Sinopsis Lonceng Cinta Episode 72 Tayang di ANTV

debroo.com. Sinopsis Lonceng Cinta Episode 72 Tayang di ANTV. Pragya masuk kedalam kamar Tanu, melepaskan semua pajangan foto dan membakarnya diatas tempat tidur. Tanu terkejut melihat kamarnya terbakar saat keluar dari kamar mandi, ia berlari keluar dan melihat Pragya.

sinopsis-lonceneg-cinta-episode-72-tayang-di-antv

sinopsis-lonceneg-cinta-episode-72-tayang-di-antv

Tanu:Kau sangat kejam! Kau ingin membunuhku dan anakku?
Pragya:Aku membakar tempat tinggalmu agar bisa membawamu ke rumah Abhi. Kau bisa tinggal disana sebagai sahabat baiknya Aaliya.

Mithali menghasut Akash dengan mengatakan bahwa Taiji memukul Rachna. Akash sangat marah&ingin melaporkannya pada nenek,tapi Rachna menghentikannya. Taiji mengira Rachna sedang menghasut Akash untuk melawannya.
Rachna menyajikan teh dan biskuit untuk nenek & yg lainnya, nenek tiba2 teringat dengan Pragya. Pragya masuk kedalam rumah bersama Tanu & para pelayan yg membawakan koper.

Indu:Koper siapa ini? Kenapa Tanu ada disini?
Pragya:Ini koper Tanu, dia akan tinggal di rumah ini!
Taiji:Sebelumnya kau membawa Rachna kemari, sekarang Tanu. Kau fikir rumah ini hotel?
Pragya:Apartemen Tanu kebakaran.
Taiji:Dia adalah seorang model ,kenapa tidak menginap di hotel saja?
Pragya:Keadaannya sedang tidak memungkinkan untuk tinggal di hotel. Dia adalah sahabat baiknya Aaliya, jadi aku membawanya kemari. Robin, tolong bawakan koper2 ini ke kamar tamu.

Tanu menutup pintu kamar & berterimakasih kepada Pragya.
Tanu:Aku tidak percaya aku bisa tinggal di rumahnya Abhi. Kapan kau bisa membawaku masuk ke kamarnya Abhi? Kapan kau akan keluar dari rumah ini? Maksudku, kapan kau akan meninggalkan Abhi?
Pragya:Aku sudah membuat nenek sangat marah, aku akan keluar dari rumah ini sebentar lagi.

Abhi masuk kedalam kamar Tanu, Tanu langsung memeluknya. Abhi memanas2i Pragya.
Abhi:Kau bisa datang ke kamarku saat semua orang sudah tidur, Tanu.

Abhi melepaskan pelukan Tanu setelah Pragya pergi.
Tanu:Ada apa ?Kau tidak senang?
Abhi:Ini sangat rumit.

Abhi pergi meninggalkan Tanu.
Nenek & nenek Indu menyeret Pragya ke kamarnya, Pragya mengira nenek akan memarahinya.

Nenek:Aku senang dengan keputusanmu. Tanu adalah sahabatnya Aaliya, kau melakukan hal yg benar dangan membawanya kemari!
Pragya:Tanu akan tinggal di rumah ini sebagai anggota keluarga kita! Dia akan duduk & makan bersama kita seperti yg lainnya!

Para nenek sama sekali tidak keberatan dengan permintaan Pragya. Setelah Pragya pergi, mereka tertawa bahagia karena rencananya berhasil.
Nenek:Kita akan segera tau kenapa Pragya melakukan ini.

Abhi mondar-mandir didalam kamar &b icara dalam hati, “Pragya dgn mudah membawa Tanu ke rumah ini. Tapi dia terlihat tidak senang saat aku memeluk & mengajak Tanu ke kamar. Dia mungkin tidak ingin pergi. Aku harus melakukan sesuatu untuk memancingnya. Aku harus memintanya mengeluarkan pakaian miliknya dari dalam lemari & mengganti dengan pakaian Tanu”. Abhi & Pragya tabrakan dipintu.

Abhi:Kenapa kau masuk kedalam kamarku?
Pragya:Selama aku masih ada di rumah ini, ini adalah kamarku juga!
Abhi:Ini kamar Tanu sekarang.

Pragya kemudian menceritakan tentang tindakan para nenek, Abhi tidak mau membantu karena mereka tidak punya hubungan apa2.
Pragya:Baiklah, aku adalah temanmu!
Abhi:Egois.

Abhi membenturkan kepalanya sekali lagi dengan kepala Pragya.
Abhi:Aku mencintaimu…nenek.

Rachna & Akash bertemu dengan Sarla di pasar. Rachna memberitahu Sarla kalau belakangan ini Pragya selalu melawan nenek.
Aaliya & teman2nya berencana untuk menjebak Purab didalam kamar.
Tanu masuk kedalam kamar Abhi untuk meminta obat sakit kepala pada Pragya. Pragya masuk kedalam ruang ganti pakaian. Abhi masuk kedalam kamar & Tanu bersembunyi dibawah selendang saat para nenek memanggil Pragya.

Nenek:Dimana Pragya?
Abhi:Dia bersembunyi dibawah selendang seperti pengantin baru.
Nenek:Lepaskan selendangnya.

Abhi ikut masuk kedalam selendang & terkejut melihat Tanu.
Abhi:Dia terlihat seperti penyihir!

Abhi melihat Pragya hendak keluar dari ruang ganti pakaian, ia pura2 berdo’a untuk mengalihkan perhatian nenek. Nenek memarahi Abhi.
Nenek:Indu, lepaskan selendangnya.

Abhi menggendong Tanu sebelum nenek Indu melepaskan selendangnya.
Abhi:Nenek bisa kena serangan jantung kalau melihat wajah penyihir.

Abhi membawa Tanu masuk kedalam ruang ganti pakaian, ia menutupi kepala Pragya dengan selendang & mencoret2 wajahnya. Tanu terpekik melihat wajah Pragya. Abhi membawa Pragya keluar.
Abhi:Wajahnya masih seperti penyihir walaupun sudah dicuci.

Nenek Indu melepaskan selendang Pragya, mereka berteriak melihat wajah Pragya. Pragya tersenyum sumringah.
Abhi membantu Pragya membersihkan wajahnya.
Pragya:Beraninya kau merusak wajahku!

Aaliya memaksa teman prianya untuk pura2 memperkosanya, Purab datang setelah mendapat telefon dari teman wanita Aaliya. Purab mendobrak pintu dan memukuli teman Aaliya, Aaliya langsung memeluknya.
Aaliya:Maukah kau menemaniku tidur malam ini? Temanku mungkin akan datang dan menyakitiku lagi. Kau bisa pergi setelah aku tidur.

Purab terpaksa menuruti permintaan Aaliya.
Paginya, nenek melihat Pragya turun dari tangga membawa nampan pooja.
Nenek:Bergabunglah bersamaku sebentar, kita melakukan pooja bersama.

Pragya cepat2 pergi ke kamar Tanu & memintanya untuk melakukan pooja bersama nenek. Tanu turun kebawah & tidak sengaja menumpahkan minyak lilin.
Tanu:Tidak ada yg lihat kan?

Mithali diam2 melihatnya, Tanu kembali ke kamar tanpa membersihkan minyak tersebut.
Nenek terpeleset minyak ketika hendak menuju kamar Abhi, ia melihat minyak di tangga.
Nenek:Tolong!

Seluruh anggota keluarga panik melihat nenek.
Nenek:Siapa yg menumpahkan minyak di tangga?
Mithali:Tanu yg menumpahkannya!
Nenek:Kau yg menumpahkannya Tanu?
Pragya:Ini bukan salah Tanu! Aku yg menumpahkannya. Nenek sendiri lihat kan aku turun membawa nampan pooja?
Taiji:Bagaimana bisa kau melakukan ini, bagaimana kalau nenek patah tulang?
Pragya:Itu salah nenek sendiri, kenapa dia tidak berjalan sambil melihat? Harusnya nenek sedikit berhati2.
Nenek:Kau benar. Maafkan aku.

Pragya merasa bersalah mendengarnya.
Abhi:Nenek tidak perlu minta maaf!

Purab sudah pergi saat Aaliya bangun.
Aaliya:Bagaimanapun kau berusaha, kau akan segera menjadi milikku.

Tanu menutup pintu kamarnya.
Tanu:Aneh!Nenek sama sekali tidak marah padamu!
Pragya:Kenapa kau menyakiti nenek? Bukannya memikat hatinya. Aku tidak tau harus berbuat apa lagi sekarang!
Tanu:Aku ada ide! Aku akan menuduhmu mencuri uang Abhi untuk membeli rumah. Nenek pasti akan mengusirmu.

Abhi mendengar pembicaraan mereka.
Abhi:Aku tidak ingin kalian menyusahkan nenek.
Tanu:Nenek pasti akan mengusir Pragya keluar dengan ideku ini.
Abhi:Kalian boleh melakukan apapun yg kalian suka, tapi jangan libatkan aku. Aku tidak menginginkanmu didalam hidupku lagi. Kalian berdua.

Nenek Indu & Rachna membawa nenek ke kamarnya.
Rachna:Nek, aku tau kalau Tanu yang menumpahkan minyak itu. Seseorang melihatnya.
Nenek:Siapa?
Rachna:Kak Mithali.

Mithali yg daritadi berdiri dipintu,masuk kedalam kamar.
Nenek:Benarkah yg dikatakan Rachna?
Mithali:Iya nek, aku melihatnya sendiri.
Nenek:Kenapa kau tidak bilang tadi?
Mithali:Aku lihat bagaimana Pragya membela Tanu.
Nenek:Pergilah, aku akan memanggilmu kalau butuh sesuatu. Indu,kita harus mencari tau apa diinginkan Pragya.

Tanu mendengar pembicaraan mereka, ia lalu menelfon seseorang dan memintanya membuat berkas palsu atas nama Pragya Aurora.
Aaliya sedang menikmati kopi di restoran hotel sambil mengingat kebersamaannya dgn Purab tadi malam, ia lalu menerima telfon dari Purab. Purab memberitahu bahwa dia sudah palang ke Mumbai & minta maaf karena tidak sempat pamit. Aaliya merasa kesal mendengarnya.
Pragya melihat produser Abhi datang membawakan koper berisi 10 juta rupee.

Produser:Album terbaru Abhi kali ini sangat luar biasa. Kalian akan mendapatkan uang yg banyak.

Nenek meminta nenek Indu menyimpan uang tersebut, nenek Indu menyimpannya di lemari nenek. Pragya mencuri uang tersebut diam2.
Pragya:Maafkan aku nek.

Pragya lalu menyerahkan koper tersebut kepada Tanu.
Nenek & nenek Indu menghampiri Pragya.

Nenek:Aku tau kau sedang berbohong.
Pragya:Bohong apa?
Nenek:Aku melihatmu menyuruh Robin mengantarkan teh ku. Kau hanya berpura2. Kau masih mengurusku dangan baik.
Pragya:Aku menyiapkan teh untuk semua orang!

Pragya pergi meninggalkan nenek.
Nenek:Apapun yg dia katakan, aku tau dia masih peduli padaku.

Didalam kamar, Pragya memberitahu Tanu bahwa nenek tidak akan percaya kalau dia mencuri.
Pragya:Aku ada ide.

Pragya mengeluarkan ponselnya.
Tanu:Kau mau menelfon Abhi?
Pragya:Tidak, mengirim pesan singkat.

Pragya meminta Abhi untuk menjemput uang ke rumah.
Abhi merasa kesal mengira Pragya memerintahnya.
Abhi menelfon Pragya, Pragya panik.

Abhi:Beraninya kau memerintahku!
Pragya:Ya! Aku memerintahmu.

Mereka bertengkar ,Tanu meminta Pragya untuk fokus.
Pragya:Maaf. Halo, aku memintamu untyk pulang, bukan memerintahmu.
Mereka terus berdebat. Pragya merasa kesal & mematikan telfon.

Pencarian Populer:

Saat ini, Anda Sedang Membaca Sinopsis Lonceng Cinta Episode 72 Tayang di ANTV

No Response

Leave a reply "Sinopsis Lonceng Cinta Episode 72 Tayang di ANTV"