.
Ishita : tidak jgn makan itu, makanlah ini.

Ishita keluar dan melihat Romi tersenyum berdiri sendirian.
Ishita berpikir : bagaimana suasana hati Romi menjadi begitu baik begitu cepat.

Raman menelpon Ishita.
Ishita pergi untuk berbicara dengannya.

Raman : pasta ini begitu buruk, jika ibu tidak bisa membuatnya, lalu mengapa dia membuatnya, aku tdk suka ini.

Raman menelpon Ibu Bhalla dan marah krn membuat tiffin yg tdk enak.
Ibu bhalla : Raman, Ishita yg membuatnya, dan dia sdh bekerja keras untuk membuat itu. Kau harusnya memuji dia, karena Ishita sdh membuat itu dengan cinta. Kemarahan Raman padam dan Raman melihat Ishita yg marah.
Ishita : tdk usah dimakan jika itu tdk enak.

Ishita membungkus kembali makanannya, dan Raman menghentikannya.
Raman : kapan aku mengatakan kalau aku tidak akan memakannya.
Raman : cicipilah ini, kau juga harus merasakannya bagaimana pasta buatan India selatan, kau harus cicipi racun yg kau buat in.

Raman menyuapi Ishita.
Raman : kau benar-benar sdh memecarkan rekor ibu.

Ishita memakan pasta itu.
Ishita : cheee …… rasannya….. tapi aku sdh mencobanya, dan aku ingin kau mencobanya juga.
Ishita : aku membuat pasta normal dengan baik, tapi ini memiliki beberapa saus.

Ishita mengejek Raman dan menyuruhnya makan.
Ishita : kita berdua harus dihukum.

Mereka tertawa dan Ishita menyuapi Raman.
Yeh hai Mohabbatein dimainkan…
Mihir datang dan melihat mereka.

Mihir : aku akan datang nanti.
Raman : masuklah, dan makan pasta ini.
Mihir : Raman, Mihika meneleponku dan mengatakan bhwa Simmi pergi menemui Parmeet.
Raman : tenanglah, Ishita sdh mengatakannya kepadaku.
Mihir : dia mengambil Ananya dan Mihika mengatakan Simmi menangis.

Ishita dan Raman khawatir.
Romi menemui Sarika

Sarika : apa ini, gopgappe, aku pikir kau akan membawaku ke hotel.
Romi : tidak, ini lebih baik.
Sarika : ya ini mmg lebih baik, atau aku akan mengosongkan sakumu, kalau begitu itu akan terjadi sekarang juga, aku akan makan 6-7 piring.

Mereka mulai memakan gopgappe nya sambil tertawa.
Romi : skg cukup, aku harus menelepon ibuku untuk membatalkan makan malam.
Sarika : aku sdh bilang kalau tidak ada yang bisa menang melawanku memakan golgappas.

Tuan Bhalla menelpon Simmi tp tidak terhubung.
Ishita meminta Raman untuk tidak marah.
Simmi pulang dan semua orang mulai mempertanyakan.
Simmi berdiri di depan mereka.

Raman : Simmi sdh berbohong pada kita semua.
Ibu Bhalla : kami tahu kau pergi untuk bertemu Parmeet.
Simmi : oh ya aku lupa kalau Ishita memiliki mata-mata di sana, yaitu adiknya.
Ibu Bhalla : Mihika tidak memberitahu kami, Mihir yg memberitahu Raman, apa kami ini musuhmu, mengapa kau pergi untuk bertemu dengannya.

Simmi menangis
Simmi : kalian pukuli saja aku, kalian tidak bs mengerti penderitaanku, apakah kalian bertanya mengapa aku pergi untuk bertemu dengannya, utk pertama kalinya anakku mengucapkan kata Ayah hari ini, dan jika aku tidak membuat dia bertemu dgn ayahnya, bagaimana aku akan menghadapinya setelah bertahun-tahun. Dia adalah suami dan ayah dari Ananya. Apa kesalahannya dalam hal ini, aku sdh mengambil keputusan yg salah dengan mengikuti kalian semua, apa aku hanya menjadi beban kalian.

Simmi pergi ke kamarnya.
Raman : aku akan menemuinya.

Pencarian Populer:

Saat ini, Anda Sedang Membaca Sinopsis Mohabbatein Episode 194 Tayang di ANTV

No Response

Leave a reply "Sinopsis Mohabbatein Episode 194 Tayang di ANTV"