Sinopsis Mohabbatein Episode 255 Tayang di ANTV

debroo.com. Sinopsis Mohabbatein Episode 255 Tayang di ANTV. Orang-orang serikat yang mogok datang kerumah sakit. Raman menghentikan mereka.

sinopsis-mohabbatein-episode-255-tayang-di-antv

sinopsis-mohabbatein-episode-255-tayang-di-antv

Raman : apa yang kalian inginkan.
Mereka : kami ingin agar mereka menghentikan pekerjaan.
Raman : istriku sedang sakit, dia sedang dirawat, kalian semua adalah dokter, tp kalian malah melakukan pemogokan.

Raman menegur mereka.
Mihir dan Bala mendukung Raman.

Raman : aku akan membunuh kalian jika kalian maju ke depan.

Pria itu menegur Raman dan mereka mulai memberikan argumen.
Mihir meminta mereka untuk pergi.

Bala : adikku sakit dan dia membutuhkan pengobatan, kami tidak akan pergi.
Pria : kami akan menendang kalian keluar.

Raman mendorong mereka.
Polisi datang dan orang-orang itu pergi.
Raman dan Mani berbicara dengan dokter.

Dokter : dia masih tidak sadar, kita harus mengendalikan situasi dalam 24 jam, kami akan menjaga dia di ICU.

Raman melihat Ishita melalui pintu kaca.
Appa : Raman kau tidak perlu khawatir karena semuanya akan baik-baik saja, Ishita itu orang nya kuat dan dia akan berjuang dengan apapun.

Raman meminta mereka untuk pulang, karena mereka di sini.
Mani : ya, akj akan mengantarkan kalian.
Raman : aku akan menjaga mereka dan memberikan informasi.

Mereka pergi.
Raman melihat Ishita.
Perawat datang dan Raman melihat nama perawat itu dari papan namanya, yaitu Maatangi.
Perawat tersenyum dan meminta Raman untuk masuk.
Raman berpikir tentang kata-kata Ishita yg dulu Ibunya suka memanggil Ishita dgn Maatangi.

Raman : bangunlah Ishita, aku tidak bisa tanpa bertengkar denganmu, aku tidak menemukan kedamaian yang baik, ayo bangun Jhansi Ki Rani.

Bala mendapat telfon.
Bala : kenapa kau meneleponku, aku bilang aku sedanh sibuk di rumah sakit, apa, siapa yang mengatakan kepadamu, kau tidak perlu datang ke sini, aku akan datang keluar.

Bala mengakhiri panggilan.
Bala : di mana aku terjebak, Raman bisa melihatku.
Suraj . Ashok apa spesifikasi hitam materi, topi dia memakai.
Ashok : tdk apa-apa, ini Konjungtivitis, aku berpikir tentang Mihika dan mengingatkan mereka tentang sikap ratu, Mihika ini seperti itu.

Suraj bertanya tentang menyingkirkan Shagun.
Ashok : sangat sulit untuk melupakan Mihika, seperti Shagun adalah semangat untukku 6 tahun sebelumnya, sekarang ini adlah Mihika.
Bala : Raman maaf, aku harus pergi dulu menemui Vandu.

Raman meminta dia untuk pergi.
Bala pergi.
Bala keluar dari rumah sakit dan sebuah mobil hitam datang.

Bala : hentikan omong kosong ini, kali ini aku tidak datang.

Pintu terbuka dan Bala duduk di dalam mobil dan pergi.
Mihika : Mihir bawakan kak Raman sesuatu, krna dia blm makan apapun.
Mihir : aku akan membawakan jus untuk dia, dia tidak akan makan skg.
Mihir : kau mulai menggunakan telepon baru san membuang yang lama.
Mihika : aku menggunakannya untuk melakukan panggilan.
Mihir : apakah kau membelinya atau …
Mihika : tidak ada yang memberikannya padaku.
Mihir : kau akan mengubah BF terlalu besok dan kau mengubah ponsel hari ini.
Mihika : mengapa kau mengatakan ini.
Mihir : aku membelinya dengan kesulitan dan kau malah menggantinya.
Mihika : Mihir aku tidak bisa hidup tanpamu.
Mihir : kau sdh sangat menyakitiku.
Mihika : cukup, aku tidak bisa bercanda lagi, aku mencintaimu.

Mihika memeluknya.
Mihir : aku mencintaimu juga, kita harus menghabiskan waktu dan kemauan hadiah banyak ponsel sehingga kau tidak mendapatkan BF apapun.

Raman melihat mereka dan tersenyum.
Raman cemas tentang Ishita.
Raman menangis.

Raman : aku kehilanganmu Jhansi Ki Rani, aku tidak berpikir aku akan memiliki perasaan ini untukmu.
Mihika : Kakak, cobalah utk makan sesuatu.

Raman menolak.
Mihir : aku akan membawakan jus untuknya.

Raman menghentikan Mihir dan berteriak.
Raman : ini semua karena aku, Ishita menyiksa dirinya untuk menerima tradisi keluargaku, aku ini mmg tidak sensitif.
Mihir : dia akan baik-baik saja, mengapa kau menyalahkan dirimu sendiri.
Raman : aku tidak tahu ini, jika terjadi sesuatu padanya, aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri.
Mihir : kau memiliki ti dan menjadi kuat, dan kau adlah kekuatannya.
Raman : tdk, dia lah kekuatanku.

Mihika melihat mereka.
Raman : aku yakin tidak ada yang akan terjadi padanya.

Pagi nya, Mani membangunkan Raman.
Mani : Ramam, Ishita sdh sadar.

Raman pergi ke kamarnya.
Raman bertemu dia dan berbicara kepada dokter.

Dokter : dia sekarang tidak akan puasa.

Dokter pergi.
Raman : tidak lebih puasa sekarang.
Ishita : saya dengar, tapi Navratri tidak lebih penting, aku tidak akan berbuka puasa.
Raman : kau akan mati, kau ini dokter, dengarkan dokter lain, kau pingsan, kau tidak bisa mentolerir puasa, kau harus melakukan apa yang saya katakan.

Mani mendengar Raman memarahi Ishita dan pergi.
Ishita : aku tidak akan berbuka puasa.
Raman : makan, dan jangan keras kepala.

Mereka berdebat.
Ishita : aku baik-baik saja, aku tidak lemah.
Raman : aku akan menamparmu sekarang.

Mani datang.
Mani : Ishita bagaimana perasaanmu skg.

Raman berdiri jauh dgn marah.
Mani meminta Ishiya untuk makan.

Ishita : aku tidak akan makan demi siapa pun.
Mani : ini untuk Ruhi.

Ishita tersenyum dan memanggil Ruhi.
Ruhi datang kesana.

Raman : Ruhi siapa yang mengantarmu kesini.
Mani : aku di sini untuk membuatnya bertemu Ishu.
Ruhi : Ibu Ishi aku merasa sangat kehilanganmu, bagaimana keadaanmu, semua orang berbohong kepadaku , dan paman Abhi menceritakan semuanya dan mengatakan kau tdk tidak sehat karena kau tidak mau makan, makanan memberi kita energi dan tubuh kita adalah mesin, makanan adlah bahan bakar.
Ishita : tapi Ibu Ishi sedang puasa.
Ruhi : baiklah, kau berada di rumah sakit dan aku akan berada di rumah, semuanya akan mengacaukan dan mereka akan meninggalkanku untuk Ibu Shagun, hati ibu sangat besar, Mata Rani tidak akan menghentikanmu utk makan, beberapa baris yang tidak bersalah manis.

Kata-kata Ruhi membuat Ishita dan Raman menangis.
Ishita memeluk Ruhi.
Mani juga menangis.
Ruhi memberi Ishita sup.

Ruhi : ayo demi aku.

Ruhi membuat Ishita makan sup.
Raman tersenyum.

Mani : Raman, semuanya memiliki cara untuk melakukan, kemarahan membuat hal yang lebih buruk.
Ruhi : paman, trimakasih sdh membawaku kesini.

Ishita juga mengucapkan terima kasih.
Ishita : skg keadaanku sdh setengah-baik saja krna melihat Ruhi.
Mani : kau akan baik-baik saja karna kau makan dengan tangan Ruhi.

Mani pergi utk membawakan air.
Raman : berhenti, kau dan aku perlu bicara.
Raman : apa masalahmu.
Mani : kau tidak tahu bagaimana cara berbicara.
Raman : Ruhi akan takut, dia melekat Ishita, apakah kau berpikir ini.
Mani : lebih baik kau bisa mengontrol jalannya bicara dirimu, Ishita tidak makan apapun, hanya Ruhi yg bisa membuatnya makan.
Raman : jgn mengajarkan aku untuk berurusan dengan istriku dan anak perempuanku.

Raman dan Mani memiliki argumen.
Raman : kau adalah sahabatnya, dimana kau ketika dia berada dlm masalah dan keluarganya memiliki masalah, aku membantunya dan hal-hal yang tdk kau tahu, apa ada yang bisa mengatakan padamu, di mana kau saat menikah, kenapa kau datang sekarang. Aku ini suaminya dan aku tahu tugasku dengan baik.
Mani : kau mengatakan dia adalah istri dan tidak ada orang lain, baik, dia melakukan tugas dengan baik, dia istri yang baik, ibu, tp apa yang kau lakukan, saudaramu sendiri mengatakan kau hanya berteriak, aku telah melihat dia terganggu, apa yang dilakukan mu tahu tentang dia, kau menikahinya 6 bulan sebelum, kau bukan suami yang baik, hubungan yang dibuat perlahan dan kau sdh gagal sekali.
Raman :lihat ….
Mani : tunggu, aku belum selesai.

Pencarian Populer:

Saat ini, Anda Sedang Membaca Sinopsis Mohabbatein Episode 255 Tayang di ANTV

No Response

Leave a reply "Sinopsis Mohabbatein Episode 255 Tayang di ANTV"