Penuhi TKDN 30 Persen, Vivo Gandeng Sejumlah Start Up

Kamis, 03 November 2016 | 23:07 WIB

Penuhi TKDN 30 Persen, Vivo Gandeng Sejumlah Start Up  

Vivo x7. griyatechno.com

TEMPO.CO, Jakarta – Brand ponsel asal China Vivo telah membangun pabrik di Indonesia demi memenuhi peraturan pemerintah terkait Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Menurut Chief Marketing Officer Vivo Mobile Indonesia, Kenny Chandra, saat ini Vivo telah memenuhi 20 persen TKDN, dan bertekad untuk terus mengikuti peraturan pemerintah yang menetapkan persyaratan 30 persen TKDN pada Januari 2017.

“Sekarang masih 20 persen. Kita akan sesuaikan dengan regulasi yang ada,” kata dia ditemui usai peluncuran Vivo Y55 di Jakarta, Kamis.

Untuk memenuhi regulasi tersebut, Keny mengungkapkan bahwa Vivo telah bekerja sama dengan sejumlah startup.

“Membangun software lokal karena itu juga masuk dalam persentase TKDN,” ujar dia.

Sayangnya, Keny tidak mau menjawab saat ditanya perusahaan rintisan apa yang diajak bergabung. “Belum bisa disebutkan, yang pasti ada hubungannya dengan Vivo sendiri. Lebih ke kamera,” kata dia.

Pabrik Vivo yang berlokasi di Cikupa, Tangerang, tersebut, menurut Keny, saat ini memiliki kapasitas produksi 50.000 sampai 100.000 unit untuk semua lini smartphone.

Sementara itu, terkait layanan purna jual, saat ini Vivo telah memiliki lebih dari 30 service center. Untuk meningkatkan layanan pengguna, Vivo juga akan memperluas layanan purna jual dengan membangun service center. “Sebaran produk yang pasti 30-40 persen di area Jawa. Sumatera, Jawa, Kalimantan masih yang paling besar,” ujar Keny.

“Kalau service center kami masih sampai ke area Sulawesi, tapi dalam waktu dekat ini kami akan bangun di wilayah Papua,” tambah dia.

ANTARA

Source link

Saat ini, Anda Sedang Membaca Penuhi TKDN 30 Persen, Vivo Gandeng Sejumlah Start Up

No Response

Leave a reply "Penuhi TKDN 30 Persen, Vivo Gandeng Sejumlah Start Up"