Jutaan Hektare Daerah Aliran Sungai Musi Rusak Berat  

Jum’at, 04 November 2016 | 15:35 WIB

Jutaan Hektare Daerah Aliran Sungai Musi Rusak Berat    

Pelajar melompat keluar dari perahu kayu saat berangkat ke sekolah di aliran sungai Musi yang berselimut kabut asap di Palembang, Sumatera Selatan, 17 September 2015. Selama beberapa tahun terakhir, kebakaran lahan gambut di Sumatera Selatan hanya dapat betul-betul padam saat musim hujan tiba. AP/Tatan Syuflana

TEMPO.CO, Jakarta – Sebanyak 30 persen dari 8,6 juta hektare daerah aliran sungai (DAS) Musi rusak sejak beberapa tahun terakhir. “Indikatornya tahun ini saja sudah puluhan kali banjir dan longsor,” kata Divisi Humas, Forum DAS Sumatera Selatan, Karlin Agustina, dalam sosialisasi kebijakan yang mendukung pembangunan ekonomi hijau di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat, 4 Nopember 2016.

DAS merupakan daerah daratan anak sungai yang berfungsi menampung dan menyimpan kadungan air secara alami. Menurut Karlin, kerusakan DAS akan berdampak pada ketahanan air konsumsi masyarakat dan pertanian serta industri.

Sejatinya, kata Karlin yang juga Rektor Universitas IBA Palembang ini, kerusakan itu dapat diminimalisir dengan pencegahan dini dan penanggulangan lebih awal ketika ditemukan kerusakan.

Kepala UPTD Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Sumatera Selatan Achmad Taufik menjelaskan dalam musim kemarau tahun lalu terdapat ratusan ribu lahan dan hutan ikut terbakar. Di antaranya adalah kawasan sekitar sungai.

“Tahun ini memang jauh berkurang kejadiannya,” ujar Taufik. DAS Musi termasuk satu dari 108 DAS yang yang ditetapkan Menteri Kehutanan.

PARLIZA HENDRAWAN

Source link

Saat ini, Anda Sedang Membaca Jutaan Hektare Daerah Aliran Sungai Musi Rusak Berat  

author
No Response

Leave a reply "Jutaan Hektare Daerah Aliran Sungai Musi Rusak Berat  "