Sinopsis Lonceng Cinta Episode 29- Serial Drama India Lonceng Cinta

griyasinopsis.com. Pada kesempatan ini Griya Sinopsis akan memberikan Sinopsis Lonceng Cinta Episode 29- Serial Drama India Lonceng Cinta. Pada Serial Drama India yang Tayang di ANTV, mengisahkan:

sinopsis-lonceng-cinta-episode-29-serial-drama-india-lonceng-cinta

sinopsis-lonceng-cinta-episode-29-serial-drama-india-lonceng-cinta

Abhi berlari ketakutan melihat lelaki lentera tersebut karena berpikir bahwa dia adalah hantu, Pragya menemui lelaki lentera tersebut dan menanyakan apa yang terjadi, lelaki tersebut menceritakan hal yang sama pada Pragya dan tiba2 saja lelaki itu menghilang. Pragya merasa takut dan kemudian berlari. Lelaki lentera tersebut masuk ke sebuah ruangan dan tertawa2 karena bisa membuat mereka ketakutan.

Purab mengajak Bulbul kembali ke rumahnya, mereka mengobrol sebelum turun dari mobil. Purab berkata bahwa dirinya akan bunuh diri jika tidak mendapatkan Bulbul karena hidupnya tidak akan ada gunanya tanpa Bulbul. Mereka turun dari mobil, Bulbul meminta Purab berjanji untuk tetap hidup demi dirinya dan tidak berpikir lagi untuk bunuh diri, Bulbul meminta Purab berjanji sambil memegang tangannya. Saat Bulbu memegang tangan Purab, Sarla datang dan melihatnya. Sarla pun mulai menghujat Bulbul. Bulbul berkata bahwa apa yang dipikirkan ibunya salah. Sarla bertanya mengapa Bulbul tidak memikirkan dirinya dan kakaknya, mengapa Bulbul hanya memikirkan dirinya sendiri. Purab pun mengatakan bahwa Bulbul datang untuk keluarganya dan Purab pun menceritakan semua insiden yang terjadi tadi. Sarla pun memegang tangan Bulbul dan membawanya pergi dari sana.

Raj bersama kedua anaknya dan sedang mengecek nilai pelajaran keduanya. Raj bertanya mengapa ibu mereka memarahinya waktu itu padahal nilai2 mereka cukup bagus. Bubli dan Bunty menjawab bahwa mereka tidak tahu. Raj melihat Mittali dan menanyakannya. Mittali menjawab bahwa dirinya ingin kedua anaknya sekolah di sekolah yang bagus. Raj pun berkata bahwa gajinya tidak cukup un tuk menyekolahkan anak2 mereka ke sekolah yang bagus. Mittali pun berkata akan mengatur semuanya.

Abhi sembunyi di sebuah kamar dan menutup dirinya dengan selimut, sementara Pragya ketakutan melihat jam kuno yang jarumnya berdetak dengan begitu cepat dan dia melonjak ke tempat tidur lalu memakai selimut.

Sarla pulang ke rumah bersama Bulbul dan memberitahu mereka insiden apa yang terjadi dan juga mengabarkan tentang kabar gedung perikahannya. Purvi menangis dan khawatir.

Abhi terus berlari dan kemudian memeluk Pragya, Abhi bertanya kemana saja Pragya. Abhi meminta pragya meninggalkannya tapi Pragya menjawab bahwa Abhi sedang memeluknya. Abhi berkelit dengan berkata bahwa dirinya ingin mengecek Pragya ini hantu atau bukan. Mereka lalu mendengar suara lelaki lentera tadi. Mereka berjalan mencari lelaki tersebut dan menemukannya disebuah ruangan, dia sedang menelpon temannya dan berkata bahwa dia sedang menakut2i pasangan dan menikmati ketakutan mereka. Lelaki itu lalu membalikkan badan dan melihat Abhi serta Pragya yang sedang memandanginya.

Lelaki itu tergagap menjelaskan sesuatu. Abhi lalu menghukumnya duduk di atas lampu. Abhi lalu pergi sesaat dan Pragya yang melanjutkan menghukum lelaki tersebut. Abhi kembali sambil membawa ponselnya. Lelaki itu lalu kabur. Produser Abhi (Lalwani) lalu menelpon.

Bulbul melamun di kamarnya, dia teringat semua ucapan ibunya dan Bulbul pun menangis karena tidak bisa melakukan apapun untuk gedung pernikahan ibunya.

Tanu datang ke hotel dan menunggu Abhi, Tanu lalu bertanya pada Lalwani tentang Abhi. Lalwani berkata bahwa Abhi belum juga datang. Tanu berpikir Abhi mengalami masalah.

Abhi datang bersama Pragya dan semua wartawan mengerumuninya. Tanu pun merasa jengkel, Lalwani lalu berkata pada Abhi bahwa dirinya telah memesan kamar terbaik di hotel ini untuknya dan juga beberapa penjaga keamanan u ntuk mereka. Tanu pun merasa marah mendengarnya.

Abhi lalu berbicara dengan Tanu, Tanu merasa marah karena Abhi tidak ada menelponnya dan memberitahu apapun padanya. Abhi berkata bahwa baterai ponselnya habis. Abhi bercerita jika mereka mengalami kecelakaan. Tanu pun melunak dan berkata bahwa mereka akan menghabiskan waktu bersama2.

Bulbul pergi ke kamar ibunya dan melihat ibunya yang sedang tertidur. Bulbul memperbaiki letak selimut Sarla dan mencium keningnya, Bulbul lalu keluar dan berpapasan dengan Daaljeet. Daaljeet mengajaknya berbicara, dia mengatakan bahwa waktu yang buruk akan segera pergi. Daaljeet juga berkata akan menemukan jalan keluar untuk masalah mereka, dan ternyata Sarla belum tertidur dan sedang mendengarkan pembicaraan mereka. Sarla pun menangis.

Pragya menata baju dari dalam koper ke dalam lemari hotel. Abhi mendatanginya dan menyuruhnya keluar dari kamarnya.

Tanu mencari kamar Abhi dan menanyakannya pada penjaganya. Penjaga melarang Tanu menemui Abhi. Tanu pun menegur mereka.

Abhi mengacak2 baju di dalam koper, lalu terdengar suara Tanu memanggil2. Abhi keluar dan bertanya pada panjaga2nya, penjaga tersebut mengatakan bahwa mereka membutuhkan ijin dari nenek Abhi. Pragya keluar dari kamar, Abhi pun pergi bersama Tanu.

Pragya kembali masuk ke dalam kamar, Daadi menelponnya dan menanyakan liburannya. Pragya mengatakan semuanya baik2 saja. Daadi pun berkata agar Pragya segera memberitahu kabar baik untuknya (mengenai kehamilan).

Tanu menghampiri Abhi di resto hotel. Mereka berbicara. Tanu merasa senang karena akhirnya dirinya dan Abhi bisa bersama2. Abhi pun merasa bahagia karena Pragya tidak bersamanya. Tak lama kemudian Tanu beranjak pergi. Host menyapa semua tamu dan juga Abhi, mereka berkata bahwa manager hotel menyambut kedatangan Abhi dan pragya, mereka juga mengatakan akan mengadakan makan malam romantis, lalu lampu di padamkan dan diganti dengan cahaya lilin. Pragya masuk ke dalam resto untuk menikmati makan malam dan kemudian duduk satu meja dengan Abhi. Abhi menduga bahwa Pragya adalah Tanu dan Abhi mulai memegang tangannya dan memeluknya. Abhi pun meminta ciuman dari Pragya. Pragya terlihat sangat terkejut.

Pragya menolak, dia teringat ucapan Abhi. Abhi kembali memegang pipinya, Pragya teringat ibunya dan juga teringat saat bersama2 dengan Abhi. Abhi memuji2 rambutnya dan mencoba menciumnya. Tiba2 Tanu sudah mendatanginya dan terkejut melihat Abhi hendak mencium Pragya, Tanu pun memukul lengan Abhi.Abhi pun terkejut dan berusaha mengejar Tanu yang sedang marah dan bergegas pergi.

Daadi dan kedua sepupunya membicarakan Pragya lalu mereka berpikir akan memeriksa keduanya dengan mendatangi mereka.

Tanu mengomeli Abhi, Abhi berusaha menjelaskan jika dirinya tahu bahwa tadi itu Pragya maka dirinya akan mencekiknya. Tanu meminta Abhi untuk meyakinkannya. Tanu pergi meninggalkannya dengan marah.

Abhi mendatangi Pragya dan memarahinya, setelah itu pergi meninggalkannya. Pragya lalu mengingat semua ucapan Daadi yang mengatakan bahwa Daadi ingin segera mendapatkan cucu.

Di kamarnya, Tanu menelpon Aaliya dan bercerita bahwa dirinya bisa menangani semuanya, tanu juga berkata bahwa Abhi bersamanya hari ini. Abhi lalu mendatangi kamar Tanu dan Tanu pun berakting marah padanya. Abhi lalu mencoba merayunya sambil meminta maaf. Tak beberapa lama mereka berdua pun saling bermesraan.

Pragya termenung di kamarnya, lalu menelpon ibunya. Sarla menanyakan liburan Pragya dan pragya berkata bahwa semua baik2 saja, Pragya juga mengacarang cerita bahwa dirinya sedang bersenang2 dengan Abhi. Pragya lalu menanyakan keadaan gedung pernikahan milik ibunya. Sarla menjawab hanya pintunya saja yang patah dan akan segera diperbaiki. Sarla berkata akan menanganinya sendirian. Usai menutup telepon, Sarla pun menangis dan berkata bahwa dirinya tidak bisa memberitahu masalahnya pada Pragya karena ini akan membuat Pragya sedih.

Bulbul sendiri sedang curhat pada Purvi, dia akan mencoba melakukan usaha yang terbaik untuk meyakinkan Sarla tapi dirinya sendiri tidak yakin bisa melakukannya dan tidak tahu apa yang harus dilakukan sekarang, tiba2 Sarla masuk ke kamar Bulbul dan meminta Purvi pergi karena dirinya ingin berbicara pada Bulbul. Sarla berbicara pada Bulbul dan mengatakan bahwa Pragya telah menelponnya, Sarla meminta Bulbul tidak memberitahu Pragya tentang masalah gedung pernikahan miliknya. Bulbul bertanya apakah ibunya bisa memaafkannya. Sarla menjawab jika dirinya sedang mencobanya.

Pragya melihat jaket Abhi yang pernah dipakainya, Pragya pun teringat saat Abhi memanggilnya Abhi Junior sewaktu memakai jaket tersebut. Pragya merasa dirinya semakin tertarik pada Abhi dan harus mengontrolnya.

Daadi dan kedua sepupunya mendatangi hotel tempat Abhi menginap dan bertanya pada resepsionis kamar tempat Abhi. Resepsionis berkata bahwa mereka membutuhkan ijin dari Abhi. Resepsionis lain datang dan berkata jika mereka adalah kekaurga Abhi. Dia berbisik pada temannya agar memberi nenek Abhi nomer kamar yang salah agar dirinya bisa memberitahu Abhi tentang kedatangan neneknya.

Abhi sedang bermesraan bersama Tanu, Abhi melempar ponselnya agar tidak ada yang mengganggu.

Daadi berjalan bersama kedua sepupunya, mereka mengobrol sambil mencari kamar Abhi, mereka berencana akan memberikan surprise saat Abhi membuka pintu kamar mereka. Indu lalu mengetuk pintu kamar dan merekapun salah kamar. Mereka mulai mencari lagi dan berpapasan dengan Pragya. Pragya pun terkejut. Daadi pun menanyakan keberadaan Abhi.

Ponsel Abhi berbunyi dan Tanu yang mengambilnya. Tanu berbicara agar Pragya tidak menganggunya dan Pragya mengatakan jika Daadi datang tapi Tanu tidak percaya dan mematikan ponselnya. Pragya pun kebingungan. Indu lalu bertanya pada Pragya dengan siapa dia menelpon, Pragya pun memberikan alasan.

Abhi mengambil selimut dan teringat pada Pragya saat mereka ketakutan di dalam kamarnya waktu itu, Abhi memutuskan tidak akan tidur menggunakan selimut.

Pragya pun dengan gelisah terus berjalan menuju kamarnya bersama Daadi dan sepupu2nya. Pragya lupa dengan nomer kamarnya dan ijin pergi untuk mencarinya, Pragya meminta nenek2nya duduk di sofa sementara dirinya mencari kamarnya.

Pragya bergegas ke kamar Tanu, tapi Pragya teringat saat Abhi mengomelinya. Tanu membuka kamar, Pragya berusaha masuk. Tanu mendorongnya agar tidak bisa masuk. Mereka pun ribut dan Abhi pun keluar, Pragya berusaha menjelaskan. Abhi tidak percaya dan menutup kamar tapi Abhi tersadar dan segera mengajak Pragya serta Tanu masuk ke dalam kamar.

Di dalam kamar Abhi merasa kebingungan, Pragya dan Tanu bertengkar. Tanu menuduh Pragya sengaja memanggil nenek untuk merusak keb ersamaannya dengan Abhi. Pragya membantah tuduhan tersebut dan Abhi juga berkata jika Pragya yang menelpon Daadi maka saat ini Pragya pasti sudah duduk manis di dalam kamarnya. Pelayan mengetuk kamar dan memberitahukan tentang nenek Abhi yang datang. Abhi lalu sibuk menyembunyikan Tanu di dalam kulkas, toilet dll. Lalu Abhi pun menyembunyikannya di balkon jendela.

Daadi kebingungan lalu seorang pelayan melintas dan Indu bertanya padanya mengenai kamar Abhi. Setelah itu mereka bergegas pergi menemui Abhi.

Tanu ketakutan dan memanggil2 Abhi. Abhi pun kembali membawa Tanu ke dalam kamar. Lalu Abhi menemukan lubang udara di langit2 kamar. Abhi pun membukanya dan meminta Tanu bersembunyi disana. Tanu menolak karena takut ketinggian dan hendak berjalan keluar kamar tapi Abhi menahannya. Abhi lalu memberi contoh cara naik ke atas lubang udara tersebut, tapi Abhi malah terjatuh dan menimpa tubuh Pragya. Tanu pun geram melihatnya

Abhi tersadar dan memarahi Pragya. Abhi lalu kembali meminta Tanu untuk sembunyi. Abhi dan Pragya membantu Tanu untuk naik ke atas. Daadi mengetuk pintu kamar dan Pragya membukakan pintu dengan sedikit mengacak2 rambut dan bajunya. Daadi menduga jika Pragya tadi sedang tidur bersama Abhi lalu Daadi masuk ke kamar menemui Abhi. Abhi bersikap mesra pada Pragya. Tanu pun merasa bosan di atas sana.

Pencarian Populer:

Saat ini, Anda Sedang Membaca Sinopsis Lonceng Cinta Episode 29- Serial Drama India Lonceng Cinta

author
No Response

Leave a reply "Sinopsis Lonceng Cinta Episode 29- Serial Drama India Lonceng Cinta"