Sinopsis Mohabbatein Episode 221 Tayang di ANTV

debroo.com. Sinopsis Mohabbatein Episode 221 Tayang di ANTV. Ishita datang ke Shagun dan mulai bertanya padanya.

sinopsis-mohabbatein-episode-221-tayang-di-antv

sinopsis-mohabbatein-episode-221-tayang-di-antv

Ishita : Shagun mengapa kau membocorkan informasi tersebut.
Shagun : aku tidak menggunakannya, aku hanya berbagi ini dengan Ashok, krn aku akan menikah dengannya, aku jg tidak tahu kalau dia akan menggunakannya.
Ishita : cukup, kau ini sangat sadis, kau selalu menyakiti Raman, dia menandatangani kertas itu untuk menyelamatkan hidupmu, pikirkan tentang Raman, bagaimana dia akan menghadapi klien dan sekolah anak-anak, jenis ibu seperti apa kau ini.
Shagun : Raman menandatangani surat-surat itu dan dia memilih aku, ini adalah masalahmu, benarkan.
Ishita : dia hanya melakukan apa yang seorang pria layak lakukan.
Shagun : dia sdh membodohimu.

Mereka berdebat.
Shagun : hentikan omong kosong ini.
Ishita : Raman selalu menghormatimu, dia harusnya memilih Ruhi, bukan kau, karena kau tidak layak utk ini.
Shagun : hentikan nasehatmu ini.

Raman datang.
Raman : yg dikatakan Shagun benar, Ishita jangan buang waktu, wanita tersebut tidak akan berubah, aku senang bahwa pendidikan putri kami dilakukan olehmu, aku pastikan Ruhiku tidak akan pergi pada dirinya.

Raman memegang tangan Ishita lalu pergi.
Tuan Bhalla membawa Ruhi kerumah dan meminta dia untuk tidak menangis.

Ibu Bhalla : kenapa dia menangis.

Ruhi pergi ke kamarnya.
Ibu Bhalla datang menyusulnya.

Ibu bhalla : Ruhi apa yang terjadi.
Ruhi : Ayah tidak mencintaiku, dia tidak ingin aku, dia tidak ingin membawaku dari rumah sakit, karena aku anak perempuan.
Ibu bhalla : tidak, ayahmu sangat mencintaimu.
Ruhi : tidak, nenek berbohonh, Aku melihat itu ditulis dalam kertas.
Ibu bhalla : tidak sayang, semua itu palsu yg ada dalam kertas.

Shravan datang.
Shravan : kau menangis sampai sekarang, gadis bodoh, bisanya hanya selalu menangis, ikutlah, mari kita pergi dan membuat pelerjaan bersama-sama.
Ruhi : aku tidak akan ikut.
Shravan : aku janji aku tidak akan menggodamu dan aku akan membuatmu tersenyum.

Ibu Bhalla meminta Ruhi untuk pergi.
Ruhi pergi dengan Shravan.
Ibu Bhalla merasa sedih melihat Ruhi terluka.

Ibu bhalla : jika Ruhi mengajukan pertanyaan ini kepada Raman, Raman pasti akan merasa hancur.

Raman dan Ishita pulang.
Raman berterima kasih.

Ishita : terima kasih untuk terima kasih, jgn terpengaruh oleh omong kosong ini, aku tahu masalah pribadimu dan itu sakit, tapi ini masih …. Aku melihat foto dia yg skg, dan ini foto Ruhi kecil, kau tampak sangat bahagia, aku menyadari bahwa kau mendapat kebahagiaan itu dari Shagun, dan kenangan itu tidak ada yang bisa mengambilnya darimu, mulai skg kita akan mendapatkan kenangan baru kau dan aku, ya kita.
Raman : kita? itu akan berbeda, seperti pasta buatanmu.

Mereka tersenyum dan bicara manis.
Raman : hari dmn aku mengatakan tentang nasehatmu, kau akan merasa buruk.
Ishita : kau sudah sering mengatakannya.
Raman : apa yg buruk jika aku mengatakan garis setelah nasehat mi setengah halaman, aku merasa senang karena hari ini aku mendengar nasehatmu untuk orang lain.

Mereka mengejek satu sama lain dengan nama manis, seperti Teekha Mirch (Raman permarah) dan Haldi ka Dabba, karena dia memakai saree kuning.
Ishita tersenyum.
Raman pergi.
Parmeet berbicara dengan Ashok.

Parmeet : selamat Raman semakin dihina, kau akan mendapatkan kontrak nya.

Ishita mendengar ini.
Parmeet melihat Ishita dan menyambutnya.

Ishita : kau merayakan ini sebelum menang, langkah kami masih ada.
Parmeet : saat ini keajaibanmu tidak akan bekerja, ini berita besar, tdk ada seorang pun yg dapat menyelamatkan Raman saat ini.
Ishita : kau dan Ashok selalu memainkan permainan tersebut dan selalu kalah, krn kau tidak menggunakan pikiran, jgn bekerja keras karena tidak ada yang akan gagal sampai aku dan Raman bersama-sama.

Ishita mengejeknya.
Parmeet tertawa.
Ishita pulang dan melihat Ruhi pergi.
Ibu Bhalla menangis.

Ibu bhalla : Ruhi pulang dr sekolah untuk mengetahui tentang masalah kertas itu.
Tuan Bhalla : beberapa anak mungkin telah mengatakan padanya di sekolah.
Ibu Bhalla : dia sangat menangis, dia merasa kalau Raman tidak ingin membawanua pulang, dia tidak ingin makan, Shravan membawanya, aku tidak bisa melihat dia menangis, apa yang harus aku katakan padanya bahwa ibunya sdh berbohong dan ingin membalas dendam utk menyakiti ayahnya, aku tidak memiliki jawaban apapun atas pertanyaan polos nya.
Ibu bhalla : sampai kapan kita akan menyembunyikan dan kebohongan ini, apa yang akan kita lakukan jika berita itu tayang di tv besok, bagaimana kita akan menyelamatkan hatinya dari kehancuran.

Ishita menghiburnya.
Tuan Bhalla : Ruhi bahkan tidak bisa mengatakan ini.
Ishita : aku akan menjelaskannya pada Ruhi, kalian tdk perlu tegang.

Ashok dan Raman bertemu di tempat parkir.
Ashok : aku sdh katakan berkali-kali, bahwa segala sesuatu yg kau punya akan datang kepadaku, beritahu aku mengapa kau datang ke sini, jangan katakan bhwa kau datang ke sini untuk penawaran anak perempuanmu.

Ashok mengejek Raman mengetahui dia tidak salah.
Raman : ini mmg kesalahan besarku.
Ashok : kesalahan terbesarmu adalah kau telah membiarkan Shagun datang dan rahasiamu datang kepadaku.
Raman : kesalahan terbesarku adalah aku masih membiarkanmu untuk tetap hidup.

Raman mengejek Ashok.
Raman : kau akan tahu ketika kau menjadi seorang ayah, kau mgkn bisa mendapatkan anak pertamaku, tp apa kau bisa memilikinya sendiri, bhkan kau tdk punya istri dan anak, jd siapa kau ini.

Raman pergi setelah mengejeknya.
Ishita datang dan melihat Ruhi marah.
Ishita mendengar Shravan dan Ruhi berbicara.

Ruhi : bayi itu bisa mendengar segala sesuatu di perut ibunya.

Ishita menyeka air matanya.
Ishita : Ruhi benar, Shravan kau harus sangat menyayangi adik bayimu.

Shravan pergi krn Amma memanggil anak-anak.
Ishita : Ruhi pergilah.

Ruhi menangis.
Ishita menenangkannya.

Ishita : kau sdh sering menangis hari ini, bhkan kau jg tidak mengganti seragammu dan kau jg tdk mau makan, apakah gadis yang baik melakukan hal ini, Ibu Ishi akan membersihkan masalah kertas itu, Ayahmu itu sangat menyayangimu, mmg ada beberapa orang yg ingin membuat masalah dgn dia, jadi…
Ruhi : aku seharusnya berada di perutmu, bkn Ibu Shagun, kau psti akan melindungiku, Ayah seharusnya dari dulu menikah dgnmu, bkn ibu Shagun.

Ishita menangis dan memeluk Ruhi karena kagum dengan kata-kata yang tidak bersalah itu.
Ishita : skg cukup, Ayahmu sangat menyayangimu, Raman selalu mencintaimn, Tuhan sangat cerdas dan dia ingin mengirimkanmu kepadaku, jadi dia telah mengirimkan Ruhi ke Ibu Shagun untuk membuatmu datang kepadaku dgn perlahan-lahan, Ayah menandatangani kertas itu untuk menyelamatkan Ibu Shagun, sehingga kau bisa datang kedunia ini, jika Ibu Shagun tidak ada, Ruhi jg tidak ada, jika dia ada, maka ada Ruhi, sehingga Ruhiku datang kepadaku sekarang, jgn berpikir Ayah tidak mencintaimu, kau adalah kesayangannya dan aku jg memiliki kejutan untukmu, Ruhi akan mendapatkannya ketika kau pulang, skg ayo makan.

Ishita mencium Ruhi dan membawa kerumahnya.
Ishita menunjukkan video ke Ruhi ketika dia lahir, saat Romi mengambilnya.
Video menunjukka Raman menjadi sangat senang dan membawakan manisan ketika Ruhi lahir.
Raman mengangkat Ruhi dan berterima kasih krn sdh datang dalam hidupnya.

Ishita : sekarang kau tahu berapa banyak Ayahmu mencintaimu.
Ruhi : ayah tidak memintaku pada Tuhan, dia menulisnya di kertas.
Ishita : apa kau akan mengambil tes-nya jika kau ingin tahu dia mencintaimu atau tidak, kau memintanya menyukaimu dan tidak menyukaimu, seperti ketakutan dll, jika ia menjawab maka itu membuktikan dia mencintaimu.
Ruhi : apa ini kejutannya.
Ishita : tidak, pakai gaun favoritmu maka Anda akan mendapatkan kejutannya.

Ruhi pergi.
Ishita : bagaimana menjelaskan padamu Ruhi, Ayahmu sangat mencintaimu, apa aku harus membuktikan ini pada seluruh dunia.

Pencarian Populer:

Saat ini, Anda Sedang Membaca Sinopsis Mohabbatein Episode 221 Tayang di ANTV

No Response

Leave a reply "Sinopsis Mohabbatein Episode 221 Tayang di ANTV"