Sinopsis Mohabbatein Episode 215 Tayang di ANTV

debroo.com. Sinopsis Mohabbatein Episode 215 Tayang di ANTV. Ishita memberikan kabar tentang pernikahan Mihika di telepon. Mihir datang dan menyapa semua orang.

sinopsis-mohabbatein-episode-215-tayang-di-antv

sinopsis-mohabbatein-episode-215-tayang-di-antv

Ibu Bhalla : kami yg akan melakukan pengaturan pernikahannya.
Ishita :Mihir kau harus datang, kau bisa mengambil cuti dan datang ke sini, kita akan pergi untuk belanja, krn semua periapan dijual di mana-mana.

Bos Mihika memberikan file pada Mihika utk acara barunya.
Mihika : tapi aku memiliki beberapa pekerjaan.

Panggilan berakhir.
Pandit Madrasi : waktu yg baik di bulan Shravan ini, hanya ada 1 hari.
Ibu Bhalla : Belle Belle.
Amma : Mihir siapa yang akan datang dari keluargamu.

Ishita bertanya tentang keluarga Mihir.
Raman memberi kode pada Mihir.

Mihir : semua keluarga Raman adalah keluargaku.
Amma : bagaimana dgn orang tuamu.
Mihir : aku punya ibu tapi kami tidak berhubungan, dan aku tidak punya ayah, aku ini sendirian, aku tidak punya siapa-siapa, tapi aku punya keluargaku semua yg ada di sini, di ruangan ini (keluarga Raman, Ishita, Bhalla)
Ibu Mihika : tapi…

Ishita menghentikannya.
Amma : jangan khawatir, aku ini juga Ibumu.
Ibu Bhalla : aku ini jg sudah seperti ibunya, apa yang akan kau lakukan dari dua ibu, kau itu sebagai ibu mertuanya.
Ishita : itu benar.

Ishita mendukung ibu Bhalla.
Ibu Bhalla membuat lelucon tentang kondisi Mihir dan ibu Mihika merasa khawatir.

Ibu Bhalla : aku hanya bercanda.

Ibu bhalla memeluk ibu Mihika.
Amma : kita harus melakukan semuanya.

Amma pergi.
Vandu : ini aneh, Amma bisa menyetujui Ibu Bhalla.
Ishita : ya, Ibu setuju untuk segala sesuatunya, Amma telah dewasa.

Vandu dan Ishita tertawa.
Ishita melihat Raman dan Mihir berbicara.
Amma berbicara dengan ibunya Mihika dan mengatakan rencananya.

Amma : aku melakukan semua ini untuk membuat Ibu Bhalla melakukan pernikahan dengan gaya Madrasi, jadi aku sengaja membawa pandit Punjabi.

Vandu mendengar ini.
Amma berbagi rahasia dan mereka tertawa.

Vandu : ini tidak mungkin.

Raman sedang bersiap-siap dan Ishita memberikan teleponnya.
Ishita : Ini hal yang begitu baik, semua orang bersemangat untuk pernikahan Mihir dan Mihika.
Raman : Ishita apa kau bisa mengatur rumah Mihir, buatlah rumah nya dengan warna pilihan Mihika, krn Mihir biasa tinggal sendirian dan semua isi nya pasti kacau.
Ishita : kau sangat bijaksana.
Raman : temtu saja, setiap kali aku jauh darimu, aku mendapatkan pengalaman yang baik.

Ishita meminta Raman untuk mengirim kunci.
Raman : baiklah.

Raman pergi.
Bala mendengar mereka dan terlihat tegang.
Sarika berbicara kepada Romi dan berbagi cerita hatinya.

Sarika : banyak hal yang terjadi dalam hidupku, aku jadi sangat waspada sekarang.
Romi : kau tidak perlu takut untuk bersama mereka di dalam ruangan.
Sarika : ya aku mmg takut, tapi aku tahu kau akan berdiri untukku dan memberi aku kekuatan.

Romi memegang tangan Sarika.
Romi : aku selalu bersamamu.

Sarika tersenyum.
Romi : maaf aku sangat cepat emosional, ibuku juga mengatakan ini, aku tidak mengidentifikasi Ishita hari itu, dia mmg sangat brilian.

Romi berbicara dan Sarika terlihat tersenyum.
Mereka terlihat seperti ingin bersama satu sama lain.
Vandu datang ke Bala dan memberikan kopi.

Vandu : kenapa kau terlihat tegang.
Bala : tidak ada apa-apa, aku hanya sedang berpikir tentang pernikahan Mihir dan Mihika.
Vandu : Ishita akan mengatur rumahnya, jadi tidak ada yg perlu dikhawatirkan.
Bala : tp Raman meminta Ishita untuk merenovasi rumah Mihir, tapi kita juga harus memberikan mereka sesuatu, bagaimana kita akan mendapatkan yg sama dengan Raman, itu semua begitu mahal.
Vandu : Raman adalah seorang CEO dari sebuah perusahaan jadi itu wajar, tp kita tidak bisa menyamakannya dengan dia, tapi kita akan tetap membantu.
Bala : kau tdk mengerti, aku ini adalah menantu pertama, jadi orang akan membandingkan kami, jika kita tidak memberikan apa-apa, aku akan mendapat ejekan lagi.
Vandu : itu tdk mgkn, Ibu dan Ayah tidak akan mengatakan apapun, hadiah itu tidak penting dan kau bisa melakukan pekerjaan lain.
Bala : aku sedang tidak berbicara tentang Amma dan Appa, tapi tentang seluruh dunia, kadang-kadang kita harus melakukan hal-hal untuk menunjukkan kepada dunia.

Bala pergi.
Ishita datang ke rumah Mihir dan melihat rumahnya.

Ishita : OMG, ini seperti rumah yang mmg bersih, apa ini mmg rumahnya Mihir, ini begitu rapi dan bersih, apa yang akan terjadi ketika Mihika datang ke sini, dia tidak bisa menjaga ini dengan bersih dan Mihir akan melakukan perjuangan, baiklah mari kita periksa apa yg tidak ada di sini.
Ishita : wow, luar biasa Mihir. Warna ini membosankan dan perlu diubah, tirai ini Mihika juga tidak akan tahan, aku harus melakukan ini dengan Mihika.

Ishita menelfon Mihika dan meminta saran padanya tentang tirai dan warna.
Ishita meminta Mihika untuk mengambil libur tapi Mihika sedang sibuk.

Ishita : Mihika, Mihir selalu membuat rumahnya begitu bersih.
Mihika : dia mmg begitu obsesif dan tidak bisa menyalahkan jika hal itu jatuh keluar tempatnya.

Mihika meminta ishita untuk memeriksa laci dengan label dan tertawa.
Ishita : aku ini di rumah Mihir, kau harus mengambil libur.
Ishita melihat laci dengan label.
Ishita : apa ini benar? Apa Mihir…

Ishita tertawa.
Semuanya memiliki label, obat-obatan, alat tulis, dll…
Ishita mendapat telfon dari Poornima.
Poornima mengundang Ishita untuk memasak acara manis India Utara.

Ishita : terima kasih, aku akan datang.
Poornima : Ishita kau juga harus membawa Ruhi krn anak-anak sangat menyukai makanan penutup.
Ishita : baiklah.

Poornima melihat sebuah foto dan terlihat kesal.
Ishita melihat ada laci rahasia dan menemukan gelang Rakhi.

Ishita : itu berarti Mihir punya saudara.

Ishita berpikir tentang kata-kata Mihir.
Ishita : mengapa Mihir tidak memberitahuku, mungkin Raman tahu, aku akan bertanya padanya.

Malam nya,
Raman : Ishita apa yang kau katakan padanya pagi hari tadi, kau pergi ke rumah Mihir utk merenovasi rumahnya, tapi jgn mencoba utk memata-matai dirinya.
Ishita : aku tidak memata-matainya, dia jg tidak menceritakan tentang keluarganya, aku melihat ada gelang Rakhi dan itu berarti Mihir memiliki saudara.
Raman : tapi Mihika bukan menikah dgn keluarganya.
Ishita : Raman, kita ini berada di India, dan kedua keluarga bergabung dalam sebuah pernikahan, ini terjadi dengan kasus kita juga.
Raman : lupakan ttg Mihir, jika kau memata-matai saudaraku lagi, aku tidak akan memaafkanmu, jgn coba menggunakan pikiranmu itu.
Ishita : aku tahu kau Raman, kau menyembunyikan sesuatu dariku, ini tdk boleh dibiarkan.

Pagi nya Ishita berbicara di telfon.
Ishita : aku akan datang tepat waktu. Ishita : Raman aku akan untuk kelas memasak, aku juga ingin membahas sesuatu denganmu.
Raman : tentang apa? Katakan itu.
Ishita : apa mgkn jika Ruhi akan mengikatkan Rakhi ke Adi.
Raman : tidak, itu tidak akan mungkin.
Ishita : mengapa tidak, Adi berada di asrama, sehingga mereka tidak bertemu, mereka masih kecil, tp mereka harus memiliki perasaan untuk festival.
Raman : apa kau berpikir aku tidak meinginkan ini.
Ishita : aku yakin itu mmg tidak berhasil, tapi mari kita bicara pada Shagun, jika Adi datang, keluarga akan senang, aku akan belajar membuat manisan, sehingga kau jg mencoba ini untuk Ruhi.
Raman : baiklah, aku akan mencobanya.

Raman tersenyum.
Ishita : terima kasih.
Raman : tapi kita akan memesan permen membentuk luar, atau perut anak-anak yang lain akan marah.
Ishita : aku akan membuatnya dgn baik, Raman kau jg harus membeli hadiah.
Raman : untuk apa.
Ishita : untuk Simmi, belikan baju yang baik untuknya, dan telfonlah Shagun dan bicara padanya.

Ishita pergi.
Raman : dia sangat peduli pada setiap anggota keluargaku.

Pencarian Populer:

Saat ini, Anda Sedang Membaca Sinopsis Mohabbatein Episode 215 Tayang di ANTV

No Response

Leave a reply "Sinopsis Mohabbatein Episode 215 Tayang di ANTV"