Sinopsis Lonceng Cinta Episode 16- Serial Drama India Lonceng Cinta

griyasinopsis.com. Pada kesempatan ini Griya Sinopsis akan memberikan Sinopsis Lonceng Cinta Episode 16- Serial Drama India Lonceng Cinta. Pada Serial Drama India yang Tayang di ANTV, mengisahkan:

sinopsis-lonceng-cinta-episode-16-serial-drama-india-lonceng-cinta

sinopsis-lonceng-cinta-episode-16-serial-drama-india-lonceng-cinta

Bulbul dan Purvi meminta Abhi untuk memulai penampilannya. Sarla pun memintanya. Abhi lalu meminta tangan Pragya dan memintanya ikut. Abhi lalu perform. Dan menarik Pragya ikut menari bersamanya. Tapi Abhi memutar2nya hingga Pragya terjatuh. Pragya bangun dan Abhi mengajaknya menari kembali. Semua orang senang melihat mereka dan bertepuk tangan.

Tanu membicarakannya bersama temannya bagaimana Abhi memperlakukan Pragya dalam tariannya.

Pragya kembali terjatuh beserta kacamatanya. Abhi membangunkannya dan memasang kacamatanya. Pragya menarik tangannya dari genggaman Abhi.

Daadi dan Daaljeet naik ke panggung. Bulbul juga menyuruh ibunya naik. Pammi juga disuruh naik. Mereka semua menari. Semua bertepuk tangan.

Aaliya berbicara dengan Abhi bahwa Pragya telah menelpon Purab dan memberitahukan tentang pernikahannya. Abhi pun berkata bagaimana reaksi Purab saat sebentar lagi melihat Pragya.

Purab masih diperjalanan. Purab menelpon Abhi. Abhi mengatakan pada Aaliya bahwa Purab akan segera sampai dalam 10-15 menit lagi. Bulbul mendengarnya dan dia cemas. Bulbul lalu memilih untuk pergi keluar tapi Purvi memaksa mengajaknya menari, Setelah itu semua keluarga ikut menari , Bulbul tanpa sengaja menginjak kaki Aaliya dan Aaliya memakinya.

Purab datang dan menatap semua dekorasi. Purab teringat saat Abhi mengusirnya dan juga masa kecil mereka. Abhi lalu berbicara sendiri didepan kaca mobil. Sementara Bulbul berjalan keluar dan teringat kenangannya bersama Purab. Bulbul lalu melihat Purab terlebih dulu dan bergegas pergi. Purab merasakan kehadiran Bulbul dan berusaha mencarinya.

Abhi sedang mengobrol bersama teman2nya, mereka lalu pergi naik ke lantai atas. Purab pun datang. Sedangkan Aaliya pergi ke kamarnya dan mengeluh karena kakinya di injak Bulbul.

Purab mencari Abhi dan tanpa sengaja menabrak Sarla. Mitali mendatanginya dan mengobrol. Purab menanyakan Abhi. Mitali mengajaknya pergi menemui istri Abhi. Purab melihat Tanu dan bertanya2 apa yang dikerjakan Tanu di rumah Abhi.

Mitali menemui Pragya dan memanggil Purab. Mereka saling pandang. Mitali dipanggil Pammi dan bergegas pergi, Mitali berjalan dan bertemu Pammi. Mitali menceritakan keanehan saat Pragya dan Purab saling pandang.

Pragya dan Purab berhadapan. Purab pun bertanya bagaimana Pragya bisa menikah dengan Abhi. Pragya pun menceritakan tentang keinginan nenek Abhi. Abhi turun dari lantai 2 dan melihat Purab dengan Pragya. Abhi menghampiri Purab dan Pragya. Purab hendak pergi tapi Abhi menahannya dan memeluknya. Abhi lalu mengenalkan Purab pada Pragya. Purab lalu merasa pusing dan beranjak pergi. Abhi mengatakan sesuatu pada Pragya. Lalu pergi.

Di perjalanan, Purab memikirkan semuanya dan mencoba menelpon Bulbul lagi. Bulbul sedang melepas semua aksesoris ketika Purab menelpon. Bulbul merejectnya. Purab pun merasa sedih dengan sikap Bulbul

Tanu menari bersama Abhi dengan begitu romatisnya untuk membuat sakit hati Pragyan bertambah. Daadi memandang Tanu dengan tatapan tidak suka.

Sarla masih memeluk Pragya, Daadi meminta foto keluarga bersama keluarga Sarla dan meminta Tanu yang memotretnya. Tanu mengatakan agar Abhi berfoto lebih dekat dengan Pragya dan meminta Abhi memeluk Pragya. Setelah satu kali foto, Tanu meminta Pragya melepas kaca matanya. Abhi melepaskannya dan kembali berfoto. Sarla lalu memberkati Pragya dan setelah itu mereka berpamitan.

Bulbul menerima sms dari Purab yang membicarakan tentang pernikahan Pragya, Bulbul terlihat marah dan kemudian menelpon Purab dengan emosi. Setelah menutup telepon, Bulbul kembali mengingat saat2 masih bersama Purab dan Bulbul pun menangis. Bubul mendengar suara Purvi dan pura2 tidur. Purvi membangunkan Bulbul dan menceritakan keseruannya berfoto bersama Abhi.

Dikamarnya, Pragya dengan marah melepas semua aksesorisnya. Abhi masuk dan mengatakan jika dirinya ingin pergi keluar, Pragya menyuruhnya segera pergi. Abhi lau menanyakan sesuatu tentang Purab dan mereka berdebat hingga akhirnya Abhi keluar dari kamar.

Daadi sedang mengumpulkan semua hadiah pernikahan Abhi dan meminta pelayan untuk menyimpannya, dia melihat Abhi dan bertanya. Abhi menjawab bahwa temannya mengundang untuk pergi ke pesta dan dirinya tidak dapat menolak. Daadi memberi penjelasan pada Abhi agar dia menemani Pragya saja dan itu lebih baik. Daadi lalu mengajak Abhi kembali ke kamarnya tapi Abhi berhasil meyakinkan neneknya untuk pergi. Abhi pun masuk ke dalam kamar dengan marah. Pragya bertanya mengapa Abhi kembali lagi, Abhi menjawab bahwa neneknya meminta dirinya untuk kembali ke kamar, kemudian Abhi membuka bajunya, Pragya pun ketakutan. Abhi juga membuka celananya hingga membuat Pragya kelabakan. Abhi berkata bahwa dirinya memang seperti ini jika tidur dan jika Pragya merasa malu bisa keluar dari kamarnya.

Pragya keluar dari kamar dan bersembunyi saat melihat Daadi. Pragya memutuskan masuk ke kamar lagi sambil menutup matanya. Sementara Abhi telah berbaring dan menutup matanya sambil mendengarkan musik dari earphonenya. Pragya berjalan meraba2 hendak mengambil bantal dan dia menyentuh Abhi, Abhi pun menghardiknya. Pragya lalu mengambil bantal dan tidur di balkon. Disana dia berpikir, mengingat semua ucapan Bulbul dan ucapan Abhi.

Lalu Pragya mendengar Abhi bersin terus menerus, Pragya pun mengabilkan air hangat untuknya. Abhi mengomel tapi diambilnya juga minuman dari Pragya. Setelah meminumnya, bersin Abhi pun berhenti. Pragya kembali ke balkon dan duduk merenung disana, Pragya teringat Bulbul dan teringat saat pernikahannya dengan Abhi. Pragya mengingat semuanya hingga tertidur.

Pagi harinya, ponsel Abhi berdering terus menerus, seseorang membangunkannya dan saat Abhi membuka mata, dia melihat Tanu yang ternyata membangunkannya. Abhi pun mengatakan pasti telepon itu panggilan dari rumahnya dan Abhi berkata bahwa dirinya tidak ingin pulang ke rumah dan bertemu Pragya, Abhi berbicara sambil terpejam kembali. Tiba2 Abhi mendengar suara keras dan saat Abhi melihatnya ternyata Pragya yang membangunkannya dan kemudian memberikan ponselnya. Tanu yang menelpon dan Abhi menyapanya dengan mesra laun Abhi berceritabahwa Pragya tidur di balkon. Pragya terdiam mendengar semua pembicaraan Abhi.

Raj bersiap2 hendak pergi bekerja. Mitali datang menghampirinya dan mengatakan sesuatu tentang pekerjaan Raj, lalu Mitali menutup pintu dan dia kembali berbicara dengan Raj mengenai rencana curangnya tentang pekerjaan Raj. Raj menolaknya dan menyuruh Mitali menghentikan niatan ibunya untuk memaksanya menghandle pekerjaan Abhi. Raj lalu beranjak pergi dan Mitali mengomel sendiri melihat kejujuran suaminya.

Aaliya berbicara dengan Abhi di kamar Abhi. Aaliya berkata akan pergi ke London karena ada acara penting. Abhi bertanya tentang kelanjutan rencana mereka untuk Pragya dan Purab. Abhi berkata baha dirinya sangat membenci Pragya karena dia yang menyebabkan hancurnya hubungan Aaliya dan Purab. AAliya merasa senang mendengar ucapan kakaknya.

Sarla sedang menjemur pakaian sambil menelpon Pragya, Sarla memintanya dan Abhi datang ke rumahnya untuk melakukan ritual pernikahan yang lain, Pragya berkata bahwa dirinya tidak bisa datang karena Abhi sedang sibuk. Daadi melihatdan mendengar pembicaraan Pragya lau Daadi mengambil alih ponselnya dan berbicara pada Sarla bahwa Pragya dan Abhi pasti akan datang. Setelah itu dia berbicara dengan Pragya untuk segera bersiap2, lantas Daadi pun beranjak pergi.

Abhi sedang berolahraga dikamarnya, dia memanggil pelayannya dan meminta dibawakan kopi, sementara Pragya sedang bersama Daadi di dapur dan membuatkan kopi untuk Abhi. Setelah kopi siap, Daadi meminta Pragya mengantarkannya untuk Abhi.

Pragya masuk ke kamar dan Daadi melihatnya dari luar, Pragya memberikan kopinya pada Abhi. Karena merasa Pragya yang membuatkannya, Abhi pun bertindak seolah2 kopi buatannya tidak enak sama sekali. Abhi pun mencemooh Pragya. Daadi melihat sikap Abhi dari luar kamar dan merasa tidak suka. Daadi lalu masuk ke dalam kamar dan menegurnya. Lalu Abhi memuji kopinya dan meminumnya kembali, sikapnya pun kembali mesra pada Pragya. Daadi lalu berkata agar Abhi pergi bersama Pragya ke rumahnya untuk melakukan beberapa ritual lagi, Abhi sedikit berdebat dengan neneknya dan akhirnya Abhi pun menyetujui keinginan neneknya dengan kemarahan.

Tetangga2 Sarla membicarakan Pragya dan Abhi yang akan segera datang, tak lama kemudian mobil Abhi beserta bodyguardnya datang. Tetangga2 Abhi langsung mengerumuni mobilnya. Pragya dan Abhi turun dari mobil. Suresh menyapa mereka dan berbicara sejenak. Lalu Abhi dan Pragya masuk ke dalam rumah.

Purvi memberitahu Sarla kalau Pragya datang bersama Abhi. Seluruh keluarga menyambutnya. Mereka lalu mempersilahkan Pragya dan Abhi duduk. Kemudian paman Pragya datang untuk menyapa Abhi. Abhi terlihat bosan mendengarkan ocehan paman Pragya. Abhi lalu memberikan tanda tangan di telapak tangan paman Pragya dan sang paman berkata tidak akan mandi untukmenjaga tanda tangan Abhi tetap utuh

Purab sedang melamunb tentang pernikahan Pragya dan Abhi. Purab berpikir untuk pergi ke rumah Sarla dan berbicara dengan mereka secara pribadi.

Sarla dan semua anggota keluarganya sibuk melayani Abhi dengan menyuapinya makanan hingga Abhi merasa kekenyangan. Abhi lalu menanyakan kamar mandi. Sarla menunjukkan kamar Pragya yang tersedia kamar mandi didalamnya, Abhi lalu pergi ke kamar Pragya, Pragya menyusulnya dan Abhi mengomelinya. Pragya memberinya minuman untuk menetralkan perutnya yang kekenyangan lalu Abhi hendak beristirahat dan dirinya mengatakan bahwa tempat tidur Pragya terlalu keras. Abhi juga menanyakan dimanakah ACnya, Abhi lalu membuka jendela dan melihat Suresh di rumahnya. Abhi menyapa Suresh lau Abhi mengobrol sebentar dengan Pragya dan kemudian pergi.

Purab mendatangi rumah Bulbul. Sarla menyambutnya dan mengingat2 pernah bertemu di pernikahan Pragya. Sarla hendak memanggil Pragya tapi diurungkannya. Sarla malah memanggil Bulbul untuk menemui Purab. Bulbul pun bergegas ke ruang tamu dan dia melihat Purab tapi Purab tidak melihatnya. Bulbul pun beranjak pergi dan meminta tolong pada Pragya untuk menemui Purab. Pragya pun merasa bingung karena kalau Abhi tau bahwa Purab mencintai Bulbul maka Abhi pasti akan membuat drama baru.

Bulbul kembali meminta tolong pada Pragya. Pragya lalu menemui Purab dan Bulbul menahan Abhi agar tidak keluar dan melihat Purab. Bulbul berusaha mengajak Abhi mengobrol. Sementara diluar, Pragya menemui Purab dan berbicara dengannya. Sarla lalu keluar dan menahan kepergian Purab. Sara lalu pergi, Bulbul kembali menahan Abhi tapi tetap saja Abhi bergegas keluar.

Pragya masih berbicara dengan Purab, Abhi keluar dan melihatnya. Abhi lalu mengatakan apakah Purab datang untuk menemuinya. Sarla lalu keluar membawakan teh dan cemilan. Abhi menanyakan pada Sarla kapan bertemu Purab. Sarla menjawab bahwa dirinya bertemu Purab saat resepsi saja. Abhi pun berpikir betapa cerdasnya Pragya karena tidak membiarkan Purab mengenal ibunya. Purab kemudian berpamitan dan bergegas pergi. Abhi mengatakan sesuatu pada Pragya.

Tanu mencoba menelpon Abhi dan berbicara dengannya. Usai menelpon, Sarla melihatnya dan berkata bahwa Abhi harus menginap untuk menyelesaikan ritual. Abhi berkata bahwa dirinya tidak membawa pakaian lagi dan Abhi merasa tidak nyaman memakai baju yang dipakainya sekarang. Purvi pun berkata Abhi bisa meminjam baju Kabir, Abhi berpikir jika baju Kabir pasti terlalu besar untuknya tapi Abhi menyetujuinya karena Purvi bersikeras, Kabir membuat lelucon dan berkata bahwa dia tidak akan mencuci bajunya setelah Abhi memakainya.

Pragya dan Bulbul pergi mencari baju di sebuah butik untuk Abhi. Pragya melihat dasi dan mengingat pernah membelikan Suresh dasi. Lalu Suresh juga masuk ke butik yang sama, dia mengomentari baju yang dibeli Pragya dan Bulbul. Bubul lalu dengan geram menegur Suresh. Pragya juga ikut berbicara.

Bulbul dan Pragya pulang ke rumah, Purvi lalu mengatakan jika sekarang paman mereka terlihat sangat tampan. Kemudian Abhi keluar memakai pakaian Kabir yang kedodoran dan membuat gadis2 itu tertawa. Sarla keluar dan mengomel pada Bulbul karena menggoda Abhi

Bulbul dan Purvi membereskan kamar Pragya sambil menggoda Pragya. Abhi kemudian muncul dan berkata ingin berbicara dengan Pragya. Setelah itu Bulbul dan Purvi keluar kamar. Abhi berbicara dengan Pragya dan berkata bahwa sekarang Pragya akan merasa senang bisa berbagi tempat tidur dengannya. Pragya berkata dirinya tidak ingin berbagi apapun di kamarnya dengan Abhi.

Abhi lalu pergi ke teras atas, dia melihat Daaljeet sedang asik ‘minum’. Saat Abhi melihatnya, Daaljeet berusaha menyembunyikan gelas minumannya dibalik kerudung. Tapi akhirnya Daaljeet menunjukkan botol minumannya, Daaljeet berbicara dengan Abhi bahwa Sarla melarangnya untuk minum. Kemudian mereka berdua minum bersama sambil bersenda gurau serta bercerita2.

Abhi kembali ke dalam rumah dan bertemu Bulbul serta Purvi. Abhi lalu mencari2 kamarnya dan Bulbul menunjukkannya. Setelah Abhi pergi, Bulbul dan Purvi menemui Daaljeet dan bertanya mengapa sang nenek memberikan minuman pada Abhi. Daaljeet menjawab bahwa Abhi sendirilah yang ingin minum bersamanya.

Abhi membuka pintu kamar. Pragya melihat bahwa Abhi sedang mabuk, Abhi lalu melempar sandalnya dan mendekati Pragya. Pragya bertanya pada Abhi mengapa dia minum alkohol, lalu Abhi terus saja berceloteh tak tentu arah. Abhi lalu melempar tubuhnya di kasur dan melempar bantal pada Pragya. Pragya marah dan mengatakan sesuatu pada Abhi. Abhi pun berdiri dan mendekati Pragya. Abhi lalu semakin mendekati Pragyam hingga mendorongnya ke dinding.

Pragya ketakutan dengan sikap Abhi yang semakin mendekat seolah2 akan menciumnya. Abhi terus menggoda Pragya dengan membuatnya ketakutan melihat sikapnya. Abhi lalu mendekati jendela dan menatap ke arah jendela Suresh. Suresh juga sedang memandanginya. Abhi lalu membuka bajunya dan ini membuat Suresh malu sendiri melihatnya, Suresh merasa malu lalu menutup jendela kamarnya. Abhi pun tertawa senang, sementara Pragya pun menutup matanya. Abhi lalu beranjak tidur.

Rachna bertanya pada Suresh mengapa terus saja menatap jendela, Suresh hanya diam tidak menjawab pertanyaan Rachna. Rachna juga bersikeras menanyakan siapa sebenarnya gadis yang dicintai Suresh. Suresh masih terdiam dan beranjak tidur.

Pagi harinya, semua anggota keluarga berkumpul di kamar dan melihat keadaan Abhi. Abhi sendiri bingung karena dikerumuni. Sarla hendak memanggil dokter tapi Daaljeet melarangnya. Abhi lalu meminta dibuatkan kopi. Pragya teringat saat Daadi mengajarinya membuat kopi untuk Abhi. Pragya lalu pergi ke dapur untuk membuatkannya. Sarla lalu menegur Daaljeet karena telah memberi minuman pada Abhi. Abhi meminta Sarla untuk tidak memarahi Daaljeet karena kini Daaljeet adalah wanita favoritnya dirumah Sarla. Abhi berkata akan membawakan minuman lagi untuk Daaljeet saat dia datang lagi.

Pragya datang membawakan kopi, Abhi meminumnya dan begitu tau rasanya, dia mengira bahwa neneknya telah datang. Abhi pun bergegas mencari2 neneknya. Di ruang tamu. Sarla berkata bahwa neneknya tidak ada datang, mereka semua lalu pergi dan Pragya kembali memberikan kopi Abhi. Abhi tersenyum lalu meminta Pragya untuk bersiap2 karena mereka akan segera pulang.

Rachna keluar dari tempat senam untuk ibu hamil yang juga menyatu dengan tempat fitness, Aakash yang juga baru saja selesai fitnes melihatnya dan menyapanya. Aakash terus mengejar Rachna dan memengang tangannya. Beberapa ibu2 mengomeli Aakash karena menyakiti wanita hamil. Rahna menyelamatkannya dengan mengatakan bahwa Aakash adalah ayah dari bayinya lalu Rachna bergegas pergi. Aakash berpikir bahwa Rachna masih memiliki perasaan pada dirinya.

Pencarian Populer:

Saat ini, Anda Sedang Membaca Sinopsis Lonceng Cinta Episode 16- Serial Drama India Lonceng Cinta

author
No Response

Leave a reply "Sinopsis Lonceng Cinta Episode 16- Serial Drama India Lonceng Cinta"