Sinopsis Mohabbatein Episode 206 Tayang di ANTV

debroo.com. Sinopsis Mohabbatein Episode 206 Tayang di ANTV. Ibu Bhalla melihat berita. Ibu Bhalla terkejut mengetahui tentang bayi di beberapa rumah sakit yg ditukar.

sinopsis-mohabbatein-episode-206-tayang-di-antv

sinopsis-mohabbatein-episode-206-tayang-di-antv

Ibu Bhalla mulai flashback saat dia bersama Pammi dan Romi.
Ibu Bhalla berpikir tentang Romi dan Pammi apakah dia menukar bayinya, sepertinya Romi sangat adil dan terlihat berbeda.
Ibu Bhalla merasa khawatir.

Ibu Bhalla : itu adalah rumah sakit yang sama di mana Romi lahir, tahun dan bulan yang sama, apakah Romiku bisa berubah, tidak, ini tidak bisa terjadi, Romi adalah anakku.

Ibu Bhalla menangis.
Ibu Bhalla : aku harus pergi ke rumah sakit, suamiku saat itu tidak ada di rumah sakit, sekarang apa yang harus aku lakukan.

Raman memeriksa file.
Raman : Romi ini baru angka yang tepat, dan kau harus mengirim ini kepada Subbu sekarang.
Romi : kk bagaimana caramu membuat kk ipar bisa tdk marah pada kita.

Raman tersenyum dan menunjukkan kepada Romi videonya, tapi berubah pikiran dan tdk jadi.
Raman meminta Romi untuk bekerja dan pergi.
Raman melihat videonya.

Raman : sdh aku katakan satu orang Punjabi sama dengan 100 orang Madrasans, sekarang ini akan menyenangkan.

Amma berada di jalan dan berbicara kepada Vandu di telepon.
Amma : Vandu ibu sdh mengumpulkan semuanya, dari puja.

Amma melihat Ibu Bhalla dan mematikan telfonnya.
Amma : aku akan mengajaknya naik bajai bersama.

Amma memanngil manggil nama Ibu Bhalla, tp Ibu Bhalla tdk mendengarnya.
Ibu Bhalla datang ke rumah sakit Chaddha.

Amma : mengapa dia pergi kesini, apa semuanya baik-baik saja.

Di rumah sakit para orang tua memarahi dokter untuk bayi yg tertukar dan meminta laporan.
Dokter : tidak terjadi seperti itu, itu hanya berita palsu.

Ibu Bhalla berpikir : bagaimana untuk mencari tahu tentang Romi, jika ada orang yang mengetahui ini, ini akan menjadi masalah.
Ibu bhalla menemui dokter dan bertanya tentang Romi.
Amma datang dan mendengar nya.
Ibu Bhalla mengatakan tentang kelahiran Romi dan bayi yg tertukar.
Amma terkejut.

Ibu Bhalla : aku merasa khawatir, tlg beritahu aku.
Amma : apa Romi bkn anaknya, ya dia mmg terlihat berbeda, dia adil dan tubuhnya jg tinggi dgn baik, Toshi pasti merasa terluka, dan dia jg pasti sedih, ya aku akn berbicara dgn Ishita dan memintanya utk mendukung ibu Bhalla.

Amma pergi.
Dokter : itu hanya rumor palsu untuk mencemarkan nama baik kami.

Ibu Bhalla memeluk dokter dan memujinya.
Ibu Bhalla : baguslah, anakku mmg adalah milikku, terima kasih Tuhan.

Ishita menunggu untuk bertemu Suraj.
Ishita diminta untuk pergi dan menemuinya.
Ishita menatapnya.

Ishita : aku harus berbicara denganmu.

Ishita lalu mulai berteriak pada dirinya.
Suraj : saling memungkinkan dalam pekerjaan itu perlu.
Ishita : kau sdh hilang akal.
Suraj : kau harusnya berada di bayas kemampuanmu.
Ishita : mengapa kau berbohong.
Suraj : aku tidak berbohong.
Ishita : tapi kau sdh membuat keluhan yg salah, kau tahu aku melakukan pengobatan yang baik dan membuat resep yang tepat.

Ishita menegurnya.
Suraj : bagaimana kau bisa membuat suamimu menjadi asistenmu sendiri, itu berarti kau adalah seorang dokter yang ceroboh.
Ishita : aku datang untuk menyelesaikan masalah ini dengan sopan, tapi kau ingin merusak karirku.
Suraj : sebelum aku lebih menghinamu, pulang dan bekerja saja di dapur.

Orang-orang melihat mereka.
Ishita pergi dgn marah.
Raman pulang.

Raman : Ibu dmn Ishita.
Ibu Bhalla : dia belum pulang.
Raman : mengapa dia akan pulang, dia punya kartu kreditku, jadi dia akan melewati semua batas dan baru akan pulang.

Raman melihat kartu kereditnya lupa dibawa oleh Ishita dan ada dirumah.
Raman : biarkan dia datang, itu akan menyenangkan.

Ishita datang rumah dalam keadaan tertekan.
Ishita menyeka air matanya dan masuk ke dalam.
Raman menarik Ishita dan menegurnya karena sdh bergitu ceroboh dan membuat wajah polos.

Raman : kau lupa membawa tas belanjamu, di mana kartu kreditnya.
Ishita : aku tidak berbelanja, aku akan memberikan kartumu.
Raman : mana.
Ishita : ini ada.

Ishita mencari dompetnya.
Raman : aku mendapatkan pesan dari bank bhwa ada uang beberapa lakhs yang digesek, kau mmg ceroboh, apa kau ini benar-benar dokter, aku tdk yakin karena dokter itu tidak ceroboh.

Orang tua Raman menenangkan Raman.
Ishita menangis.

Ishita : aku tidak ceroboh.
Raman : aku hanya bercanda, kartunya ada disini, tidak ada kerugian apapun, kau lupa membawanya dan ada tertinggal dirumah.
Ishita : aku tidak ceroboh (sambil berjalan ke kamar).

Orang tua Raman menceritakan semua nya pada Raman tentang ketegangan yg dialami Ishita, bahwa izin dokter gigi nya dicabut, Suraj Kumar membuat keluhan terhadap Ishita.
Raman : kalian harusnya mengatakan ini kepadaku sebelumnya, aku sdh membuatnya menangis.

Raman membawakan air untuk Ishita.
Raman : aku minta maaf, aku jg akan menghapus titik lemahmu, lihatlah, berhentilah menangis, dan kenapa kau menangis seperti anak perempuan kecil saja, aku minta maaf, kau itu sdh dewasa, tapi kau menangis seperti anak kecil.
Ishita : aku merasa sangat menyesal, aku melihat pemberitahuan itu dan aku tidak tahu ketika aku meninggalkan kartu kreditnya, jadi aku tidak bisa berbelanja.
Raman : sdhlah, aku yg minta maaf krn aku sdh bercanda tanpa mengetahui segala sesuatunya, ceritakan apa masalah izinmu itu.

Ishita mengatakan kepada Raman ttg segala sesuatunya, bagaimana dia bekerja keras untuk mendapatkan gelar dokter gigi, dia ingin mendapatkan medali emas dan gagal.
Raman : tp kau sejenis dokter Munnabhai.
Ishita : awalnya Appa meragukanku dan mengirim kertas untuk revaluasi, dan kertasku dipertukarkan dan aku mendapat nilai 98,5%, karirku sangat penting, aku telah bekerja keras utk itu, aku jg sdh mengambil sumpah dan menjadi dokter.

Ishita bercerita tentang keluhan Suraj yg berbohong dan izin kliniknya yg dicabut.
Raman : hal ini terjadi karena aku, tp aku janji aku akan mendapatkannya kembali untukmu.

Raman membuat lelucon dan Ishita tersenyum.
Raman pergi.

Raman : Suraj Kumar, mmg nya siapa dia itu, dan mengapa dia mengganggu karir Ishita, ini adlah waktu bagimu untuk tenggelam sekarang.

Ishita membuatkan makanan utk keluarganya.
Romi datang dan menyukai semua hidangan.

Romi : luar biasa, makanan Madrasi bisa berhubungan dengan tadka Punjabi.

Romi memakannya dan tdk menyukai makanannya.
Ishita : Romi bagaimana rasanya.
Romi : skg aku sudah selesai makannya.

Romi minta pada pembantu untuk mengemaskan makanan nya kekotak makan.
Romi berdiri dr tmpat duduk.

Ishita : utk siapa makanannya, knp tdk makan disini saja.

Raman datang dan mulai memakan makanan itu.
Raman juga menunjukkan ekspesi wajah tidak menyukai makanannya.

Raman : aku lupa aku harus pergi untuk pertemuan.

Romi merasa bingung dan sesaat Romi baru tersadar jika Raman hanya berbohong dan Romi tertawa.
Romi : hohoho ya kk mmg ada pertemuan.

Raman meminta pembantu untuk mengemaskan kotak makan untuknya.
Ishita meminta Rakan untuk memakannya.

Raman : tidak, tenang saja aku tidak akan melewatkannya, jadi aku akan makan di kantor nanti.
Raman dan Romi berbicara di luar rumah dan berpikir untuk makan sesuatu yang lain, karena mereka diselamatkan dari makanan buatan tangan Ishita.

Simmi duduk untuk makan dan makan satu sendok seperti Romi dan Raman.
Simmi berteriak dan memegang rahangnya.

Simmi : apa ini? Apakah ini Chana atau batu, siapa yang membuatnya.
Ishita : aku yg membuatnya.

Ibu Bhalla meminta Simmi untuk menghentikan ucapannya.
Simmi : Ibu kau harus mengatakan kebenarannya pada Ishita.

Simmi pergi.
Ishita mencicipi makanannya.

Ishita : chee, ini begitu buruk, semua orang pergi dgn lapar itu karena aku.

Ishita menunjukkan buku resep.
Ishita : Ibu mertua aku mengikuti aturan yg ada disini.

Ibu Bhalla tertawa dan memotong kertas.
Ishita duduk.

Ishita : di mana fokusku, aku tidak memasak mengikuti buku ini, aku ini benar-benar ceroboh, Suraj mmg benar, aku tidak harus mendapatkan izinku kembali.

Ashok dan Suraj bicara.
Suraj : aku telah menghina Ishita dengan sangat baik, tapi seharusnya ada Raman disana.
Ashok : aku memiliki skor lama untuk menyelesaikan semuanya dengan Raman, tapi menyenangkan untuk target titik lemahnya, Ishita akan merasa sedih dan Raman akan terluka, aku senang bhwa Istri Raman dan adik iparnya sdh terperangkap dalam genggamanku.

Pencarian Populer:

Saat ini, Anda Sedang Membaca Sinopsis Mohabbatein Episode 206 Tayang di ANTV

No Response

Leave a reply "Sinopsis Mohabbatein Episode 206 Tayang di ANTV"