Sinopsis Mohabbatein Episode 230 Tayang di ANTV

debroo.com. Sinopsis Mohabbatein Episode 230 Tayang di ANTV. Ashok marah mengetahui Shagun ada di rumah Bhalla. Parmeet tertawa.

sinopsis-mohabbatein-episode-230-tayang-di-antv

sinopsis-mohabbatein-episode-230-tayang-di-antv

Parmeet : akan menyenangkan sekarang untuk melihat drama, ini akan menjadi film dewasa, Pati Patni aur woh.
Ashok : pelayan dimana Shagun.

Suraj datang.
Suraj : aku yg akan mengatakannya, dia akan lari ke Raman setiap ada masalah.
Ashok : mengapa? dan kapan dia pergi.
Suraj : apa yg sdh Shagun lakukan dia lalu pergi, bahkan ketika aku sdh mencoba untuk menghentikannya, bagaimana hal ini akan terjadi jika dia selalu pergi ke Raman, tinggalkan saja dia.
Ashok : aku ingin tahu mengapa dia pergi ke Raman, apa dia tidak berpikir tentang aku, aku tidak tahan ini, Raman…
Suraj : aku akan menendang keluar Shagun dari rumah ini, aku tidak bisa membiarkan hidup saudaraku hancur untuk wanita itu.

Shagun bangun dan meminta Ramdeen (pelayan) untuk membawakan air lemon.
Raman berdiri di pintu.
Shagun melihat Raman.

Shagun : apa yang kau lakukan di rumahku.

Ishita datang.
Raman : Ishita skg layanani lah dia.

Ishita memberikan air lemon ke Shagun
Raman : beritahu padanya kalau ini rumahku, bkn rumah Ashok, kita ini bukan pegawai dia.

Raman meminta Ishita untuk menyiapkan pakaiannya.
Shagun : bagaimana aku bs datang ke sini.
Ishita : kau mabuk dan dalam keadaan buruk, tidak ada sopir jg, ketika itulah aku membawamu kerumah, aku tidak tahu apa yang terjadi antara kau dan Ashok, Suraj memberitahu penjaga utk menghentikanmu masuk.
Shagun : apa, lalu mengapa kau membawaku kesini, apa tidak ada hotel di Delhi.

Ishita meminta Shagun untuk lebih memilah hidupnya.
Raman : jika tidak ada Ishita, maka LSM yg akan membawamu.

Raman meminta Shagun untuk bergegas.
Ishita : Raman aku mengerti mengapa kau marah, tapi..
Raman : kau selalu membawa pemabuk kerumah, jika itu seorang pria, maka kau tidur di depan, dan jika seorang wanita, aku yg akan tidur di sofa, itu bagus.
Ishita : tp dia bkn org asing, dia adalah ibunya Ruhi.
Raman : tidak, kau lah ibunya Ruhi, bagaimana jika Ruhi melihat dirinya.
Ishita : Ruhi tidak di rumah.
Raman : kau mmg idola setiap pengorbanan.

Amma datang dan meminta mereka untuk bersiap-siap dan datang untuk menikahkan Mihir dan Mihika, karena mereka akan menjadi saksi.
Amma meminta keluarga Bhalla untuk datang.

Amma : Mihika terlihat baik, bagaimana jika ini pernikahan di pengadilan, ini adlah hari yg besar untuk dirinya.

Amma meminta Ishita memakai saree yg Raman berikan padanya di Varalaxmi.
Amma meminta Ibu Bhalla untuk segera datang dan Amma terkejut melihat Shagun keluar dari kamar Raman.

Amma : Ishita apa yang dia lakukan di sini.
Ishita : Ibu pulanglah ke rumah, aku akan menjelaskannya nanti.

Ashok datang ke sana dan Shagun menatapnya.
Parmeet tersenyum.

Ashok : Shagun, mari kita pergi, aku datang untuk membawamu.

Ibu Bhalla mengejeknya.
Amma : apa yg terjadi Ishu.

Ishita meminta Amma untuk pulang.
Parmeet menyambut Ashok.
Raman datang di antara mereka.

Ramam : Ishita apa kau yg memanggilnya untuk makan di shala Dharam ini.
Ashok : aku datang hanya utk mmbawa Shagun.
Raman : apakah ini tugasmu, kau meninggalkan tunanganmu di jalan, kau harusnya mengucapkan terima kasih, jangan menatapku, kau mmg tidak memiliki rasa hormat.

Ashok mengejek Raman dgn mmbawa kisah cinta lama mereka.
Tuan Bhalla : Ashok berada di batasmu.
Ashok : Shagun sdh bersamaku sejak 6 tahun, aku mengambilnya didepan kau, dan bahkan hari ini pun sama.

Raman marah dan memegang kerah bajunya.
Ishita mnghentikan Raman dan meminta Shagun untuk pergi dengan Ashok.
Mereka pergi.
Raman marah pada Ishita.

Raman : Ashok melakukan ini padaku karena kau, jangan melakukan pekerjaan sosial ini di rumahku, atau tidak akan ada tempat untukmu di rumahku.

Mihika datang dan bertindak bahagia.
Ishita : Mihika semua orang sdh tahu tentang pernikahan pengadilanmu.
Mihika : ini hanya formalitas dan cuma 5 menit.
Ishita : semua orang merasa senang, bahkan Raman dan semua orang akan datang.

Mereka setuju dan mengatakan kita akan datang.
Mihika membawa Amma dan pergi.
Ishita menangis.
Ishita datang ke kamarnya dan melihat Raman kesal.

Ishita : Raman aku sangat menyesal, aku tidak tahu kau akan sangat terluka, kau mencoba untuk melupakan semuanya, dan aku tidak berpikir kalau aku sdh menghidupkan kembali lukamu, maksuku 6 tahun.
Raman : apa yang terjadi, ceramahmu saat ini sedang tidak pas krn tidak dalam suasana hati untuk mengatakannya, skg siap-siaplah, kita harus pergi kepernikahan Mihir, tp jika kau membawa Shagun kembali, aku akan menutup mulutnya.

Ishita tersenyum.
Raman pergi.
Semua orang datang kepengadilan.
Pria itu memanggil mereka.

Mihir : berapa banyak waktumu yg akan diambil.

Pria itu meminta Mihir dan Mihika untuk datang.
Semua orang bicara di sana.

Amma : pria itu seperti orang Tamil.

Amma berbicara dengannya.
Pria : Arora dan Iyer, Punjabi dan Tamil, apakah dia tidak bs mendapatkan orang India selatan.
Amma : itu krn cinta.

Amma menunjukkan Ishita dan Raman sebagai menantunya.
Pria : seperti nya dia baik.
Amma : dia Raman Bhalla, CEO terbaik.
Pria : bahkan dia pun org punjabi, apa kalian tidak bs mendapatkan orang-orang tamil.
Amma : aku akan menunjukkan surat-surat ini ke registrar agar bisa terjadi hari ini sendiri.
Ibu Bhalla : mari kita makan manisan.
Mihika : Mihir apa kau bisa mmbelikan es krim untuk semua orang.
Raman : apa ini pesta ulang tahun.
Ishita : ini pesta jd makan siangnya harus penuh.

Bala dan Vandu datang terlambat.
Raman meminta mereka masuk.
Pria itu memanggil mereka kedalam.
Mereka pergi ke registrar.

Raman : kami adlah saksi pernikahan.
Pria : tp ada masalah di kertas.
Mihir : apa.
Mihika : apa tentang paspornya.
Raman : apa aku bisa melihatnya, aku ini saudaranya.
Pria : apa kau tidak tahu seseorang dari keluarganya ada yg keberatan untuk pernikahan ini.
Semua orang terkejut.

Pria itu menunjukkan kertas pada mereka.
Raman dan Mihir melihatnya.

Pria : kk dari Mihir melakukan keberatan pada pernikahan ini, pengacaranya telah mengirim surat-surat ini beberapa waktu lalu.
Mihika bertanya pada Mihir tentang hal ini.
Vandu : kau tidak mengatakan pada kami kalau kau memiliki saudara perempuan dan knp dia memiliki masalah dengan pernikahan ini.

Mihir pergi.
Raman dan Ishita mengejarnya.
Ashok membawa Shagun kerumah.

Ashok : aku akan menanganinya.

Suraj mengejek Shagun.
Suraj : bagaimana dgn waktumu ketika kau pergi untuk menghabiskan malam dengan mantan suamimu, itu akan menyenangkan benar kan.
Ashok : ayolah, kau tidak dapat berbicara dengan dia seperti itu, aku datang untuk tahu apa yang terjadi, kau menghina dia didepan penjaga, kau tidak bs melakukan ini, hormati dia.
Suraj : sehubungan ini harus diberikan, mengapa dia pergi ke Raman, apa dia tdk memiliki keluarga, ibu, saudara?
Ashok : jg berbicara tentang keluarganya, aku ini keluarganya, aku sdh bersama dia sejak 6 tahun, kau adalah seorang tamu di sini, ini adalah rumah Shagun.
Shagun : Ashok terima ksh.
Ashok : Suraj terkadang lupa bhwa kau begitu penting bagiku.
Shagun : Suraj mgkn melupakan ini, apa hak dia di rumah ini.

Shagun pergi ke kamarnya.
Ashok : Suraj aku sdh muak dgn ini.
Suraj : kau bertindak dengan baik.
Ashok : dia adalah wanita yang sangat aneh, dia ingin pilihan dan aku akan menendang dia keluar, aku melakukan beberapa window shopping dan aku tahu kau menemukan putri raja bisnis juga, tapi aku harus tetap bahagia sampai dia ada di sini, karena aku tidak ingin dia sampai merusak namaku.
Suraj : aku akan melihat Shagun, dia tidak bisa melawan kita sendiri, tidak ada yang akan membela dia. Kita akan menendang dia keluar dgn sangat lancar, percayalah.

Ishita dan Raman menghentikan Mihir.
Raman meminta Ishita meninggalkan Mihir sendirian dan meminta dia untuk pergi.
Raman meminta Mihir untuk ikut dengannya.

Ishita berpikir : persoalan apa yg terjadi antara Mihir dan kakaknya, mengapa dia tidak memberitahu kami.

Pencarian Populer:

Saat ini, Anda Sedang Membaca Sinopsis Mohabbatein Episode 230 Tayang di ANTV

No Response

Leave a reply "Sinopsis Mohabbatein Episode 230 Tayang di ANTV"