Sinopsis Lonceng Cinta Episode 4- Serial Drama India Lonceng Cinta

griyasinopsis.com. Pada kesempatan ini Griya Sinopsis akan memberikan Sinopsis Lonceng Cinta Episode 4- Serial Drama India Lonceng Cinta. Pada Serial Drama India yang Tayang di ANTV, mengisahkan:

sinopsis-lonceng-cinta-episode-4-serial-drama-india-lonceng-cinta

sinopsis-lonceng-cinta-episode-4-serial-drama-india-lonceng-cinta

Pragya teringat saat Suresh menyatakan perasaannya tadi, Suresh tidur terlalu ke pinggir dan saat dia terlentang tangannya jatuh menyentuh lantai. Pragya berlari menghampirinya dan membetulkan tangan Suresh, lalu dia menyelimuti Suresh. Tanpa sengaja Suresh menarik tangan Pragya dan memeluknya. Pragya menatap Suresh yang kini begitu dekat dengannya.

Sarla dan Madhavi (Ibu Suresh) mendatangi Suresh dan melihat Pragya yang begitu peduli pada Suresh. Pragya merasa malu dan berjalan keluar kamar. Sarla dan Madhavi pun membicarakannya. Mereka harus segera menentukan hari pertunangan setelah esok dan akan membicarakannya bersama Suresh.

Pragya sedang bersiap2 dan Suresh masih tertidur. Tiba2 ponsel Bulbul berbunyi. Pragya pun buru2 mengambil ponsel Bulbul dan menerima telponnya. Purab mengatakan agar Bubul segera datang ke kantor, Pragya menyelanya lalu mengatakan jika dirinya bukan Bulbul. Bulbul muncul dan Pragya berusaha memberikan ponselnya. Pragya berkata jika itu telpon dari Purab. Pragya menduga jika Purab adalah kekasih Bulbul. Bulbul pun mengomel dan tidak mau menerima telepon Purab. Pragya pun mengatakan jika nanti Bulbul akan mengirim SMS.

Bulbul mengatakan jika Purab ini pencinta wanita dan tentu saja banyak wanita di sekelilingnya, Bulbul mengatakan jika dia bekerja pada Purab hanya untuk memenuhi impiannya. . Pragya pun menasihati Bulbul bahwa dia telah dewasa dan memintanya untuk menunggu cinta sejatinya. Bulbul meminta Pragya tidak mengkhawatirkannya, Bulbul juga mengatakan jika cinta sejatinya tidak akan seperti Purab.
Bulbul lalu mendengar suara dengkuran dan bertanya siapa yang mendengkur. Pragya berkata bahwa Suresh sedang tidur dan mendengkur. Suresh lantas membuka mata dan melihat Bulbul, diapun tersenyum senang. Bulbul berkata bahwa cintanya juga tidak akan seperti Suresh.

Pragya berkata bahwa bos Bulbul memanggilnya untuk segera pergi ke kantor dan Pragya menyuruh Bulbul cepat pergi. Pragya mengembalikan ponsel Bulbul dan Bulbul bergegas pergi. Pragya menatap Suresh sebentar dan kemudian dia beranjak pergi.

Suresh terbangun dan menyadari jika dia tidak berada di kamarnya. Suresh lalu mengingat yang telah terjadi semalam. Suresh pun ingin tahu apa yang akan Bulbul katakan, Suresh berniat pergi menemui Bulbul dan bertanya sendiri.

Suresh keluar dari kamar dan melihat Sarla dan yang lain sedang sibuk memilih2 saree. Suresh pun berjalan dengan perlahan2. Rachna diam 2 menelpon seseorang dan terkejut saat sang ibu memanggilnya. Madhavi menyuruhnya mencoba saree2 tersebut. Rachna pun terlihat enggan menuruti keinginan ibunya.

Suresh pergi ke dapur dan terkejut melihat Pragya, begitu juga sebaliknya. Pragya menjadi salah tingkah. Suresh mencoba berbicara tapi suaranya tertahan di tenggorokan. Pragya memberinya air minum dan Suresh meminumnya, Suresh berkata bahwa dia merasa sakit kepala. Mereka pun mengobrol dan lagi2 mereka saling salah paham. Tak beberapa lama Suresh beranjak pergi.

Purab datang ke mkantornya dan berkata pada salah satu staffnya bahwa mereka harus ke Delhi untuk urusan pekerjaan. Staffnya mengatakan jika dia tidak bisa ikut karena hari ini dia akan menikah. Purab lalu masuk ke ruangannya. Bibi Khanna mengikutinya. Bulbul lalu masuk dan menyerahkan file pada bibi Khanna. Bibi Khanna lalu mengatakan agar Purab pergi ke Delhi bersama Bulbul. Bulbul berkata bahwa dia tidak bisa ikut karena akan ada pertunangan dirumahnya. Purab pun marah dan berkata bahwa Bulbul harus pergi dengannya ke Delhi jika masih ingin bekerja dengannya. Purab lalu pergi. Ponsel Purab tertinggal dan ada yang menelpon. Bulbul melihat nama yang tertera di layar “jangan terima telpon” tapi Purab kembali untuk mengambil ponselnya dan menerima panggilan tersebut.

Madhavi menemui Suresh dan menanyakan keputusannya tentang pertunangan. Suresh berkata akan bertanya dulu. Lalu Suresh melihat Bulbul turun dari bajaj dan Suresh pun tersenyum. Kemudian Suresh pergi ke rumah Sarla dan melihat Bulbul sedang menari bersama neneknya menggunakan lagu Abhi. Sufresh pun terpikir akan membersihkan kebingungannya setelah berbicara dengan Bulbul.

Bulbul hendak berganti baju, Suresh mengetuk pintu kamar dan saat di buka dia melihat Suresh. Mereka membicarakan tentang kejadian semalam dan mereka pun sama2 salah paham.

Sarla berbicara dengan Pragya di dapur, Sarla bertanya agar Pragya mengatakan “ya” untuk pertunangan. Pragya berkata bahwa dia sangat menyukai Suresh. Pragya pun memeluk sang ibu dengan penuh rasa haru.

Nenek Abhi memijati kepala Abhi sambil mengobrol. Sang nenek bertanya mengapa Abhi membuat begitu banyak lagu jika dia harus sakit kepala. Abhi menjawab bahwa albumnyan harus mendapat respon yang positif dan uang pasti akan mengalir. Nenek Abhi berkata agar Abhi tidak selalu bersenang2 dan harus mendapat pasangan karena dirinya tidak akan selalu bersamanya. Nenek Abhi ingin Abhi menikah dengan seorang gadis yang peduli pada Abhi daripada uangnya.

Suresh berbicara dengan ibunya dan mengatakan bahwa dirinya menyetujui pertunangannya. Madhavi senang mendengarnya dan memeluk Suresh. Suresh berkata bahwa pertunangannya harus dilaksanakan besok. Pragya yang hendak membawa air mendengarnya dan bahagia. Suresh lalu melihat Pragya dan menghampirinya kemudian bertanya apakah Pragya bahagia. Pragya tersipu malu dan mengatakan bahwa dia sangat bahagia. Suresh tersenyum dan beranjak pergi.

Suresh bermain catur dengan teman sekamarnya (Arvind), lalu dia melihat jam menunjukkan pukul 10 dan Suresh langsung membuka jendela. Arvind mengatakan mengapa Suresh masih ingin mengucapkan selamat malam pada Pragya sekarang. Suresh pun menjawab karena Pragya mendukungnya.

Pragya bersama Bulbul dan saat melihat jam 10 dia hendak bergerak ke jendela tapi Bulbul melarangnya dan berkata jika Bulbul yang ingin ke jendela. Suresh melihatnya dan melambaikan tangan. Lalu Bulbul memutar lagu Abhi dan dia menari. Suresh melihatnya dan ikut menikmati lagu tersebut. Bulbul melihat Suresh dan berkata pada Pragya bahwa Suresh juga menikmati lagu Abhi. Bulbul berkata bahwa Suresh melakukannya karena cintanya pada Pragya.

Suresh mendatangi gedung pernikahan dan melihat para pelayan tidak bekerja, Suresh memarahi mereka dan menyuruh mereka kerja dengan cepat kalau tidak ingin gaji mereka dipotong. Sarla menemuinya, Suresh meminta Sarla untuk duduk dan dirinyalah yang bekerja.

Rachna menelpon seseorang dan saat ibunya masuk, ponsel Rachna terlempar.. Ibu Suresh bertanya mengapan Rachna terlihat gugup. Lalu Sarla masuk dan Madhavi berkata bahwa Rachna sangat gugup. Madhavi bertanya apakah Pragya juga merasa gugup. Sarla menyahut bahwa pragya sangat bahagia. Setelah itu mereka berdua keluar . Rachna kembali menelpon kekasihnya dan mengatakan bahwa hari ini hari pertunangannya dan ini telepon terakhirnya. Rachna berkata jika dia tidak akan melihat wajahnya lagi. Pragya mendengar pembicaraannya dan saat selesai menelpon Pragya mendekati Rachna dan meminta Rachna menceritakan kebenarannya. Rachna pun menjelaskan pada Pragya tentang kekasihnya. Pragya menasihati Rachna.

Abhi melihat pertengkaran saudaranya (Aakash) dan tunangannya (Sukruti), sepupu nenek Abhi (Daasi) meminta Abhi melerai. Abhi membawa Aakash pergi dan berbicara dengannya. Aakash berkata bahwa dia tidak lagi bisa menghandle tunangannya itu. Abhi mencoba menasihatinya. Abhi lalu berganti menasihati Sukruti dan akhirnya Sukruti setuju menikah dengan Aakash. Setelah itu Sukruti akur dengan Aakash. Daasi pun memuji Abhi.

Pragya masih berbicara dengan Rachna. Pragya menghiburnya dan mengatakan bahwa Tuhan pasti memiliki sesuatu yang lebih baik untuknya. Rachna pun menangis dan memeluk Pragya. Rachna mengatakan bahwa Suresh beruntung mendapatkan Pragya. Pragya membalas jika dirinyalah yang beruntung mendapatkan Suresh.

Abhi berbicara dengan neneknya (Daadi) bahwa dengan uang segalanya dapat dibeli. Abhi mengatakan bahwa cinta tidak ada artinya dan hanya uang yang paling penting.

Suresh sibuk dengan pekerjaannya mendekor. Bulbul datang dan bertanya mengapa Suresh ikut mengerjakan semuanya. Bulbul juga melihat bahwa pertunangan akantertunda melihat kondisi gedung pernikahan. Suresh berkata bahwa dia akan menyelesaikannya tepat waktu.

Suresh lalu menaiki tangga dan Bulbul mengikuti di bawahnya. Suresh pun merasa senang. Mereka lalu berbicara. Dan saat mengambil barang dari tangan Suresh, tangan Bulbul menyentuhnya. Suresh merasa senang hingga terjatuh dan menimpa seseorang yang membawa tepung. Bulbul tertawa dan Suresh merasa senang. Bulbul lalu turun dan membersihkan kacamata Suresh yang penuh tepung lalu beranjak pergi.

Bulbul memuji kecantikan kakaknya. Sarla memanggil Pragya dan melihatnnya begitu cantik. Daljeet lalu memanggil mereka dan menyuruh mereka untuk segera bersiap. Bulbul berkata bahwa Suresh menerima Pragya karena dirinya dan Bulbul ingin dirinyalah yang membawa Pragya keluar menuju pertunangannya. Sarla pun memberikan cincin pertunangan pada Bulbul.

Suresh menyambut mempelai laki2 calon suami Rachna. Sarla dan Rachna menyambut mereka juga. Bulbul melihat Suresh dan memberitahu Pragya. Pragya mengatakan jika Suresh terlihat tampan. Rachana berkata jika mereka akan melakukan pertunangan Suresh dulu karena Suresh adalah kakaknya. Bulbul membawa Pragya. Suresh menatap Bulbul dengan romantis.

Madhavi berkata agar pendeta segera memulai ritualnya, pendeta pun memulainya. Dia memberkati Suresh dan kemudian mengatakan agar Pragya dan Suresh bertukar cincin. Suresh memberikan tangannya, Bulbul memberikan cincinnya pada Pragya. Bulbul lalu memanggil Suresh dengan sebutan kakak, Suresh terkejut mendengarnya dan dia melihat bahwa Pragya yang akan memasukkan cincin pada jemarinya.
Suresh menarik tangannya dan Bulbul pun mengomel lalu memaksanya. Pragya pun memasangkan cincin di jemari Suresh. Suresh teringat saat dia menyatakan cinta sewaktu mabuk. Rachna lalu menyuruh Suresh memasukkan cincin di jemari Pragya. Semua orang bertepuk tangan dan mengucapkan selamat.

Suresh melangkah pergi, dia menatap cincinnya. Arvind menghiburnya dan bertanya apa yang terjadi. Lalu Suresh bergerak maju dan hendak mengatakan kebenaran pada Pragya tapi ibu Suresh mencegahnya dan berkata agar dia berbicara nanti saja. Arvind menyemangatinya. Dia memanggil Bulbul dan mencoba mengatakan sesuatu. Tapi kali ini Daljeet yang menyelanya dan mengatakan jika Pragya adalah gadis yang sederhana dan dia tahu bahwa Suresh tidak akan pernah mengkhianatinya. Lalu Bulbul juga mendekatinya dan berkata bahwa dia akans egera pergi ke Delhi bersama bos nya jadi dia ingin menari bersama Sureh dan nenek. Bulbul pun mulai menari, Suresh hanya bisa menatap mereka yang sedang menari bahagia.

Bulbul lalu teringat jika dia harus pergi ke Delhi dan Bulbul pun berangkat. Suresh masih termenung. Pragya mendekatinya dan berterima kasih karena Suresh telah memberikan kebahagiaan padanya. Pragya terus berbicara dan Suresh hanya bisa terdiam mendengar ungkapan bahagia Pragya.

Purab dan Bulbul dalam perjalanan di dalam mobil. Saat hendak keluar, kunci mobil macet dan Purab mencoba membukanyan hingga wajah mereka berdekatan, saat keluar dan hendak berjalan, Bulbul tersandung dan Purab menangkapnya.

Arvind mencoba menasihati Suresh dikamarnya. Mereka berdebat. Arvind menyuruh Suresh untukm pergi menemui Pragya dan mengatakan kebenarannya. Arvind mengatakan jika Pragya adalah sahabat Suresh dan pasti mau mengerti. Suresh pun berkata dia akan pergi menemui Pragya dan membicarakan semuanya.

Purab dan Bulbul dalam perjalanan kembali. Purab memutar lagu dan Bulbul komplain karena dia ingin tidur. Purab berpikir bahwa Bulbul sangat arogan.

Suresh berjalan ke rumah Sarla sambil mengingat pertunangan tadi. Dia berpikir bahwa dia harus memberitahu Pragya bahwa dirinya mencintai Bulbul.

Daljeet menelpon Bulbul yang telah tiba di hotel,Usai menutup telepon, Bulbul mendengar Purab sedang bersitegang dengan resepsionis dan Bulbul menghampirinya. Mereka berdebat karena Purab berkata hanya tersisa 1 kamar. Bulbul berkata bahwa dia tidak bisa berbagi dengan Purab. Bulbul lalu mengambil kunci kamar dan pergi. Bulbul pergim ke kamar dan melihat kamar yang akan ditempatinya tertulis ‘honeymoon suite room’. Bulbul berpikir bahwa Purab punya rencana buruk sebelumnya, Purab sendiri masih berdebat dengan resepsionis. Purab tidak ingin tinggal sekamar dengan Bulbul. Bulbul tengah berpikir bahwa dia tidak akan membiarkan Purab sukses dengan rencana2nya.

Sarla menangis memegang selendang Pragya. Pragya menghampirinya dan memeluknya. Mereka menangis bersama.

Bulbul gelisah dan ponselnya berbunyi. Suresh menelponnya dan berkata hendak mengatakan sesuatu tentang Pragya tapi Bulbul mendengar suara pintu dibuka dan Bulbul mematikan teleponnya.

Purab masuk ke kamar dan kancing bajunya terlepas karena tersangkut pintu. Bulbul terkejut melihatnya dan langsung mengambil pisau untuk jaga2. Purab mendekati Bulbul dan mengatakan jika kancing bajunya terlepas. Purab lalu berkata mereka harus menyiapkan presentasi lalu kaki Purab tersandung dan dia menimpa Bulbul. Bulbul pun menodongkan pisau pada Purab sambil mengomel. Bulbul mengatakan jika dirinya tidak seperti gadis2 Purab. Bulbul tau jika semua ini rencana Purab.

Seorang resepsionis datang dan memberikan kunci kamar Purab dan berkata bahwa dua kamar yang dipesannya sudah siap. Purab pun mencemooh Bulbul dengan mengatakan bahwa dia tidak tertarik dengan Bulbul. Lalu Purab keluar dari kamar.

Suresh datang, Sarla menghampirinya dan mengatakan jika pertunangan terjadi karena dia. Suresh lalu mencoba berbicara dengan Pragya. Tapi orang2 ramai menggodanya. Suresh pun marah dan meminta mereka berhenti menggoda, Suresh akhirnya mengatakan bahwa dia mencintai Bulbul dan bukan Pragya.

Pencarian Populer:

Saat ini, Anda Sedang Membaca Sinopsis Lonceng Cinta Episode 4- Serial Drama India Lonceng Cinta

author
No Response

Leave a reply "Sinopsis Lonceng Cinta Episode 4- Serial Drama India Lonceng Cinta"