Sinopsis Mohabbatein Episode 205 Tayang di ANTV

debroo.com. Sinopsis Mohabbatein Episode 205 Tayang di ANTV. Para perempuan Iyer marah dan memarahi suami mereka.

sinopsis-mohabbatein-episode-205-tayang-di-antv

sinopsis-mohabbatein-episode-205-tayang-di-antv

Ishita : ayah mertua akan berbicara dengan kalian semua sekarang, karena kalian merasa pasti aku akan ceramah.
Raman : kami hanya pergi ke pesta dan itu normal, kami tidak tahu kalau tempatnya seperti itu.
Ishita : tapi mengapa kalian harus berbohong.

Vandu menangis.
Para lelaki mendiskusikan apa yang harus mereka lakukan.

Raman : ok, aku yg akan berbicara.
Raman : Ishita ikut denganku aku ingin berbicara berdua denganmu.
Ishita : kita aka berbicara di sini.
Raman : tidak, ikut kedalam.
Ishita : kau ini tidak akan pernah berubah.
Bala : gawat Raman bisa dipukuli di dalam, dia akan aman jika dia ada disini dengan kita.

Ishita menegur Raman dan Raman tertawa melihat sebuah video.
Ishita : apa yg begitu lucu sampai membuatmu tertawa melihat ponselmu.

Raman tertawa.
Ishita : apa kau sadar dgn yg kau lakukan dan dikatakan oleh inspektur tadi.
Raman : lihatlah film kelas pertama ini, ayo kemari.

Raman menunjukkan video pada Ishita, dan Ishita tertegun melihat tindakan gila nya direkam.
Ishita memegang wajahnya.

Raman : ini adalah dirimu, jadi ini alasannya mengapa kau tdk ingin aku datang ke rumah sakit, karena kau ingin melakukan anestesi kan, aku datang untuk bertemu dgnmu dan ingin membantu dan melihatmu. Jadi aku memberikan dua pilihan skg, kau harus tenang dan berbicara bhwa kau mendukung mereka, atau aku akn menyiarkan video ini ke seluruh masyarakat, krn mrka semua akn takut padamu.
Ishita : jadi kau memeras aku.
Raman : ya.
Ishita : berikan padaku, aku akn menghapusnya.
Raman : aku sdh membuat byk salinan pada video ini, jd pilihan ada di tanganmu.
Ishita : dasar penipu.
Raman : kau yg harus putuskan, apa kau ingin video ini tetap dipertahankan, dan satu lg jgn menyanyi dlm kegilaanmu itu.
Ishita : apa yg akan aku lakukan jika ini terjadi.

Mihika tdk memberikan minum utk Mihir dan menegurnya.
Raman datang dan membela mereka.
Ishita datang.

Raman : kk, beritahu mereka apa yg akan kau lakukan skg.
Ishita : mereka benar, itu adalah kasus yg jelas dari kesalahpahaman.

Para lelaki bertepuk tangan dan berterima ksh pada Raman.
Mihika : kakak, apa kk ipar membuatmu takut.

Raman menunjukkan ponselnya pada Ishita.
Ishita : mereka hanya terjebak.
Vandu : tapi lihat apa yg sdh dilakukan oleh mereka.

Ishita membela mereka.
Raman meminta Mihir untuk berdiri dengan berani.
Mihir bertindak berani dan berbicara kepada Mihika.
Mihika menegur Mihir.

Mihika : Raman pasti sdh memainkan permainan, dia memeras kak Ishita.
Vandu : Ishita kau tidak harus berbohong utk menutupi kesalahan mereka.

Mihika dan Vandu pergi.
Para lelaki memeluk Raman dan berterima kasih padanya.
Raman meminta mereka untuk minum air dan anggur juga.
Raman tersenyum.
Pagi nya, Raman tertawa di atas meja makan.
Raman menunjukkan ponselnya dan pura-pura menakuti Ishita, ketika dia sedang berbicara dengan Romi.

Tuan Bhalla : ini sekitar 50% dari penjualan.

Ibu Bhalla meminta Ishita untuk berbelanja keperluan Raman.
Raman meminta Ishita untuk berbelanja untuk semua orang dan menunjukkan ponselnya.

Ishita : baiklah akj akan membelinya.

Ashok berbicara dengan Suraj.
Ashok : kau tenang saja aku tidak akan memaafkan Raman dan Ishita.

Ibu Bhalla memberikan surat kepada Ishita.
Ishita membuka surat itu dan terkejut membacanya.

Ibu Bhalla : Ishita apa yang terjadi.
Ishita : izin medisku telah dicabut.

Simmi menerjemahkannya kedalam bhs india pada Ibu Bhalla krn Ishita bilang dlm bhs Inggris.
Ibu Bhalla : tp siapa yang melakukan ini.

Ishita berpikir tentang Suraj dan dia berteriak.
Tuan Bhalla juga marah.
Ishita menceritakan segalanya pada mereka.

Ishita : ini pasti hasil dari kejadian waktu itu.
Ibu Bhalla : itu berarti Raman memarahinya dan Suraj ingin membalas dendam untuk hal ini.
Tuan Bhalla : Raman mmg tidak bisa mengendalikan amarahnya.
Ishita : itu bukan kesalahannya, orang itu mmg tidak sopan, dan dia benar-benar layak untuk mendapatkan itu.

Ishita membela Raman.
Ishita : aku akan pergi dan berbicara dengan mereka.
Tuan Bhalla : aku akan ikut denganmu.
Ishita : tidak ayah mertua, aku akan pergi ke asosiasi dokter gigi, aku ini bkn dokter gigi palsu. Aku jg tidak akan menceritakan hal ini kepada Raman, dia pasti akan marah.
Ibu Bhalla : Ishita kau tidak perlu khawatir.
Ishita : aku minta agar masalah ini jg tdk diceritakan pada Ibuku.

Ibu Bhalla setuju dan berdoa utk Ishita.
Mihika memberikan manisan karena dia dipromosikan.
Semua orang mengatakan selamat dan memuji dia.

Mihika : Pak, ini semua karena kau, kau yg menyarankan namaku pada Tuan Murti.
Ashok : Mihika, selamat.

Mihika membuat Ashok makan laddoo dan Ashok memakannya.
Mereka makan bersama dan ashok memegang Mihika.
Ashok merasa senang dan mengatakan maaf.

Mihika : aku tidak suka ini, aku tidak mengatakan apapun saat di fashion show itu semua karena ada banyak orang, jgn mencoba utk membuat lebih akrab denganku.

Mihika pergi.
Ishita berbicara dengan pengacara itu.

Ishita : mengapa kau mengirim surat ini padaku.
Pengacara : kami mendapat kompalin pada klinikmu.
Ishita : tapi bagaimana bisa kau mencabut izin praktekku hanya krn satu keluhan.

Mereka muali berdebat.
Ishita : kau seharusnya bisa menanyakan ini terlebih dahulu, dan melakukan penyelidikan, bagaimana kau bisa kau lgsg mengirimkan surat pemberitahuan seperti ini.

Pengacara menceritakan tentang keadaan Suraj.
Pengacara : kau tdk melakukan dengan benar, kau jg tidak bisa meringankan penyakitnya, karena kau sdh ceroboh.
Ishita : tapi aku sdh memberinya resep, dan aku jg menjelaskan secara lisan padanya, suamiku ada di sana dan dia jg dapat memberitahu semuanya.
Pengacara : mengapa kami harus percaya padanya, dan kenapa jg kau harus melibatkan keluarga saat bekerja.

Ishita membela dirinya.
Pengacara meminta Ishita untuk membawa pernyataannya secara tertulis.
Ishita menangis.

Ishita : tidak mudah untuk mengatakannya, aku sdh bekerja keras untuk mencapai ini, aku ini dokter yang baik, dan aku jg tidak melakukan mal praktek apapun, apa kau tdk pnya rasa kemanusian sedikit.
Pengacara : aku mengatakan apa yang aku tahu, aku memiliki tekanan pada kasus ini.
Ishita : baik, kalau begitu buat aku agar bs bertemu dgn Tuan Suraj sekali saja.
Pengacara : dia adlah klienku.
Ishita : lakukan apa yang kau inginkan, tapi jangan buang waktuku.

Ishita keluar dari kantor pengacara.
Ishita : apa yang harus aku lakukan sekarang, ini adalah masalah besar, apa aku harus memberitahu Raman, tapi dia sudah khawatir ttg pekerjaannya, aku tidak bisa mengatakan ini padanya, aku pikir aku harus menghubungi Suraj, tapi aku tidak punya nomor nya, ya Sarika dapat membantuku.

Ishita menelfon Sarika dan bertanya tentang Info Suraj.
Sarika : ya aku punya nomornya, akan aku kirimkan sms.

Suraj diberitahu bahwa Ishita datang menemui dia, dan Suraj meminta orang itu agar membuat Ishita menunggu.
Ishita menunggunya.
Suraj menelfon Ashok dan memberitahu info itu.

Ashok : luar biasa, biarkan dia menunggu, kau harus menghinanya dan semua orang harus melihat itu, seperti Raman yg sdh menghinamu.
Suraj : ya.

Parmeet mendengar ini.
Parmeet berpikir : mengapa Ishita berurusan dengan Ashok sekarang, ada masalah baru apa sekarang.
Suraj : Dr Ishita, skg akan aku tunjukkan padamu apa yang bisa dilakukan Suraj Khanna jika kau berhubungan denganku.

Pencarian Populer:

Saat ini, Anda Sedang Membaca Sinopsis Mohabbatein Episode 205 Tayang di ANTV

No Response

Leave a reply "Sinopsis Mohabbatein Episode 205 Tayang di ANTV"