Sinopsis Mohabbatein Episode 252 Tayang di ANTV

debroo.com. Sinopsis Mohabbatein Episode 252 Tayang di ANTV. Mihika berbicara dengan Ishita di telfon.

sinopsis-mohabbatein-episode-252-tayang-di-antv

sinopsis-mohabbatein-episode-252-tayang-di-antv

Mihika : kk aku mendengar Ashok bhwa dia akan bertemu dgn Shagun. Mihika mengakhiri panggilan.
Mihika : aku harus pergi ke sana sebelum dia menciptakan sebuah adegan dengan Shagun.

Bala meminta Raman untuk bergabung dengan mereka.
Raman : tdk, aku sdh makan terlalu banyak.
Vandu : ya, jgn datang.
Mani : datanglah.

Ishita meminta Raman untuk tidak datang karna perutnya lemah.
Raman bergabung dengan mereka dalam perlombaan untuk minum rasam.
Mani menang.

Mani : tidak ada orang yang dilahirkan untuk gagal, aku sdh minum rasam tersebut.
Raman : minumlah rasam kami sekali dan kita akan lihat.

Ishita mendapat telfon dari Pammi.
Ishita : akuakan datang dengan Jasmeet.

Ashok memberikan setengah hartanya untuk Shagun.
Ashok : ini untuk Mihir.
Shagun : di mana aku harus menandatanganinya.
Ashok : Shagun baca lah dulu sebelum kau menandatanganinya.
Shagun : kau pasti sdh membacanya.

Mihika melihat mereka.
Mihika : Shagun tidak akan mendengarkan aku.

Mihika membuat kopinya terjatuh pada kertas yg akan ditandatangani dan menggagalkan rencana Ashok.
Mihika : maaf, aku akan membersihkannya.

Ashok mengambil file.
Mihir meminta Shagun untuk beristirahat, seperti yang dikatakan Mihika.

Mihika berpikir : aku tidak akan membiarkan Ashok menang dalam rencananya.
Raman : Ishita apa perlu kau peduli pada orang lain.
Ishita : apa yang aku lakukan.
Raman : mengapa kau peduli padanya.
Ishita : dia adalah temanku.
Raman : kau melakukan seperti seseorang sdh memintamu untuk memilihkan seseorang untukku, kau dapat melakukannya juga karena kita tidak punya hubungan apapun di antara kita.
Ishita : baiklah, aku akan melakukan hal ini.
Raman : apa pun, aku tidak peduli.

Raman mendapat telepon dan pergi.
Ishita : Mani, maaf aku akan mengorbankanmu.

Ishita pergi ke mereka.
Pammi membuat Mani menemui Jasmeet.
Raman melihatnya.
Ishita melihat Jasmeet menjadi bahagia.

Pammi : aku sedang mencari seorang pria untuk Jasmeet.

Pammi meminta Ishita untuk memutuskan sekarang.
Mani : apa.
Ishita : aku pikir hubungan Jasmeet dan Mani ini tidak baik untuk satu sama lain.

Pammi terkejut.
Ishita : aku minta maaf, aku tahu mereka berdua, mereka tidak cocok satu sama lain.

Pammi marah.
Mani : aku percaya Ishu benar, jika dia mengatakan ini, itu akan menjadi benar, aku tidak punya rencana untuk menikah, maaf.

Mani pergi.
Pammi : Ishita kau melewati batas, saya mengatakan kpd Ibu mertuamu bahwa aku menyumbangkan emas untuk mendapatkan menantu seperti Ishita, kau menolak kami dan melakukan sok bertindak pintar, aku tidak berpikir kau akan melakukan hal ini, hubungan kita berakhir di sini.
Appa : Ishu sdh berpikir sesuatu sebelum melakukan ini.

Pammi menangis dan membawa Jasmeet.
Raman : skg baiklah, kau akan memutuskan hubungan akan dibuat dengan siapa, aku minta maaf karena kesalahan Ishita ini.

Mihika merasa lelah dan dia menjatuhkan nampan kaca.
Mihika terluka dan Mihir datang padanya.
Mihir mengangkat Mihika dan meminta dia untuk menjadi tenang.

Mihir : ini pasti menyakitimu.

Mihir melepaskan kaca dari kakinya.
Mihir mengalihkan pikiran Mihika dan melepas kacanya.
Mihir sangat peduli pada Mihika dan Mihika menatapnya.
Mihir mencium kakinya.
Mihir memegang Mihika dan mulai untuk menciumnya.

Mihika : tidak Mihir.

Mihika mulai pergi.
Mihir memegang tangan Mihika dan menyentuh dirinya dgn sensual.

Mihir : kita akan menikah, kemarilah.
Mihika : aku minta maaf.

Mihika bergerak menjauh.
Raman : bibi Pammi lebih dari adik untuk Ibu, mengapa kau membuat masalah.
Ishita : biarkan aku berbicara, aku tidak di sini untuk bertengkar dengan bibi Pammi, aku tidak cemburu dgn proposal Mani, aku melakukan ini untuk kebahagiaan Jasmeet, dia meneleponku dan mengatakan dia punya pacar dan dia tidak memberitahu bibi Pammi, orang tuanya percaya bibi Pammi dan aku tidak bisa memberitahu mereka, dia memintaku untuk menolak ini, aku melakukan ini untuknya.
Raman : kenapa kau tidak memberitahuku.
Ishita : kau tahu aku, tp kau tidak mengerti aku.

Ishita pergi.
Raman : rumahku terbakar karena materi pernikahan bibi Pammi ini.

Appa bermain kartu dengan Bala dan Mani.
Vandu membawa kopi.
Mereka bersenang-senang bicara.
Ishita datang.

Bala : di mana Raman.
Ishita : dia tidak bisa bermain.
Mani : orang Punjabi itu juaranya di kartu, tapi terima kasih Ishu, aku bs menikmati festival setelah bertahun-tahun.

Appa dan semua orang memintanya untuk menginap malam ini.
Ishita : ya, kau jg bisa melihat aarti Punjabi besok.

Mani membuat lelucon.
Vandu : aku puasa dan diet cair.

Mani terkejut.
Ishita meminta dia untuk menginap. Mani setuju.
Appa : panggil Raman juga.
Ishita : dia tidak akan datang, tp aku akan mencobanya.

Raman memegang perutnya.
Raman : apa ini, minum dua rasam saja dapat membunuh penjahat.

Ishita datang dan melihat Raman melakukan Kudkud.
Ishita berpikir : dia sangat marah, ya aku akan katakan padanya, tidak, sepertinya dia terlihat sedang sakit perut.
Raman : bagaimana orang Madrasans bisa makan sup seperti itu.
Ishita berpikir : bagaimana mengatakan, egonya …. Raman tidak dapat melakukan pekerjaan apapun.

Ishita memberinya tablet.
Raman : aku tidak ingin ini.
Ishita : aku tahu kau tidak bisa mencernanya.
Raman : aku tidak perlu.
Ishita : jgn membantah, minumlah obat ini, rasa sakitmu pasti akan hilang.

Ishita pergi.
Raman mengambil obat.

Raman : aku mendapat hukuman karena menjadi Madrasi Jamai.

Mani memakai pakaian India selatan dan berbicara dengan Murli.
Mani : urus semuanya, krna aku sedang dengan keluargaku, jgn mengganggu.

Mani juga merasa sakit perut.
Ishita melihat dia dan tertawa.

Mani : aku melakukan ini untuk menghukum suamimu, tp melihat Bala dan Raman sedang tidur dengan baik, aku sendiri yg tidak sehat.
Ishita : Raman juga sakit perut, egomu besar dan kalian melakukan apapun.
Mani : tidak, itu sangat menyenangkan.
Ishita : aku akan membawakan obat-obatan untukmu.

Listrik padam.
Ishita terluka dan Mani memegang Ishita.

Mani : duduk saja disini sampai listrik menyala.

Mereka duduk.
Raman menunggu Ishita dan terluka krna listrik padam.
Raman melihat keluar dan melihat Ishita dan Mani sedang berbicara.

Raman : Naag Mani dan Madrasi Nagin, ternyata pergi ke sana dan mengobati pasien juga.
Mani : Ishu kau mematahkan hatiku, kau tahu aku itu suka padamu, tapi kau tidak menyukai aku, kau mencintai Subbu dan ketika itu tidak berhasil, kau menika dgn Raman, jika kau meneleponku, aku akan datang berlari.

Ishita tertawa.
Raman mendengar mereka.

Raman : dia sdh melakukan hal yang baik dgn menolak gadis itu, dia tidak menyukainya.
Mani : aku akan menikah dengan seseorang sepertimu, sebab kau satu-satunya org yg aku suka.

Raman cemburu.
Ishita : jgn menggoda.
Raman : apa yg dia lakukan, dua orang yg tdk waras.
Mani : apakah kau tidak membawakan obat untuk suamimu.
Ishita : sebenarnya aku datang ke sini dan melihat Mani mengalami sakit perut, tapi listrik padam dan aku duduk di sini.

Raman mengejeknya.
Ishita : dia tidak terlihat begitu buruk.

Mani memuji Ishita.
Mani : semua orang jatuh cinta padanya, Raman datang di antara kita, jika kau memberi tahu, aku pasti sudah baris dipertama.
Raman : jika kau datang sebelumnya, aku pasti sdh diselamatkan.

Listrik menyala.
Raman meminta Ishita untuk membawakan obat-obatan saat dia waktu sakit perut.

Raman : pria yang memalukan, menggoda dengan istriku.

Pencarian Populer:

Saat ini, Anda Sedang Membaca Sinopsis Mohabbatein Episode 252 Tayang di ANTV

No Response

Leave a reply "Sinopsis Mohabbatein Episode 252 Tayang di ANTV"